21 April 2024
9 / 100

Oleh : Rahmi Lubis

Dimensi.id – Bulan Muharram telah tiba. Pergantian tahun pun terjadi. Tahun 1444 Hijriyah kini menjadi tahun 1445 Hijriyah. Sama seperti tahun Masehi yaitu tahun 2023 yang sebentar lagi akan menjadi tahun 2024 M. Semua orang di dunia menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan doa agar tahun yang baru membawa perubahan yang lebih baik bagi diri, keluarga, bangsa dan negara.

Lantas menjadi pertanyaan besar bagi umat islam, Apakah tahun baru ini yaitu tahun 1445 Hijriyah akan terlewat begitu saja? Atau menjadi momentum bagi umat islam untuk bangkit menjadi umat yang terbaik di seluruh dunia?

Kondisi Umat Islam Sekarang

Bagai pungguk merindukan bulan peribahasa ini mencerminkan fakta umat islam sekarang. 1400 tahun yang silam umat islam menjadi umat yang dikagumi oleh seluruh umat di dunia. Kegemilangan dalam ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, politik dan kemiliteran pun, islam menjadi kiblat dunia.

Namun sekarang, hal ini hanya sejarah atau dongeng pengantar tidur anak-anak muslim karena tak tampak di depan mata. Kenapa hal ini terjadi?

Sejarah menjadi bukti islam pernah menjadi sistem kehidupan yang menguasai ¾ belahan dunia dan sekarang umat islam terhempas jatuh terperosok ke dalam jurang yang dalam dan menyengsarakan yaitu sistem sekuler. Sistem yang memisahkan agama dengan kehidupan.

Islam dipandang sebagai agama ritual. Umat islam kini dipandang sebelah mata. Dimulai dari pencurian, pelecehan seksual, penganiayaan, bahkan sampai tindakan terorisme semuanya mengacu kepada kaum muslimin.

Inilah kondisi umat islam sekarang. Islam terkotak-kotak karena rasa nasionalisme yang tertanam pada diri setiap muslim. Islam di Arab berbeda dengan Islam di Indonesia bahkan sampai hari rayanya pun berbeda. Saat umat islam di Palestina mengalami penyiksaan, umat islam di belahan dunia lainnya termasuk Indonesia hanya bisa berdiam diri. Padahal jelas dalam Alquran Q.S Al hujurat ayat 10

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Di dalam hadist sahih disebutkan: “وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ” yang artinya Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba selalu menolong saudaranya.

Muharam, Bangkitnya Umat Islam

Muharam telah tiba. Hal ini harus dijadikan momentum umat islam untuk bangkit dari keterpurukan. Umat islam harus menyadari bahwa islam bukan hanya agama yang satu-satunya diridhoi Allah SWT, namun juga islam adalah sistem kehidupan yang paripurna. Sistem yang mampu mengantarkan manusia ke zaman yang terang-benderang.

Masih menjadi persoalan bagi kita semua, apakah umat islam mau berjuang menegakkan islam sebagai sistem kehidupan? Keyakinan akan bangkitnya islam harus menjadi azzam yang kuat untuk semua kaum muslimin sehingga terwujudlah kehidupan yang gemilang. Kehidupan yang dirahmati Allah SWT karena semua peraturan bersandarkan pada hukum syariat. Halal dan haram menjadi standar utama bukan asas kepentingan atau manfaat semata. Wallahu alam bisshawab.

 

 

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.