21 April 2024
69 / 100
Oleh : Nikmatul Choeriyah (Pegiat literasi)
Dimensi.idStunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Bagaimana bisa dikatakan ada nya penurunan angka stunting disaat naiknya kebutuhan pangan ditengah masyarakat saat ini?.
Dilansir dari media tvmedia.co.id pada 23/02/2024, Karawang – Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia puji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang karena penanganan penurunan stunting berjalan baik.
Analis Kesehatan Kemendagri, Iin Afriani mengatakan, pada tahun 2023 program 8 aksi konvergensi stunting di Kabupaten Karawang berjalan dengan sangat baik. Hanya saja di aksi ke 8, laporan data didapati masih belum maksimal, sehingga di awal tahun 2024 pihaknya melakukan sejumlah evaluasi teknis.
“Sebetulnya, 8 aksi konvergensi stunting di Karawang sudah sangat bagus. Tapi masih ada PR di akhir, yaitu menyelesaikan aksi ke 8, dan itu harus selesai sebelum akhir Februari 2024 ini,” ujarnya pada Kamis, 22 Februari 2024.
Di samping itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang, Sofiah menjelaskan, aksi konvergensi adalah instrumen berbentuk kegiatan, biasanya digunakan untuk meningkatkan intervensi gizi untuk anak-anak stunting.
Delapan aksi tersebut antara lain, melakukan identifikasi, menyusun rencana, menyelenggarakan rembuk stunting, memberikan kepastian hukum, ketersediaan kader stunting, meningkatkan pengelolaan data, pengukuran tinggi badan dan melakukan review kinerja.
Anehnya pernyataan ini dinilai telah berhasil menurunkan angka stunting  disaat harga bahan pokok, seperti beras sedang meroket dan juga banyak warga mengeluhkan tentang kenaikan harga yang semakin tak terjangkau.
Stunting sendiri jelas menjadi indikator dari jeleknya kualitas dan kuantitas pangan pada anak. Untuk makan kenyang saja, masyarakat harus ekstra dalam bekerja dan tak sedikit yang masih kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pangan.
Peran Negara
Di dalam negara yang menerapkan sistem kapitalisme sangat wajar hal ini terjadi, karena sangat minimnya peran negara dalam mengatur kebutuhan pangan rakyatnya. Negara yang saat ini hanya di fungsikan sebagai regulator, sedangkan urusan rakyat di serahkan kepada swasta.
Di dalam sistem ini, hubungan penguasa atau pemimpin dengan rakyatnya adalah layaknya penjual dan pembeli. Rakyat membeli sejumlah kebutuhan hidup kepada penguasa melalui mekanisme pajak. Sebaliknya, penguasa menjual sejumlah fasilitas hidup, termasuk pangan melalui berbagai kebijakannya.
Fenomena stunting sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Ketika rakyat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. Yang terlihat justru angka kemiskinan dan stunting yang semakin tinggi.
Sangat mustahil ketika mengharapkan angka kemiskinan dan stunting menurun pada sistem saat ini. Negara yang seharusnya ada untuk melindungi dan mengurus rakyatnya malah bekerja sama dengan para pengusaha atau oligarki untuk mencari keuntungan dari rakyatnya.
Negara abai terhadap kebutuhan dan nasib rakyatnya sendiri. Bagaimana rakyat akan hidup dalam kesejahteraan?
Islam solusi
Sangat jauh berbeda dengan sistem islam, dimana negara mempunyai tugas sebagai pengatur urusan umat termasuk di dalamnya menjamin kebutuhan pokok mereka. Sebagaimana hadist rasulullah saw.:
Imam (khalifah) adalah raain (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. Al Bukhari)
Negara akan sangat memperhatikan agar jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan. Juga jangan ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan besar karena curang, seperti menimbun atau memainkan harga.
Di dalam sistem islam setiap kepala keluarga yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan keluarganya karena sakit atau cacat, sedangkan kerabatnya tidak ada yang bisa membantunya, negara lah yang akan turun langsung memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, termasuk pangan.
Maka, hanya dengan penerapan sistem islam secara sempurna (kaffah) lah kualitas dan kuantitas konsumsi pangan masyarakat akan terpenuhi. Dan bukan hanya urusan pangan, bahkan kebutuhan hidup akan tercapai.
Wallahua’lam bhishshawab
Editor : Vindy Maramis

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.