3 Maret 2024
9 / 100

 

 

Oleh: Mariyam Sundari (Jurnalis Ideologis)

 

 

Proyek IKN kini memunculkan masalah baru, terkait rencana pembangunan bandara. Ratusan warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) yang ramai-ramai protes lantaran tanah yang mereka tempati diambil alih oleh Bank Tanah untuk pembangunan Bandara Naratetama. (CNN Indonesia, 21/6/2023).

Kasus seperti ini, jelas menambah bukti bahwa proyek IKN sangat tidak memperhatikan hak rakyat dan kepentingan rakyat. Sungguh miris, beginilah kehidupan dalam sistem kufur kapitalis liberal yang bebas dan berasas manfaat. Sehingga, apapun yang menghalangi kepentingan penguasa semua disingkirkan, tidak mempedulikan kesusahan rakyat. Lantas, bagaimana cara negara Islam mengatasi masalah ini? Pemimpin dalam Islam dituntut adil dan tegas.

Hal ini terbukti pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab ra. Di dalam buku yang bertajuk 30 kisah teladan, KH Abdurrahman Arroisi menuliskan, ketika itu Khalifah didatangi oleh Yahudi tua asal Mesir yang mengeluh kepadanya terkait penggusuran tanah miliknya yang dilakukan oleh Gubernur Mesir Amr bin ‘Ash, untuk tujuan kepentingan umum dan memperluas bangunan masjid.

Walaupun Gubernur sudah menemui Yahudi untuk berunding berapa kisaran uang yang harus dibayar untuk mengganti gubuk dan tanah Yahudi yang digusur. Namun, Yahudi tetap bersikeras menolak dan tidak mau menjualnya dengan alasan, itu merupakan harta satu-satunya. Tapi Gubernur Amr bin ‘Ash memutuskan melalui undang-undang untuk tetap membongkar rumah Yahudi demi kepentingan negara dan memperindah struktur Kota. Sampai akhirnya Yahudi mengadukan perihalnya kepada Khalifah Umar, untuk minta keadilan.

Setelah mendengar penjelasan dari salah satu rakyatnya itu, Khalifah Umar lalu mengambil sebuah tulang unta dan menorehkan dua garis yang berpotongan, satu garis horizontal dan satu garis lainnya vertikal. Khalifah Umar lantas menyerahkan tulang itu pada Yahudi dan meminta untuk memberikannya kepada Amr bin ‘Ash.

Melihat tulang itu wajah Gubernur mendadak pucat pasi, dan saat itu pula Amr bin Ash mengembalikan rumah Yahudi yang digusurnya. Melihat sikap Gubernur yang berubah drastis itu dengan terheran-heran, Yahudi bertanya pada Amr bin ‘Ash tentang apa yang terjadi. Amr menjawab, “Ini adalah peringatan dari Umar bin Khattab agar aku selalu berlaku lurus (adil) seperti garis vertikal pada tulang ini. Jika aku tidak bertindak lurus maka Umar akan memenggal leherku sebagaimana garis horizontal di tulang ini.”

Begitulah ketegasan seorang pemimpin dalam negara Islam, dimana aturannya adil serta tidak semena-mena terhadap rakyat. Saat ini rakyat hanya membutuhkan aturan yang jelas, tidak lain aturan yang jelas dan berasal dari pencipta itu hanya ada dalam negara Islam. Saatnya mengembalikan aturan cemerlang di bawah naungan Khilafah di muka bumi ini, dengan cara meninggalkan aturan kufur yang merusak.[]

 

 

 

 

 

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.