21 April 2024
Pembakaran quran, sumber: google
53 / 100

Dimensi.id-Aksi bela Al Quran dilakukan kaum muslimin di dunia, sebagai bentuk penolakan dan kemarahan terhadap segala tindakan yang menistakan agama islam. Penistaan agama dengan membakar Al Quran,telah dilakukan oleh Rasmus Paludan dengan mendapat izin dan pengawalan polisi baik di Swedia maupun di Denmark.

Ramus Paludan adalah seorang ahli-Islam dan ketua Stream Kurs (Garis Keras), sebuah partai politik kecil sayap kanan Denmark. Ia yang juga warga negara Swedia, membakar Alquran di luar kedutaan Turki di Stockholm pada 21 Januari.

Selain itu, Palu Dan juga membakar Alquran di depan masjid, kedutaan Turki, dan konsulat Rusia di Kopenhagen, Denmark pada Jumat lalu. Dia berjanji untuk melakukannya setiap Jumat sampai Turki menyetujui keanggotaan NATO Swedia. Sebelumnya tahun  2019 Paludan juga pernah membakar AlQuran dengan dibungkus daging babi. Mengapa selalu terjadi dan terus berulang?

Kebebasan dan Islamophobia

Penghinaan terhadap islam baik ajaran maupun simbol-simbolnya, disebabkan karena Kapitalis dengan demokrasi kebebasan ekspresinya, mengizinkan tindakan apapun termasuk melecehkan agama lain. Hal ini bisa terjadi di negara manapun yang menerapkan demokrasi.Dalam demokrasi, hak asasi manusia dan toleransi adalah bualan semata.

Lalu mengapa pelecehan itu sering menyasar islam? karena kebencian barat telah berhasil menciptakan islamophobia, kebencian dan ketakutan tanpa dasar terhadap islam. Lantas bagaimana umat islam menyikapi hal ini?

Baca juga: Islamophobia di Balik Narasi Politik Identitas

Muslim dan Al Quran

Al Quran merupakan kitab yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Karena kitab ini adalah panduan manusia dalam menjalani hidup. Al-Qur’an dimaknai sebagai pedoman bagi umat Islam.

Syekh Abu Bakar mengutip sebuah ayat yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah pembawa kebenaran yang sebelumnya tidak diketahui manusia. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,” (QS. An Nisa: 105).

Menurut pendakwah Saudi Mahmoed bin Ahmed Al-Dosari, Al-Qur’an memuat 6.236 ayat yang secara lengkap dan menyeluruh membahas ibadah, keyakinan, pembelanjaan, prinsip, keputusan, perjanjian, hubungan negara Islam dengan negara lain dalam damai dan perang, kebijakan pemerintah dan keadilan sosial, kerjasama sosial dan segala sesuatu yang berkaitan dengan terciptanya masyarakat muslim dan terwujudnya kepribadian, akhlak, budi pekerti, ilmu pengetahuan yang utuh dalam berbagai aspek.

Dengan kata lain ajaran AlQuran adalah nafas hidupnya umat islam,cahayanya…tentu jika ada yang ingin merusaknya, tidak akan pernah berdiam diri. Namun sekedar marah tanpa solusi tidak akan pernah menghentikan penistaan ini. Harus ada tindakan yang menjerakan pada pelaku baik personal maupun negara.

Hari ini tindakan yang menjerakan negara-negara yang melecehkan islam adalah dengan memutus hubungan diplomatik dan mengirimkan pasukan negara muslim pada swedia. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw ketika terhadap Yahudi bani Qoinuqo’ juga Khalifah Sultan Abdul Hamid II yang mengultimaItum Inggris dan Perancis. Wallahua’lam Bisshowab. [AW]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.