21 April 2024
Motiivasi Menulis

Motiivasi Menulis

68 / 100

Dimensi.id-Kata demi kata terangkai menjadi kalimat yang bisa mewakili ide-ide yang tersimpan dalam pikiran hasil dari tangkapan panca Indra, kemudian terproses dalam pemahaman yang sudah tercerahkan dengan Islam. Ide-ide Islami biarkan terus mengalir membentuk satu paragraf. Gagasan demi gagasan membentuk satu tulisan yang siap untuk menginspirasi umat dengan Islam. Terus jaga ghiroh menulis, meskipun rasa bosan dan lelah sering menghampiri untuk mencoba melemahkan dan menghentikan semangat untuk terus menulis.

Sibuk Menulis?

Sering kesibukan harian dijadikan alasan untuk tidak menulis. Teruslah menulis karena dengan menulis waktu akan lebih berharga. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa ada goresan ide-ide Islami yang siap untuk mencerahkan pemahaman dan menginspirasi umat agar mau berubah dan hijrah dengan Islam secara kaffah. Lagi sendiri atau bersama, lagi senang ataupun susah bahkan saat banyak masalah, ide menarik bisa saja menghampiri pemikiran kita dan siap untuk diikat dan dijadikan satu tulisan.

Satu karya tercipta setelah pergulatan pemikiran antara fakta, masalah dan solusi Islami. Sebuah tulisan yang siap untuk mencerahkan pemahaman setelah bertemu dengan hujjah yang tidak terbantahkan bahwa Islam adalah kebenaran hakiki yang harus kita ambil untuk memecahkan seluruh masalah kehidupan. Jangan lelah untuk menyampaikan kebenaran Islam, meskipun terkadang harus mendapat respon yang menyakitkan, penolakan dan cibiran dari orang-orang yang membenci Islam.

Teruslah asah kemampuan dan pertajam analisis tulisan kita dengan hujah-hujah yang tak terbantahkan. Terus jaga ghiroh menulis dengan memgalirkan ide-ide Islami, meskipun terkadang rasa malas dan bosan mulai menggelitik perasaan untuk menghentikan tangan bergerak menuangkan ide-ide Islami. Ingatlah, hidup tidak lebih baik dengan berhenti menulis. Banyak waktu terbuang percuma tanpa memghasilkan sebuah tulisan sungguh merugi.

Menulis Membuat Pikiran Jernih

Padahal menulis akan menjadikan pikiran menjadi jernih. Lalu apa ruginya kebiasaan menulis terus dijaga. Ibarat air sumur yang terus dialirkan dan dimanfaatkan, akan menjadi jernih dan terus bertambah. Dengan menulis pemahaman kita akan bertambah kuat dan semakin jernih, dan mantap.

Kemampuan menganalisa masalah terus terasah dan semakin tajam dengan hujah tak terbantahkan menembus isi kepala dan mampu merubah pemahaman yang kufur dengan pemikiran yang lurus dan mulia bersumber dari ajaran Islam Kemampuan komunikasi juga terus meningkat dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kemampuan yang diperlukan untuk menyampaikan kebenaran Islam dalam dakwah.

Tidak hanya itu, ide islami yang kita bagi di sosial media bisa menginspirasi orang lain untuk hijrah dan berubah menjadi lebih baik adalah tabungan pahala untuk bekal nanti dalam kehidupan setelah mati. Kebaikan yang kau lakukan, kau sendiri yang menikmati.

Semua usaha dakwah lewat tulisan bisa menjadi tabungan pahala investasi, tanpa kau sadari akan menjadi penolong pada satu masa dimana harta tidak lagi berguna, teman dan keluargamu tidak lagi bisa memberikan pertolongan, kecuali amal kebaikan yang dilakukan iklhas untuk menggapai ridho Allah. Ternyata, tulisan yang kau tebar yang saat ini yang mungkin belum bisa memberikan imbalan secara materi, bisa jadi akan menjadi penolongmu di akhirat nanti.

Menulislah Kawanku

Untaian kata yang tetulis bisa menjadi tabungan pahala saat dibagi dengan yang lain di sosial media. Tidakkah ini nikmat luar biasa yang harus kita usahakan secara terus menerus agar menjadi bekal saat kita harus kembali menghadapNya. Semua orang bisa menulis, selama dia bisa menuangkan ide-idenya lewat kata-kata yang tersusun dalam satu kalimat, kemudian terangkai menjadi satu paragraf.

Tidak harus kuliah di perguruan tinggi untuk bisa menjadi penulis. Kemauan yang kuat untuk mengalirkan ide-ide yang menjadi isi kepala kita lewat tulisan merupakan hal terpenting yang harus terus diusahakan. Jangan takut untuk mencoba dan memulai dengan ide sederhana dari pengalaman kita. Pertama memang harus dipaksa, sehingga perlahan menjadi terbiasa, dan akhirnya tercipta satu karya yang siap untuk menginspirasi umat.

Ingatlah, semua kebaikan yang kita tebar pada hakekatnya kembali pada diri kita sendiri. Tetap semangat dalam kebaikan, karena semua kebaikan akan berbuah manis. Jadi ringankan langkah dan tangan kita untuk menggoreskan ide-ide islami yang menginspirasi dan mencerahkan pemahaman agar aliran pahala dan kebaikan terus menghampiri hidup kita. Kebaikan yang akan terus kita rasakan dari orang-orang yang tercerahkan pemahaman mereka setelah membaca tulisan kita, bahkan meskipun kita lagi hidup di dunia.[Dms]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.