3 Maret 2024
Dunia Aman Hanya dengan Sistem Islam
74 / 100

Dimensi.id-”Saat ini dunia membutuhkan rumah yang aman.” Demikianlah yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sesi kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 India, Sabtu, 9 September 2023. Dalam KTT tersebut, Jokowi pun menuturkan bahwa Indonesia mengharapkan supaya dunia menjadi satu keluarga besar yang saling membangun dan memiliki tujuan bersama untuk menciptakan kehidupan yang damai.

Jokowi mendorong agar stabilitas global dapat diciptakan oleh seluruh negara, seperti dengan menghentikan perang, bahu membahu dalam mewujudkan inklusivitas, serta berpegang teguh pada hukum internasional. Sebab, menurut Jokowi hanya ada 3 kunci untuk menentukan arah pembangunan dunia, yakni stabilitas, solidaritas dan kesetaraan. (Republika.co.id, 10/9/2023)

Faktanya ada banyak problem dunia yang membuat rakyat tidak aman, bahkan justru sengsara. Bukan hanya peperangan, namun juga kemiskinan ekstrem, kriminalitas, biaya pendidikan dan kesehatan mahal, dan masalah-masalah lainnya yang menjadikan rakyat tidak bisa hidup tenang. Menurut prediksi Bank Dunia pada bulan Oktober 2022 lalu, 7% atau sekitar 574 juta populasi global akan tetap hidup dalam kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 nanti. (Detiknews, 6/10/2022)

Sementara itu, Menurut laporan dari World Population Review, saat ini angka kriminalitas di dunia masih sangat tinggi. Di antara beberapa negara yang memiliki banyak aktivitas kejahatan adalah Venezuela, Papua Nugini, Afrika Selatan, Afganistan, Honduras, Trinidad dan Tobago, Guyana, Elsalvador, Brazil serta Zamaika. (Goodstats.id, 7/7/2022)

Konsekuensi Sistem Kapitalisme

Berkaca dari fakta-fakta di atas, maka pernyataan dunia membutuhkan rumah yang aman sejatinya tidak akan dapat menjadi solusi atas permasalah yang terjadi di dunia saat ini. Apabila tidak dibarengi dengan mencari akar penyebab utama kenapa dunia saat ini demikian tidak aman.

Jika ditelusuri secara mendalam, semua problematik yang membuat dunia tidak aman, sejatinya merupakan konsekuensi dari penerapan sistem kapitalisme-sekuler dan runtuhnya negeri Islam yakni Daulah Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1924.

Semenjak negara Islam runtuh dan sistem Islam (khilafah) dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk, umat manusia khususnya umat muslim di seluruh penjuru dunia terus mengalami berbagai rentetan peristiwa mengerikan, malapetaka, kenistaan, kesengsaraan dan penderitaan tiada henti. Begitupun dengan dunia secara umum, seluruh umat manusia lainnya di luar umat Islam pun mengalami kesengsaraan hidup yang sama.

Hal demikian terjadi karena sistem kapitalisme-sekuler yang menggantikan sistem Islam telah merusak seluruh tatanan kehidupan. Sistem ini terbukti menyengsarakan dan gagal memberikan keadilan dan perlindungan. Dan hal tersebut terjadi secara merata baik bagi muslim maupun nonmuslim.

Penerapan sistem kapitalisme-sekuler telah menimbulkan kerusakan dalam berbagai aspek kehidupan. Sistem inilah yang memicu terjadinya kemiskinan ekstrem, biaya hidup, pendidikan, dan kesehatan melambung tinggi tak terjangkau rakyat, serta berbagai masalah lainnya. Hal ini karena sistem ekonomi berbasis kapitalis memandang bahwa keuntungan materi bagi korporat adalah segalanya, sementara kesejahteraan masyarakat bukan prioritas.

Sistem ini juga yang telah menjadikan negara dan penguasa baik di negeri-negeri Muslim, maupun negara-negara lainnya di dunia abai mengurusi rakyatnya. Negara dan penguasa yang semestinya bertindak sebagai pelayan dan pengurus rakyat seolah tidak ditemui dalam sistem ini. Sebab, akidah sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) yang menjadi asas sistem kapitalisme, telah mengikis ketakwaan para penguasa. Sehingga mereka lupa akan tugasnya mengurusi rakyat.

Bukan hanya sistem kapitalisme-sekuler, kesengsaraan dan ketidakadilan pun ditimbulkan juga oleh ideologi lainnya yakni sosialis komunisme. Ideologi komunisme tak kalah jahatnya dibanding sistem kapitalisme sekuler. Bedanya, dalam sistem sosialis komunis agama dianggap candu, tuhan tidak diakui keberadaanya. Dalam hal pemerintahan, sistem sosialis komunisme berparadigma bahwa penguasalah yang memegang kendali atas rakyatnya. Rakyat harus tunduk pada titah penguasa.

Sistem sosialis komunisme pun mengadopsi paham sama rata, sama rasa yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, kondisi dan kemampuan manusia berbeda-beda, dan tidak mungkin disamakan. Di sisi lain semboyan sama rata sama rasa pun nyatanya hanya untuk rakyat kecil saja, bukan untuk para pemegang kekuasaan. Sehingga sistem ini pun tidak mampu menciptakan keamanan dan kesejahteraan yang sesungguhnya bagi rakyat.

Sungguh, sampai kapan pun permasalahan di dunia tidak akan dapat diselesaikan, selama dunia masih disetir oleh sistem buatan manusia (kapitalisme-sekuler maupun sistem sosialis-komunis). Karena itu, satu-satunya jalan agar kita bisa meraih rasa aman secara sempurna adalah dengan meniadakan sistem kapitalisme-sekuler ataupun sistem sosialis-komunis, kemudian menggantinya dengan sistem yang berasal dari wahyu Allah. Yaitu sistem Islam (Khilafah).

Dunia Aman Hanya dengan sistem Islam 

Sungguh, dunia hanya aman jika kita mau mengambil Islam sebagai ideologi dan menerapkannya secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Karena, sebagai agama sempurna, Islam bukan hanya agama yang mengatur ibadah ritual saja. Lebih dari itu, Islam adalah sebuah ideologi kehidupan, yang akan mampu memecahkan seluruh masalah yang membelenggu dunia ini.

Sejarah menunjukkan, berbagai futuhat (perluasan wilayah) yang dilakukan Islam ke negeri-negeri di luar Islam, mengakibatkan tersebar dan meratanya kesejahteraan rakyat. Pada saat itu, negara yang berideologi Islam mampu menjadi mercusuar dunia. Kesejahteraan, keamanan, ketenteraman, dan keadilan dirasakan rakyat secara merata. Bukan hanya dirasakan oleh penduduk muslim tapi juga nonmuslim secara keseluruhan.

Dalam hal ekonomi, ketika Islam diterapkan maka akan tercipta kesejahteraan. Seluruh kebutuhan pokok rakyat murah dan stabil. Jaminan sosial bagi masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan pun terpenuhi. Sehingga tidak ada lagi peluang untuk terjadi kemiskinan. Hal ini salah satunya sebagaimana yang terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selama beliau berkuasa, sangat sulit mencari penerima zakat. Karena seluruh rakyatnya hidup berkecukupan.

Menakjubkannya, selama masa kekhilafahan Utsmaniyah, tindak kejahatan yang tercatat hanya 200 kasus saja. Hal ini karena negara yang berideologi Islam akan menerapkan sistem sanksi tegas bagi setiap pelaku kejahatan. Sehingga peluang manusia untuk melakukan kejahatan akan tertutup rapat. Semesta pun aman, nyaman, manusia hidup dalam limpahan keberkahan dan kesejahteraan.

Semua ini menjadi bukti betapa hanya Islamlah satu-satunya sistem yang mampu menyejahterakan dan memberikan rasa aman kepada manusia. Islam pun mampu melindungi manusia dari segala bentuk ancaman, penderitaan dan seluruh masalah kehidupan.

Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa hanya sistem Islam yang mampu memberikan rasa aman bagi manusia dan dunia. Sungguh, dunia secara nyata membutuhkan tegaknya sistem Islam. Karena itu, memperjuangkan Islam kembali diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan merupakan keharusan bagi kita semua. Sebab, hanya dengan penerapan sistem Islam, dunia akan aman, falsafah satu keluarga pun bukan hanya sekadar jargon belaka. Wallahu a’lam bi ash-shawwab. 

Penulis : Reni Rosmawati (Ibu Rumah Tangga)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.