4 Maret 2024
Istiqomah dalam dakwah
61 / 100

Dimensi.id-Dakwah memang tidak mudah, dan pasti ada penghalang yang menghadang ditengah perjalannya. Itu semua juga dialami Rasullulah dan para sahabat, mulai dari penyiksaan, pemboikotan, sampai dengan fitnah keji. Mereka berusaha dengan berbagai cara agar langkah dakwah bisa dihentikan.

Namun, menyampaikan kebenaran Islam secara kaffah harus terus disampaikan dan tidak ada kompromi untuk membelokan kebenaran Islam karena itu adalah kewajiban, perintah Allah. Dalam surat Ali Imron ayat 104, umat Islam diperintahkan untuk mengambil jalan dakwah dengan menyeru pada kebenaran Islam, bukan kebenaran absurd dari hasil pemikiran manusia yang lemah dan sering salah.

Ali ‘Imran Ayat 104
وَلۡتَكُنۡ مِّنۡكُمۡ اُمَّةٌ يَّدۡعُوۡنَ اِلَى الۡخَيۡرِ وَيَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Penghalang dakwah itu juga kita rasakan saat ini mulai dari tawaran nikmat dunia sampai dengan ancaman dan framming negatif terhadap pengemban dakwah yang lurus. Semua dilakukan hanya untuk menghentikan dakwah ditengah masyarakat. Bagaimana agar dakwah terus berjalan Istiqomah, tidak goyah dan tidak terpengaruh, tapi bisa mewarnai, mempengaruhi dan merubah masyarakat jahiliyah menjadi beriman dan bertaqwa agar menjadi alasan terbukanya pintu berkah dari langit dan bumi.

Pertama, menyiapkan akidah yang kuat dan pemahaman keislaman pengemban dakwah yang mantap sebagai senjata dalam mengarungi kehidupan belantara ditengah masyarakat. Pemahaman yang menyimpang ditengah masyarakat adalah tabir yang harus dihilangkan yang bisa menutupi kebenaran Islam.

Pemahaman pengemban dakwah harus cemerlang sehingga mampu merubah dan menghancurkan apa saja yang menjadi penghalang dakwah. Dan hanya Islam yang bisa menjawab semua pertanyaan tentang hidup secara tuntas dan cemerlang.

Oleh karena pengemban dakwah tidak boleh lelah terus upgrade kemampuan dan pengetahuan tentang keislaman mereka, dan menjadikan Islam sebagai landasan berfikir serta satu-satunya solusi fundamental untuk semua masalah. Jangan tergiur untuk mengambil pemikiran dari luar Islam yang sering membelokkan tujuan dakwah.

Meskipun, tudingan radikal, intoleran dan pemecah belah umat terus saja dihembuskan pada kelompok dakwah yang menyerukan Islam secara kaffah oleh rezim yang membenci Islam, langkah dakwah tidak boleh goyah dan harus terus kuat menghancurkan penghalang dakwah agar masyarakat mampu melihat kebenaran Islam secara terang benderang.

Walaupun Sering skenario jahat dilakukan untuk menguatkan tuduhannya, pengemban dakwah tidak boleh mundur ataupun ragu dalam menapaki perjalan dakwah yang memang tidak mudah. Menyiapkan pengemban dakwah yang handal dengan berbagai pembinaan intensif harus terus dilakukan seperti apa yang dicontohkan Rasullulah terhadap para sahabat yang disiapkan untuk Marhalah dakwah kedua yakni berinteraksi dengan masyarakat.

Kedua, terus kontak ditengah masyarakat dengan penuh kesabaran tidak perlu marah dengan menggunakan kekerasan. Tugas pengemban dakwah hanyalah menyampaikan kebenaran Islam dengan jelas dan penuh hikmah, hasilnya serahkan pada Allah yang membolak-balikkan hati manusia.

Dengan terus berinteraksi dengan umat, kemampuan berdakwah pun akan terus meningkat, bukan diam dan mengasingkan diri. Terus tunjukkan kerusakan dan kedzoliman yang terjadi di masyarakat dan kedzaliman yang sudah dilakukan penguasa akibat tidak diterapkannya Islam secara kaffah. Ajak umat untuk berfikir jernih dalam melihat fakta kerusakan yang terjadi akibat diterapkan sistem demokrasi.

Kalau kita mau jujur siapa yang sudah banyak korupsi, menghabiskan uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri. Siapa yang sudah menumpuk hutang negara yang akan menjadi beban generasi. Siapa yang paling banyak menikmati sumber daya alam negeri yang kaya raya ini. Rakyat tetap harus bayar pajak dan memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. Penguasa menikmati uang rakyat, tapi lupa untuk mengurusi urusan rakyat. Semua itu terjadi karena politik dalam sistem demokrasi hanya untuk perebutan kekuasaan.

Apakah kelompok yang dituduh radikal, intoleran dan anti kebhinekaan yang sudah merugikan Negera? Malah mereka adalah orang-orang mukhlis yang memperjuangkan perubahan hakiki yang sering dihalang-halangi oleh rezim penguasa yang sudah merusak negeri ini.

Ketiga, menguatkan nafsiyah, mempertebal iman dan meningkatkan ketaqwaan pengemban dakwah agar langkahnya semakin mantab berjalan ditengah masyarakat.

Dengan pola sikap yang baik, pengemban dakwah bisa menjadi suri tauladan bagi yang lain dan tidak ada celah bagi mereka untuk mencari-cari kesalahannya. Untuk itu akan semakin mudah untuk menyampaikan kebenaran hakiki, yang bersumber dari ajaran Islam yang lurus dan mulia, jika pengemban dakwah punya perilaku yang baik dan mulia.

Sering mayarakat memperhatikan perilaku kita, daripada apa yang kita ucapkan. Bukankah dakwah menyeru pada kebenaran Islam secara kaffah diperintahkan dalam ajaran Islam, sehingga pengemban dakwah juga harus mampu menerapkan Islam dalam kehidupan mereka secara kaffah.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 208 kita diperintahkan untuk berislam secara kaffah, ” Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

Pemikiran sekuler adalah penghalang dakwah yang harus dihancurkan. Bukan menggunakan kekerasan tapi secara konsisten melakukan perang pemikiran dengan menunjukkan kelemahan dan kesesatan pemikiran sekuler yang ingin menghilangkan unsur agama dalam kehidupan.

Tebaran fitnah adalah tabir yang harus disibak agar cahaya kebenaran Islam bisa terpancar terang untuk mengubah pemikiran yang salah dan diganti dengan pemikiran yang benar, lurus dan mulia. Kesadaran mereka untuk berislam kaffah harus diwujudkan dengan perubahan mendasar dan menyeluruh pada pemikiran mereka. Ajak mereka berfikir tentang alam semesta, hidup dan manusia, dan dibalik tiga unsur tadi ada Al-khalik yang telah menciptakan semuanya.

Disamping Maha Pencipta, Dia juga Maha Pengatur yang menurunkan aturan terbaik untuk umat manusia. Allah SWT menurunkan aturan Nya melalui RasulNya untuk memperbaiki kehidupan manusia yang rusak agar kehidupan Islami yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud, bukan kehidupan sekuler yang hidup hanya untuk mengejar nikmat dunia yang semu dan menipu. [Dms]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.