2 Juni 2023
Perayaan Hari Natal
60 / 100

Dimensi.id-Bulan Desember biasanya ramai dengan isu toleransi. Isu toleransi ini berkaitan dengan perayaan hari natal yang sering kali direspon umat Islam dengan toleransi kebablasan. Seperti halnya mengucapkan hari natal, memakai atribut natal serta menghadiri langsung perayaan natal. Toleransi kebablasan ini akibat dari moderasi beragama. Moderasi mengajarkan seorang muslim untuk berlaku moderat.

Secara bahasa moderasi yang berarti pertengahan, adil atau imbang. Sedangkan secara istilah yang berarti tidak berlebihan atau tidak ekstrem. Sehingga dapat diartikan moderasi beragama yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem atau fanatik, baik ekstrem kanan atau ekstrem kiri. Dalam menjalankan moderasi beragama media sosial salah satu wadah untuk menyebarkan moderasi beragama. Contoh lain dari moderasi yang sering kita temui yaitu menyampaikan salam semua agama. Dalam moderasi beragama juga dilarang untuk berkata kasar dan bersikap radikal. Program moderasi beragama sendiri sudah menyasar sampai lingkungan pendidikan. Terbukti ketika ada mahasiswa yang memiliki pemikiran yang kritis dan menyampaikan Islam kaffah dianggap radikal.

Tujuan dari moderasi beragama diantaranya untuk menjaga eksistensi barat dan menyingkirkan orang-orang yang fanatik (faham Islam kaffah) sehingga umat saat ini tidak lagi memiliki identitas sebagai seorang muslim yang benar yang berlandaskan akidah Islamiyyah, Alasan lainnya kenapa moderasi dijalankan pemerintah karena sistem kapitalisme yang berasaskan manfaat/keuntungan semata.

Dampak yang sangat jelas dari program moderasi beragama bisa dilihat dari kaum pemuda saat ini yang sudah krisis identitas sebagai seorang muslim dan jauh dari pemikiran islam sehingga tidak bisa membentengi diri. Moderasi sendiri dikemas semenarik mungkin dengan alasan perbedaan agama, suku, budaya, dll sehingga rakyat harus memiliki sikap toleransi dan saling menghargai.

Untuk itulah solusi yang paling tepat dengan menjadikan akidah sebagai pondasi utama dalam menyelesaikan segala problematika.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa program moderasi dapat berdampak kepada pecahnya persatuan umat, meracuni akidah umat, melegalisasi pluralisme, islam hanya sebatas ritual ibadah dan terakhir sebagai alat untuk membungkam umat Islam.

Lantas bagaimana Islam memandang toleransi ?

Toleransi menurut islam artinya menghargai, tidak memaksakan, membiarkan mereka beribadah sesuai keyakinan mereka. Bukan menerima keyakinan yang bertentangan dengan Islam. Begitupun toleransi dalam Islam tidak memperbolehkan untuk ikut menggunakan atribut yang berhubungan dengan perayaan mereka karena benda tersebut mengandung unsur hadarah.

Dalam kondisi permasalahan umat saat ini seperti halnya moderasi, permasalahan pemuda, lgbt, korupsi, dll dikarenakan jauhnya umat Islam terhadap identitasnya sebagai seorang muslim yang menjalankan syariat Islam secara kaffah. Syariat Islam sendiri tidak bisa diterapkan dengan sempurna tanpa adanya nauangan negara Islam yaitu khilafah islamiyyah.

Penulis : Mahfudzah (Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.