20 Februari 2024

Dimensi.id-Sobat,  benarkah adzab, wabah atau masalah di dunia ini selalu dikaitkan dengan banyaknya perbuatan dosa atau maksiat yang dilakukan seseorang seperti cerita dalam sinetron adzab.   Sebaliknya,  limpahan rezeki berupa materi dan keberuntungan selalu dihubungkan dengan banyaknya kebaikan yang dilakukan seseorang. 

Benarkah dalam pandemi saat ini, orang yang terdampak dan terpapar covid-19 adalah orang tidak baik? Tentu tidaklah demikian karena musibah atau masalah yang ditimpakan pada seseorang adalah bentuk Maha Penyanyang Allah pada hambaNya agar mau menyadari atas semua kesalahan yang telah diperbuat.

Faktanya dalam  kehidupan ini,  banyak orang buruk dengan melakukan banyak kemaksiatan dan kedzaliman malah mendapatkan banyak keberuntungan sepanjang hidupnya.  Kita tentu ingat Fir’aun sepanjang hidupnya diliputi kesenangan dan kemewahan sehingga membuat dia lupa dan sombong bahkan berani menganggap dirinya sebagai Tuhan. 

Hidupnya berlimpah kemewahan dan hampir tidak pernah sakit sepanjang hidupnya.  Apakah dia orang baik?  Tentu tidak bahkan dia tercatat dalam al-Qur’an sebagai orang yang paling buruk karena kesombongan dan agar bisa diambil pelajar dari kisah hidupnya.

Atau contoh saat ini adalah pemimpin diktator Korea Utara yang sudah banyak berlaku dzalim pada rakyatnya,  tapi Allah tidak memberi hukuman saat dia berbuat kedzaliman  Hidupnya terlihat baik-baik saja karena Allah menunda adzab pedih yang pasti akan dirasakan  bagi siapa saja yang melampaui batas dalam kemaksiatanya. Itulah yang disebut istidroj,   Azab yang diundur undur Oleh  Allah.

Mungkin sering kita temukan, mereka memiliki harta yang berlimpah, padahal tidak pernah bersedekah. Rezekinya berlipat-lipat, padahal jarang sholat, tidak senang pada nasihat ulama, bahkan berani menghujat dan menistakan agama Allah dan rasullulah serta simbol pemersatu umat.

Mereka terus berbuat maksiat dan tidak takut adzab. Orang ini terlihat dikagumi,  dihormati dan diidolakan banyak orang, padahal akhlaknya tidak baik dan bangga mengumbar aurat dalam berpakaian. Sangat jarang diuji sakit,  padahal dosa-dosa Menggunung. TIdak pernah diberikan musibah, padahal dia sombong kayak Fir’aun dan sering meremehkan orang.

Hati-hati sobat dalam menilai seseorang.   Mereka yang dalam hidup sering ditimpa kemalangan  belum tentu orang jahat yang banyak melakukan kemaksiatan dan berbuat dzalim pada orang lain. Jangan silau ataupun iri pada mereka yang selalu mendapatkan yang diinginkan.  Untuk apa semua itu jika membuat dia lupa dan jauh dari rahmat Allah.   Hidup mereka terlihat aman-aman saja tanpa masalah dan berlipah materi dan kemewahan.   itulah yang dinamakan  Istidroj,  laknat bersampul rahmat.

Allah berfirman dalam al-Qur’an surat al-An’am ayat 44: “Maka, tatkala Mereka Melupakan Peringatan yang telah diberikan kepada mereka,   Kamu pun membukakan Semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka;  Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa nereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Rasulullah Juga pernah bersabda:

“Jika kamu melihat Allah memberikan dunia kepada seorang manusia pelaku maksiat, dengan sesuatu yang ia (pelaku maksiat) sukai,  maka sesungguhnya Itu adalah Istidroj.” (Hadits Riwayat. Ahmad)

Maka jangan silau dengan kesuksesan dan kemegahan yang ditampilkan seseorang.   Bisa jadi dia sedang mengalami Istidroj. Dan pada saatnya nanti,  Allah tiba-tiba  mencabut semua kenikmatan itu, tanpa dia sadari. Sebagai orang beriman yang dikasihi Allah maka Allah  akan selalu menjaga kita dari segala kemaksiatan,  tidak dibiarkan dalam kesesatan. Jadi kalau kita sudah beramal sholeh,  namun kita masih diberi ujian / cobaan, maka Itulah tanda kasih sayang Allah , pada hamba-hamba-Nya, berupa keringanan dosa dan menuju ampunan-Nya.[ia]

Penulis : Moch Efendi

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.