22 Februari 2024

Kementerian ESDM belum juga menurunkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi hingga saat ini. Padahal sejak 18 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta para menterinya mengkaji penurunan harga BBM dalam negeri seiring dengan anjloknya harga minyak mentah dunia. Sekarang harga minyak sudah jatuh hingga ke level USD 20 per barel.

Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak menurunkan harga BBM ketika harga minyak mentah merosot tajam dalam 3 bulan terakhir.

Dikutip dari globalpetrolprices.com yang mencatat harga bensin RON 95 di seluruh dunia, Singapura sudah beberapa kali menurunkan harga sejak pertengahan Februari dari USD 1,54 per liter menjadi saat ini USD 1,40 per liter. Laos juga sudah menurunkan harga dari USD 1,17 per liter pada pertengahan Februari menjadi USD 1,08 per liter.

Harga bensin RON 95 di Thailand pada pertengahan Februari masih USD 1,03 per liter dan sekarang tinggal USD 0,76 per liter. Filipina dari USD 0,97 per liter menjadi USD 0,79 per liter. Kamboja dari 0,96 per liter kini USD 0,65 per liter

Disaat pandemi Corona yang serba susah untuk memenuhi kebutuhan pokok. Rakyat setidaknya akan merasa terbantu dengan turunnya Harga BBM.

BBM memang mempunyai dampak yang signifikan terhadap kebutuhan pokok. distribusi merupakan hal yang penting dalam menetapkan harga. Sementara itu, distribusi sendiri tergantung pada transportasi darat yang menggunakan BBM.


Harga kebutuhan pokok yang pertama memang ditentukan dari suplai demand, yang kedua itu distribusi.


Saat pandemi Corona jika harga bahan kebutuhan pokok turun karena efek dari BBM turun ini akan sangat meringankan beban rakyat

Turunkan harga BBM
Harga minyak dunia tengah terjun bebas akibat pandemik Covid-19. Harganya berkisar di angka 33 dolar AS per barel hingga 24 dolar AS per barel.

Peristiwa ini seharusnya dimanfaatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk atur strategi menurunkan harga minyak nasional, sesuai dengan harga pasaran dunia. 

Begitu kata Direktur Institute Development Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/4).

Beliau juga mengatakan “Seharusnya harga BBM kita sudah turun, kan tiga bulan sekali ditinjau ulang. Jadi harus turun mengikuti perkembangan pasar. Kementerian ESDM juga seharusnya sudah melakukan evaluasi dan mengikuti perkembangan pasar,” ujarnya.

Tauhid mengatakan selama ini harga minyak selalu mengikuti perkembangan pasar. Pasalnya, minyak Indonesia ada yang dari impor, sehingga seharusnya pemerintah melakukan penurunan harga sesuai dengan pasar global.

“Harusnya turun harga, karena patokannya di pasar global. Ini belum turun,” tekannya.

“Ini tidak fair. Pemerintah tidak konsisten dalam penetapan harga BBM. Ini sudah lewat tiga bulan, maret. April ya harus sudah turun, kalau naik lagi ya disesuaikan,” demikian Tauhid. Rmol. Id.

Dalam sistem kapitalis penguasa terkesan membiarkan rakyatnya terlilit berbagai kesulitan, baik dalam bidang ekonomi,membiarkan rakyat miskin dan lapar. Ideologi ini menjadikan manfaat atau kepentingan sebagai nilai yang diagungkan dan dijadikan tolok ukur. Ditengah ideologi dan sistem politik seperti saat ini, mustahil kita mengharapkan akan muncul negarawan seperti Abu Bakar, Umar bin al-Khaththab,


Utsman Bingung affan, Ali bin Abi thallib. Negarawan seperti mereka hanya bisa dibentuk dalam sebuah institusi negara yang berideologi Islam. Pemimpin dalam sistem Islam akan sadar bahwa kekuasaan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

ISLAM hadir tentu tidak hanya sebagai agama ritual dan moral belaka. Islam juga merupakan sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problem kehidupan, termasuk dalam pengelolaan kekayaan alam. Allah SWT berfirman:

“Kami telah menurunkan kepada kamu (Muhammad) al-Quran sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri,” (TQS an-Nahl [16] : 89).

Menurut aturan Islam, kekayaan alam adalah bagian dari kepemilikan umum. Kepemilikan umum ini wajib dikelola oleh negara. Hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat secara umum.

Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu, swasta apalagi asing.

Di antara pedoman dalam pengelolaan kepemilikan umum antara lain merujuk pada sabda Rasulullah saw.: Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, rumput dan api. (HR Ibnu Majah). Kemudian, Rasul saw juga bersabda:Tiga hal yang tak boleh dimonopoli: air, rumput dan api. (HR Ibnu Majah).

Terkait kepemilikan umum, Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan hadis dari penuturan Abyadh bin Hammal. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Abyad pernah meminta kepada Rasul saw. untuk dapat mengelola  sebuah tambang garam. Rasul saw. lalu meluluskan permintaan itu.

Namun, beliau segera diingatkan oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, tahukah Anda, apa yang telah Anda berikan kepada dia? Sungguh Anda telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (mâu al-iddu).” Rasul saw. kemudian bersabda, “Ambil kembali tambang tersebut dari dia.” (HR at- Tirmidzi).


Jadi, menurut  aturan Islam, tambang yang jumlahnya sangat besar  baik  garam maupun selain garam seperti batubara, emas, perak, besi, tembaga, timah, minyak bumi, gas dan sebagainya, semuanya adalah tambang yang terkategori milik umum sebagaimana tercakup dalam pengertian hadis di atas.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya, Al-Mughni, sebagaimana dikutip Al-Assal & Karim (1999: 72-73), mengatakan, “Barang-barang tambang yang oleh manusia didambakan dan dimanfaatkan tanpa biaya seperti garam, air, belerang, gas, mumia (semacam obat), minyak bumi, intan dan lain-lain, tidak boleh dipertahankan (hak kepemilikan individualnya) selain oleh seluruh kaum Muslim sebab hal itu akan merugikan mereka,”

Sebagai konsekuensi keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, setiap Muslim, termasuk para penguasanya, wajib terikat dengan seluruh aturan syariah Islam. Karena itu semua perkara dan persoalan kehidupan, termasuk masalah pengelolaan sumberdaya alam, harus dikembalikan pada al-Quran dan as-Sunnah

Penulis : iyan s (Ketua Gema pembebasan Serang Raya)

Editor : Azkabaik

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.