4 Maret 2024
Kekurangan gizi
74 / 100

Dimensi.id-Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Kemenko PMK) menekankan pentingnya pemenuhan gizi keluarga guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditunjang dengan pemenuhan gizi seimbang dengan nutrisi yang optimal sehingga daya tahan tubuh keluarga khususnya anak-anak, diharapkan akan terjaga dengan baik. (m.republika.co.id)

Masih banyak penduduk di negeri ini yang tercatat masuk dalam data kemiskinan ekstrem, seperti Kota Surabaya. Dinas Sosial Surabaya mencatat, sedikitnya 23.532 warga di wilayah setempat masuk dalam data kemiskinan ekstrem, yang diketahui dari hasil pencocokan data melalui administrasi kependudukan. (jatim.antaranews.com)

Demikian pula di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan, persentase penduduk miskin di DIY per Maret 2022 sebesar 11,34 persen, yakni sebanyak 454,76 ribu penduduk miskin. (politik,rmol.id)

Sistem Kapitalisme Gagal Menyejahterakan

Kemiskinan masih menjadi problem utama di Indonesia yang belum terselesaikan, terlebih ditengah naiknya berbagai bahan sembako, seperti kenaikan harga beras, telur, tarif listrik, hingga kenaikan BBM, yang sudah pasti mendongkrak harga-harga lain. Ditambah dengan problem ekonomi pasca pandemi Covid-19, diantaranya lapangan pekerjaan yang makin sempit. Hal ini membuat kepala rumah tangga merasa kesulitan untuk memenuhi kebuthan perut dan gizi keluarganya.

Tak ayal seruan untuk memenuhi gizi di tengah kondisi tersebut disebut sebagai narasi tanpa empati. Sebab, masyarakat tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan gizinya di tengah kesulitan hidup yang melanda. Disisi lain, ini menunjukkan ketidakpahaman pemerintah akan realita yang sedang dihadapi rakyat, apalagi angka stunting masih sangat tinggi. Negara seharusnya peduli dan memberi solusi atas persoalan ini.

Baca Juga : Atasi Stunting dengan Mengundang Asing?

Tidak terpenuhinya gizi keluarga dan anak yang dipicu oleh kemiskinan masyarakat sejatinya adalah efek dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini gagal  menjamin kesejahteraan masyarakat individu per individu. Sistem ini telah menyerahkan pengelolaan distribusi kebutuhan rakyat pada swasta/korporasi, sehingga pelayanan diberikan sesuai dengan harga yang dibayarkan. Sementara negara hanya bertindak sebagai regulator yang memuluskan bisnis korporasi.

Sistem ekonomi kapitalisme juga salah kaprah memandang distribusi kebutuhan pokok rakyat. Sistem ini memandang bahwa distribusi adalah tersedianya pasokan kebutuhan pokok rakyat sesuai dengan jumlah masyarakat, terlepas kebutuhan tersebut mampu terbeli/terserap oleh seluruh rakyat atau tidak. Padahal, satu saja individu masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, berarti negara telah gagal melakukan distribusi pangan kepada rakyatnya.

Islam Solusi Hakiki

Dalam sistem Islam, indikator keadilan dan kesejahteraan dalam negara adalah terjaminnya kebutuhan pokok setiap individu masyarakat tanpa terkecuali. Secara praktis, negara Islam akan menempuh dua cara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, yaitu melalui mekanisme langsung dan tidak langsung. Mekanisme langsung, berlaku untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa jasa. Sementara pemenuhan kebutuhan pokok berupa barang dijamin dengan mekanisme tidak langsung.

Pertama

Negara wajib memberikan pelayanan langsung berupa jasa, yakni pelayanan kesehatan, pendidikan dan keamanan. Jaminan atas pelayanan ini harus diberikan secara gratis. Karena ketiganya termasuk dalam kebutuhan dasar rakyat. Negara juga wajib menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk pelayanan jasa tersebut, seperti pengadaan rumah sakit dan segala infrastrukturnya, sarana pendidikan dan semua perlengkapannya, dan sarana perlindungan keamanan beserta perangkat hukumnya. Inilah yang disebut mekanisme langsung.

Kedua

Mekanisme tidak langsung, untuk menjamin kebutuhan pokok rakyat ditempuh dengan cara menciptakan kondisi dan sarana yang dapat menjamin kebutuhan pokok tersebut, diantaranya negara akan memberikan lapangan pekerjaan yang layak bagi semua kepala rumah tangga yaitu laki-laki. Jika individu tersebut tidak sanggup bekerja, maka ahli waris berkewajiban memenuhi kebutuhan pokoknya. Jika tidak ada ahli waris yang mampu memenuhi kebutuhannya, maka negara berkewajiban memenuhinya melalui kas baitulmal.

Demikianlah mekanisme penemuhan kebutuhan dalam sistem Islam, Jika kebutuhan primer terpenuhi, maka gizi keluarga dan anak tentu bisa tercukupi. Jika akses ekonomi dan pendidikan mudah, maka kualitas SDM akan meningkat dan orang tua akan memahami terkait pengetahuan dan tata cara memenuhi gizi dan nutrisi anak. Semuanya hanya dapat diwujudkan bila sistem Islam kaffah yang diterapkan. Wallahu a’lam bi ash showwab. [Dms]

Penulis : Hamzinah (Pemerhati Opini Medsos)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.