20 Februari 2024
Remaja
62 / 100

Dimensi.id-Kekinian, pergaulan bebas menjadi hal lumrah dikalangan anak muda. Kesucian menjadi begitu murah dan mudah direnggut lelaki hidung belang. Mahkota keperawanan tergadaikan demi cinta buta yang menghancurkan masa depan. Sistem sekulerisme secara nyata telah merusak masa depan generasi bangsa. Berbagai media diserang agar pemuda jatuh pada nafsu yang menghinakan.

Fakta ini dapat kita lihat salah satunya melalui hasil survei Lembaga Pemerhati Masyarakat (LEMPEMA) pada Tahun 2014-2016. Survei tersebut diperoleh dari 700 orang responden yang terdiri dari 200 pelajar SMP/MTs, 200 siswi SMA/SLTA/MA, 200 mahasiswi dan 100 remaja putri putus sekolah di Banjarmasin. Hasil survei menunjukkan bahwa 65 persen responden remaja putri mengaku pernah berhubungan seksual, sedangkan remaja pria angka persentasenya sedikit lebih besar.

Beberapa faktor yang mendorong mereka melakukan hubungan di luar nikah yaitu kurangnya pemahaman agama sejak dini, kurangnya kasih sayang orang tua, pergaulan bebas dan faktor ekonomi (suarakalimantan.com 04/12/2022).

Selain itu, dari 700 responden, 50 persen mengaku melakukan aktivitas melanggar syariat tersebut di tempat kos partner prianya, 20 persen di tempat kos sendiri, 25 persen di losmen atau hotel kelas melati, dan 5 persen di tempat lain, rumah, atau tempat wisata (suarakalimantan.com 04/12/2022).

Kasus seks bebas ini juga terjadi pada seorang remaja putri dengan inisial Diang berusia 17 tahun di Desa Sari Utama, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Berdasarkan penuturan dari orang tua Diang, didapati putrinya melahirkan bayi dari hasil hubungan gelap dengan seorang laki-laki bernama Eko Setiyo yang berusia 21 tahun (suarakalimantan.com 08/10/2022)

Fakta ini juga dipertegas dengan maraknya warga Banjarmasin yang terindikasi HIV, dari testing dan screening yang dilakukan Dinas Kesehatan Banjarmasin sejak Januari hingga Juli 2022 kepada 7.809 orang ditemukan 59 berstatus reaktif, data ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, M. Ramadhan juga menyampaikan bahwa meskipun 59 orang tersebut berstatus reaktif, namun belum tentu positif HIV, pengecekan harus didiagnosis secara pasti melalui pengecekan lanjutan (radarbanjarmasin.jawapos.com 19/09/2022).

Kondisi pemuda saat ini begitu memprihatinkan. Pergaulan bebas menjadi makanan sehari-hari yang tidak dapat ditinggalkan. Kerusakan terjadi dalam segala lini kehidupan. Sadar atau tidak generasi bangsa telah diracuni oleh pemikiran ala barat yang jauh dari syariat. Bukan tidak mungkin, jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, masa depan bangsa tidak dapat tertolong. Negeri ini akan mengalami masa-masa kritis bak orang yang sedang koma dan meregang nyawa.

Sistem sekuler merupakan akar permasalahan yang telah merusak masa depan anak bangsa. Sistem inilah yang memberikan peluang dan pintu selebar-lebarnya bagi pemuda untuk melampiaskan fitrah manusiawinya melalui jalan yang salah yaitu seks bebas.

Sistem sekuler membawa pemikiran pemuda agar menormalkan pergaulan bebas, gonta ganti pasangan, pacaran sesama jenis maupun dengan lawan jenis, dan mengganggap hubungan diluar nikah hal biasa. Berbagai media digunakan kaum barat untuk mempromosikan kebudayaan sekuler, baik dari segi food, fun, fashion, dan film. Padahal, dari sanalah awal mula rusaknya masa depan bangsa dan turunnya bala Allah Swt.

Pada dasarnya manusia memang diberikan Allah Swt. gharizah nau yaitu fitrah untuk melestarikan keturunan. Fitrah inilah yang menimbulkan rasa kasih sayang, cinta, maupun menyukai orang lain. Namun fitrah ini harus dikendalikan secara tegas melalui aturan agar tidak membawa kerusakan bagi pelaku maupun orang lain. Gharizah nau harus diarahkan melalui jalan yang diridhoi Allah Swt yaitu pernikahan.

Sistem sekuler nyatanya membawa fitrah ini melalui jalan yang salah. Para pemuda didorong untuk menyalurkan rasa cintanya kepada lawan jenis tanpa ikatan yang halal. Berbagai media digunakan untuk memancing para pemuda untuk melakukan seks bebas, maka wajar jika angka korban seks bebas kian meningkat.

Berbeda dengan pengaturan sistem pergaulan dalam Islam. Islam memberikan seperangkat peraturan yang dapat mengarahkan gharizah nau melalui jalan yang mulia. Para pemuda diajarkan agar mampu memahami dan menerapkan tata cara pergaulan di dalam Islam. Islam tidak memperbolehkan laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom berteman secara bebas, tidak boleh adanya ikhtilat apalagi khalwat.

Para muslimah yang telah baligh harus menutup aurat sesuai syariat, dengan begitu ia akan lebih mudah dikenali dan membantu kaum pria untuk menundukkan pandangan. Jika mereka sudah siap untuk menikah, memiliki bekal untuk membangun rumah tangga dan siap memikul tanggungjawab sebagai suami atau istri, maka sebaiknya laki-laki dan perempuan tersebut mengikat hubungannya secara sah di mata agama.

Begitulah cara Islam menjaga hubungan laki-laki dan perempuan. Apabila negara menerapkan Islam secara sempurna, maka segala permasalahan pemuda dapat diselesaikan secara tuntas. Wallahu a’lam [Dms]

Penulis : Rusdah, S.Ak (Pegiat Pena Banua dan Aktivis Dakwah)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.