5 Juni 2023
TV Digital
62 / 100

Dimensi.id-Pagi itu menyalakan TV tapi ternyata hilang gambar dan tersisa semut-semut kecil yang menghiasi layar kaca. Kaget dan bingung karena kurang update tentang kapan akan ada peralihan dari TV analog ke TV digital. Siapa yang punya pengalaman yang sama?

Ternyata Indonesia sudah memasuki era siaran digital per 3 November 2022. Per tanggal itu, terdapat 230 kabupaten dan kota yang sudah migrasi ke siaran digital, antara lain adalah Jabodetabek, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Meranti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Bagaimana kesiapan masyarakat akan peraturan pemerintah ini? Walaupun Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfidz MD mengklaim sebanyak 98% masyarakat siap beralih pada kenyataannya hal ini masih menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat. Karena disaat ekonomi sulit dan kebutuhan yang serba naik masyarakat harus terbebani lagi oleh perkara TV digital ini sebab untuk mengakses TV digital diperlukan Set Top Box yang harus dibeli oleh masyarakat.

Sungguh perubahan ini tidak banyak menguntungkan rakyat tapi lebih tepatnya memeras rakyat untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dengan pengadaan STB tersebut. Sudah dipastikan dengan perubahan ini akan mendorong produksi STB dan menguntungkan korporasi. Jelas sekali penguasa hanya berpihak pada korporasi bukan rakyat.

Inilah sistem sekarang  dimana kapitalisme yang berkuasa ada di tangan kapital, sistem ekonomi bebas tanpa batas yang didasarkan pada keuntungan, di mana masyarakat bersaing dalam batasan-batasan ini. Terdapat tiga unsur penting dalam kapitalisme: pengutamaan kepentingan pribadi (individualisme), persaingan (kompetisi) dan pengerukan kuntungan. Individualisme penting dalam kapitalisme, sebab manusia melihat diri mereka sendiri bukanlah sebagai bagian dari masyarakat, akan tetapi sebagai “individu-individu” yang sendirian dan harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. “Masyarakat kapitalis” adalah arena di mana para individu berkompetisi satu sama lain dalam kondisi yang sangat sengit dan kasar.

Pernyataan tersebut bisa dirasakan, masalah yang mendasar dalam ekonomi kapitalis adalah kebebasan keinginan individualisme yang melampaui batas dan memusatkan perhatian pada materialisme, ketidakadilan, kepuasan atau utilitas yang tak berguna dan ketidaksejahteraan kehidupan ekonomi yang didasarkan pada pengerukan keuntungan.

Islam  memberikan ajaran bahwa Tuhan hanyalah satu, yaitu Allah subhanahu wata’ala (swt). Ketentuan atau aturan main di mana manusia menjalani dan mengelola  sistem dalam dimensi akidah, syariah dan akhlak. Islam adalah syariah yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah yaitu hubungan manusia dengan Allah  SWT dan hubungan manusia dengan sesama makhluk ciptaan Allah khususnya manusia .

Aktifitas ekonomi Islam dilahirkan pada zaman Nabi Muhammad saw dan khilafah antara lain perdagangan, pertanian dan industri. Kegiatan ekonomi tersebut memiliki ciri kejujuran, keikhlasan, keadilan atau keseimbangan, kemashlahatan dan kesederhanaan dalam tingkat permulaan. Oleh karena itu, ketika Islam datang, Nabi Muhammad saw membina aturan main moral dan akhlak terhadap organisasi (player) produsen, konsumen dan distributor dalam melakukan kegiatan ekonomi. Dalam Sistem Islam segala hal yang menjadi hajat hidup orang banyak akan dikelola oleh negara yang bisa dimanfaatkan oleh rakyat dengan mudah termasuk diantaranya tentang teknologi yang selalu terus berkembang. Karena penguasa bekerja atas dasar keimanan maka akan selalu menjaga dan mengurus rakyat dengan benar, tidak malah membebani rakyat seperti sistem saat ini.

Wallahu’alam bishowab.

Penulis : May Siti Maryati (Aktifis Dakwah)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.