4 Maret 2024
62 / 100

 

Bandung kini tak hanya dikenal sebagai kota kembang, tapi Gotham city. Iya, kotanya Batman yang gelap dan penuh kriminalitas. Bagaimana tidak, Bandung bukan lagi dikenal karena keramahan, keindahan alam, kuliner juga tempat wisatanya, tapi kini bertambah dengan geng motor, begal dan vandalismenya. Sampai membuat orang khawatir jika datang ke Bandung tengah malam.

Mencekam karena Begal

Dilansir dari akun Instagram infobandungraya, tanggal 19 Juni 2023 yang lalu telah terjadi pembegalan di Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Bandung. Kepolisian menemukan sebilah golok dan motor sebagai barang bukti.

Bukan yang pertama terjadi, awal bulan Mei tepatnya tanggal 7 Mei 2023 dini hari, diinfokan telah terjadi pelemparan batu ke kaca sebuah mobil. Kemudian, mobil tersebut dibegal oleh pengendara motor yang tak dikenal. Tahun 2021 pun terjadi kasus yang sama di wilayah yang sama, pelemparan batu pada kendaraan roda empat hingga korban meninggal dunia.

Data pun menunjukkan bahwa kota Bandung mendapat predikat dengan kasus kekerasan tertinggi di Jawa Barat, bulan Februari lalu. Terjadi juga aksi teror yang dilakukan oleh geng motor. Dalam semalam terjadi dua teror di Jalan Soekarno Hatta depan apartemen Panoramic, dan pengeroyokan di Terusan Jalan Jakarta Antapani pada bulan Mei kemarin.

Inna lillahi, sedih dan takut jadinya. Bandung kini tak lagi sama. Kejahatan berkeliaran dimana-mana, membuat suasana jadi mencekam.

Akibat Salah Gaul

Alasan banyaknya anak muda yang tergabung dalam geng motor sudah pernah disampaikan oleh pihak kepolisian. Dilansir dari laman Jabar.genpi (15/5/2022), Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapkan bahwa anak-anak yang bergabung dengan geng motor masih memiliki emosi kurang stabil sehingga timbul keinginan menganggu kamtibmas.

Bukan hanya remaja, tapi kini sudah banyak anak di bawah umur yang bergabung dengan geng motor. Tak jarang mereka nongkrong sambil menenggak miras atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Tak jarang pula mereka main senggol bacok pada masyarakat yang melihat, mengingatkan. Apalagi pada geng lain yang menurut mereka mengganggu.

Inilah fakta hausnya para pemuda kini dengan pengakuan. Ingin diakui hebat, kuat, keren, mereka nekat menyakiti orang, merampas harta orang. Inilah potret Buram gagalnya sistem pendidikan saat ini membentuk para pelajar. Boleh jadi nilai akademisnya baik, tapi tingkah lakunya jauh dari sopan santun dan akhlaqul karimah lainnya. Sebagaimana semakin maraknya kasus penganiayaan dan bullying di sekolah kini.

Inilah hasil dari penerapan sistem sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Banyak muslim yang tak kenal dan tak paham ajaran agamanya sendiri. Jauh dari Allah, jauh dari petunjuk, hingga diri merasa hampa dan mencari cara untuk mengisi kekosongannya dengan aktivitas-aktivitas yang keliru. Yang ada hanya kebahagiaan semu. Bahagia saat kumpul bersama, saat menegak miras, memakai obat, membegal tapi kembali hampa saat semuanya selesai.

Islam Selamatkan Generasi

Bandung merupakan salah satu kota agamis di Indonesia. Bandung memiliki banyak pesantren, banyak ustadz dan Ustadzah ternama pun berasal dari Bandung. Sebutlah Aa Gym, Yusuf Mansur, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, wajar jika kita mencari solusi dalam agama Islam.

Sebetulnya islam sudah memiliki aturan super lengkap untuk mengatur kehidupan manusia. Mulai dari pencegahan hingga penanggulangan juga hukumannya.

Islam mengakui bahwa setiap insan memiliki naluri eksistensi diri. Inilah naluri yang Allah titipkan agar bisa menjadi potensi dalam hal kepemimpinan dan amal sholeh. Jadi, hadirnya naluri ini tidak salah dan tak perlu dikubur. Melainkan, naluri ini harus diarahkan agar bisa disalurkan sesuai dengan syariat Allah.

Lihatlah dalam Al qur’an, Allah mewajibkan kita untuk melakukan aktivitas amar makruf nahi munkar. Aktivitas ini butuh keberanian, percaya diri, untuk itulah naluri eksistensi diri hadir. Orang akan berani untuk bicara, menegur karena ini adalah tuntutan kewajiban dari Allah. Yang jika ditinggalkan akan membuat kita berdosa.

Bukan hanya itu, Rasul pun mengingatkan dalam hadistnya, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” (HR. Ahmad)

Hadist di atas akan memotivasi muslim untuk mengerahkan semua potensinya yang ada agar bisa bermanfaat bagi yang lainnya. Tak ada waktu untuk kongkow menceritakan perempuan, tak akan pula terpikir untuk menyakiti orang lain karena semua berlomba untuk jadi manusia yang bermanfaat.

Lihatlah Imam Syafii yang sudah mantap berfatwa diusia 18 tahun, Muhammad Al Fatih sudah membebaskan Konstantinopel di umur 21 tahun, dan masih banyak kisah lainnya. Inilah potret pemuda yang sadar akan potensi titipan Allah dan memaksimalkan potensinya untuk agama Allah.

Muslim yang sadar akan kewajiban ini tak akan sibuk meminta pengakuan dari orang lain. Justru kita senantiasa diingatkan untuk ikhlas dan lillah dalam beramal. Karena yang muslim harapkan bukan balasan dari manusia, puja puji dan sorak sorai tapi pahala dan surga yang kekal dari Allah swt.

Tentu butuh peran sistem pendidikan islam untuk membentuk mental manusia yang demikian. Penanaman nilai dan tsaqofah lewat kurikulum islam akan dilakukan. Didampingi dengan kebijakan media yang akan terus dijaga agar tidak menginspirasi pada kriminalitas. Jika sudah dijaga pun masih terjadi kekerasan, maka hukum Islam siap diterapkan.

Islam mengenal qisas. Mata dibayar mata, tangan dibayar tangan. Jika korban ikhlas memaafkan pelaku, maka pelaku wajib membayar diyat sesuai dengan perilakunya.

Jika alasan pembegalan karena faktor ekonomi, maka Islam mewajibkan negara untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan setiap warganya. Dari sini, maka alasan kesulitan ekonomi takkan menjadi motivasi kriminalitas.

Inilah islam yang Allah turunkan secara sempurna pada kita. Islam yang jadi bukti cintanya Allah pada kita. Islam yang hadir untuk menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Semuanya bukan hanya teori bahkan sudah terbukti kegemilangan penerapannya berabad lamanya sejak masa Rasul dan sahabat. Bukankah sudah waktunya kita kembali ke pangkuan Islam agar hidup tentram dan damai, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat sana. Insyaallah.

Wallahua’lam bish shawab.

 

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.