21 April 2024
62 / 100

 

Dimensi.id-Bandung sedang tidak baik-baik saja. Bencana banjir menimpa berbagai wilayah di Bandung. Banyak warga jadi korban. Bukan hanya bencana akibat sampah dan buruknya penyerapan air sehingga banjir. Bandung juga masih diteror oleh begal, rampok, termasuk maling.

 

Maling di Arcamanik

 

Beberapa waktu yang lalu, Viral di media sosial video maling yang sukses membawa kabur uang, gawai dan minyak goreng satu kerat di Jalan Mekarjaya Arcamanik. Dilansir dari laman Tribun Jabar (6/1/2024), berdasarkan rekaman CCTV pada hari Jum’at tanggal 29 Desember 2023, terlihat dua orang mengenakan sepeda motor berhenti di rumah korban yang merupakan warung.

 

Setelah memastikan situasi aman, salah seorang pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil uang cash sebanyak Rp. 28 juta, sebuah gawai dan satu kerat minyak goreng kemasan.

 

Tentu bukan jumlah yang kecil, apalagi rumah korban merupakan tempat usaha. Salah satu jalan yang digunakan untuk mengais rezeki, dan mencari nafkah. Dengan hilangnya uang dan barang yang diambil maling, tentu akan berdampak pada keluarga korban.

 

Lingkungan sekitar pun akan menjadi lebih waspada, khawatir terjadi insiden yang serupa. Hasilnya, hilanglah rasa aman di tengah masyarakat. Apalagi kasus kejahatan di Bandung bukan hanya ini. Berdasarkan data yang dicatat Polrestabes Bandung, tindak kejahatan di Bandung mengalami peningkatan dari tahun 2022.

 

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Budi Sartono mengatakan, ada 3.382 kasus pidana di Bandung sepanjang 2023. Kasus pidana ini didominasi oleh curanmor. (pikiran-rakyat.com, 31/1/2024)

 

Kapitalisme Sumber Pening

 

Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Mulai dari kondisi iman individu yang lemah, sehingga nekat membobol rumah orang. Tega mengambil harta orang lain, tak memikirkan bagaimana nasib korban. Pelaku hanya fokus memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri.

 

Kedua, standar hidup sukses yang bersandar pada materi. Saat ini semuanya diukur dengan materi. Orang dianggap sukses setelah punya rumah mewah, kendaraan mewah, dan lainnya yang mewah. Sehingga banyak yang stress dan frustasi ketika ditakdirkan tidak memiliki materi yang melimpah. Jalan pintas dengan maling, mencuri, merampok, begal juga korupsi jadi Solusi untuk bisa mendapat materi melimpah.

 

Ketiga, himpitan hidup yang kian berat. Tak dimungkiri, semakin hari harga kebutuhan semakin mahal. Sementara lapangan pekerjaan kian sulit, gajinya pun pas-pasan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2023 ada sekitar 3,88 juta penduduk miskin di Jawa Barat. Sementara yang kaya bertambah kaya misalnya para kepala daerah di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023 yang bersarkan laporan LHKPN hartanya melimpah bahkan ada yang mencapai Rp32.734.891.896.

 

Inilah potret buruk penerapan sistem kapitalisme sekularisme yang membuat pening kepala. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan membuat manusia jauh dari iman dan aturan Tuhan. Tak peduli lagi mana halal dan haram. Inilah buah busuk penerapan sistem yang mendewakan manfaat dan keuntungan materi semata. Semua dilabrak demi bahagia sesaat apapun jalannya.

 

Inilah kelamnya kapitalisme yang menambah dalam jurang antara si kaya dan si miskin. Mereka yang kaya akan terus bergelimang harta karena koneksi dan kuasa. Sementara yang miskin kian terpuruk di tengah kemiskinannya.

 

Islam Jaga Keamanan

 

Potret yang sangat berbeda ketika Islam, syariat yang Allah turunkan, diterapkan sebagai sistem kehidupan. Sistem Islam bersandar pada Alquran dan sunnah. Ia aplikasi dari perintah Allah untuk berislam secara kaffah.

 

Maka, setiap sendi kehidupan akan dijaga dengan benteng iman pada Allah. Baik itu secara individu, keluarga, masyarakat hingga negara. Standar halal haram akan selalu terngiang dalam diri manusia setiap beraktivitas. Penanaman keimanan ini dijaga dengan penerapan kurikulum pendidikan berasaskan akidah Islam, adanya budaya amar makruf nahi munkar di tengah masyarakat, juga penjagaan dari konten yang beredar di tengah masyarakat.

 

Kedua, Rasul mengajarkan pada kita bahwa dunia itu hina. Bahkan, Umar bin Khattab pernah berdoa untuk meletakkan dunia di tangan bukan di hati. Karena sadar, bahwa dunia hanya wasilah untuk ibadah pada Allah. Ia jadi nikmat ketika membuat kita mendekat kepada-Nya. Namun, ia berubah jadi musibah ketika justru menjauhkan kita dari Allah.

 

Sehingga sukses dalam islam tidak diukur dari pencapaian materi. Dengan berbekal ilmu dan iman, muslim akan sadar bahwa materi hanyalah bekal. Tak perlu berkecil hati jika diberikan kesempitan hidup karena itu bisa jadi jalan Allah agar kita dimudahkan masuk surga. Yang Allah titipkan harta melimpah pun tak lantas jumawa dan takabur, tapi mengoptimalkan kekayaannya untuk amal sholeh. Sebagaimana yang dicontohkan Utsman bin Affan yang menyedekahkan sumur yang ia beli di tengah musim kemarau, juga menyedekahkan hartanya untuk perlengkapan peperangan di jalan Allah.

 

Ketiga, Islam mewajibkan untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan setiap rakyatnya. Untuk merealisasikan hal ini, negara akan membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat khususnya para tulang punggung keluarga. Negara juga akan menyediakan berbagai fasilitas dengan harga terjangkau oleh rakyat. Bisa jadi negara akan membebaskan rakyat dari membayar semua kebutuhannya. Ini bisa diwujudkan dengan topangan penerapan sistem ekonomi islam. Salah satunya hadist yang menyatakan bahwa kaum muslim berserikat dalam air, api dan padang gembala.

 

Dari hadis tersebut saja, Allah menetapkan semua kekayaan alam yang melimpah seperti sumber air, pertambangan dan padang rumput haram dikuasai oleh personal atau swasta. Allah mensyariatkan ketiga bentuk kekayaan alam itu milik umat. Negara akan membantu untuk mengelolanya dan menyerahkan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

 

Inilah indahnya penerapan Islam secara paripurna yang telah dilakukan sejak masa Rasul hingga tahun 1924. Sejarah mencatat kegemilangan penerapannya, Allah pun menjanjikan kembali berjayanya Islam kelak. Dengan penerapan Islam secara kaffah otomatis aktivitas maling dan sejenisnya akan berkurang drastis bukan hanya di Arcamanik, bukan hanya di Bandung, tapi di seluruh bumi Allah.

 

Wallahua’lam bish shawab.

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.