21 April 2024
74 / 100

 

Oleh. Latifa Nur Aini

 

Dimensi.id-Kenakalan remaja masih menjadi masalah bagi negeri ini. Baru-baru ini, sebanyak 12 remaja diamankan pihak kepolisian karena diduga akan tawuran di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. (tangerangnews.com, 24/03/2024) Miris memang. Di tengah umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan, kenakalan remaja masih saja muncul. Kalau sudah seperti ini, adakah solusi untuk mengatasi masalah ini?

Faktor Penyebab Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial dan adat istiadat dalam bermasyarakat. Kenakalan ini mungkin dianggap wajar, karena masa remaja juga sering dianggap sebagai masa pencarian identitas diri. Mereka mulai berusaha menjelaskan siapa dirinya apa dan bagaimana dia perannya di lingkungan masyarakat.

Kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia biasanya didominasi oleh kalangan sekolah menengah atau bahkan sederajat. Hal ini terbukti dari fakta yang beredar di masyarakat luas bahkan kasus kenakalan remaja yang tidak lain adalah pelajar SMP atau SMA.

Kenakalan ini terjadi karena kurangnya kesadaran di dalam diri mereka pada usia ini. Seseorang masih dikatakan labil emosi yang belum terkontrol dan mudah terpengaruh oleh pergaulan dan lingkungan sekitar. Rasa ingin tahu yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan seseorang mencoba hal-hal baru yang masih asing dan belum pernah dicoba sebelumnya. Pada usia ini mereka masih sangat sulit untuk berpikir jernih dan panjang tentang apa saja dampak negatif dan masalah yang akan terjadi setelahnya.

Bentuk dari kenakalan remaja yang sering terjadi di Indonesia adalah tawuran antar pelajar, pengguna obat terlarang atau narkoba, pesta minuman keras, pencurian, perampokan, dll. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor yang mempengaruhi aksi tersebut. Salah satunya adalah faktor keluarga yang tidak harmonis sehingga mereka terjerumus ke hal-hal yang negatif. Namun, banyak yang berpendapat bahwa keluarga bukan faktor utama seseorang melakukan tindakan kenakalan remaja melainkan adalah faktor pergaulan atau teman sepermainan

Teman sepermainan memiliki pengaruh yang paling kuat terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sering kali pergaulan mengubah jati diri seorang remaja yang awalnya pendiam menjadi pembangkang. Yang awalnya betah di rumah menjadi sering keluar rumah banyak untuk berkumpul dengan teman-temannya.

 

Baca juga : https://dimensi.id/kerusakan-moral-generasi-buah-sistem-pendidikan-rusak/

 

Solusi Kenakalan Remaja

Solusi dari permasalahan tersebut yang utama adalah dengan menjalin hubungan yang baik di dalam keluarga dan memberikan perhatian khusus untuk anak remaja. Orang tua sangat berperan penting dalam masa pertumbuhan anaknya. Sehingga, orang tua diminta untuk memberikan pemahaman sejak dini apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang boleh dilakukan. Ketika seorang anak tumbuh menjadi remaja, pemahaman ini harus diberikan pada anak agar di masa pertumbuhannya ia tidak melakukan hal-hal menyimpang yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Orang tua harus selalu memberikan contoh dan keteladanan bagi anak remajanya, baik perkataan, sikap, maupun perbuatan. Di usia remaja orang tua wajib mendampingi anaknya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang membawanya ke dalam kenakalan remaja/tindakan yang merugikan diri sendiri.

Tak hanya itu, lingkungan masyarakat dan sistem pendidikan serta aturan negara yang baik juga harus ada agar remaja tidak mudah terjerumus dalam tindakan yang tercela. Islam, sebagai agama yang sempurna memiliki seperangkat aturan yang mampu menyelesaikan semua masalah manusia.

Aturan Islam ini tentu harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Caranya tentu dengan adanya negara yang menerapkan semua aturan Islam dalam kehidupan. Dengan begitu, kehidupan akan menjadi lapang, bukannya sempit seperti yang terjadi saat ini.

Allah Swt. berfirman,

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha : 124)

Wallahu a’lam bishawab. [DMS/FU]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.