22 Februari 2024

Dimensi.id-Dunia perkampungan kembali dihebohkan dengan adanya aksi pencurian disertai pembacokan. Hal ini memang bukanlah aksi yang baru tetapi kejadian yang sudah terjadi dan kini merajalela kembali. Akibat banyaknya narapidana yang dikeluarkan karena corona sehingga kejadian keji berulang dengan meresahkan banyak warga.

Kejadian keji ini terjadi di salah satu wilayah Rancah, Kabupaten Ciamis seorang pencuri berhasil mengambil emas 75 gram dan uang sebesar Rp. 300.000 disertai melakukan kekerasan berupa pukulan terhadap korban. Aksi nyata ini membuat warga lebih ketat melakukan tugas ronda malam dan keliling kampung tiap malam. Harapanrakyat.com

Atas kejadian tersebut jika diteliti secara mendalam ada faktor penyebab yang kemudian maraknya kejadian-kejadian keji. Salah satu penyebab maraknya aksi tersebut adalah masih diterapkannya sistem demokrasi sebagai sistem kehidupan dunia.

Dalam sistem demokrasi pemimpin tidak menjamin keamanan pada rakyatnya. Karena atas dasar kebebasan bertingkah laku yang menjadi alasan mereka terus beraksi. Sehingga tidak sedikit warga yang merasa khawatir atas kejadian yang mengancam nyawanya.

Terbukti demokrasi telah gagal melindungi rakyat. Pemerintah hanya sibuk memikirkan egonya sendiri, sibuk membahas yang seharusnya masih bisa ditunda, sibuk memikirkan kepentingannya sendiri sementara rakyat dibiarkan tanpa ada penyelesaian dari kebijakan pemerintah.

Tengok saja kemarahan dari masyarakat sudah nampak terlihat ketika pemerintah lalai dalam mengatasi permasalahan ini yang justru perhatian pemerintah berpaling kepada para TKA China yang jelas biang dari segala permasalahan.

Kegagalan demokrasi juga terlihat dari tidak adanya sanksi yang tegas atas pencurian dan pembacokan. Mereka hanya dibiarkan hidup dalam jeruji tanpa ada tindakan tegas. Maka wajar jika mereka sudah keluar dan kembali merajalela dengan aksi yang sama mereka hanya berfikir resiko akan diterima dengan pembalasan yang sama yaitu kembali ditikam dalam jeruji penjara. Tidak akan pernah kapok karena sanki tidak membuat efek jera. Lagi dan lagi semua karena demokrasi yang masih diemban oleh Negara.

Masihkah ingin hidup dalam sistem dibawah pemimpin durjana? Bagi oramg-orang yang beriman pastilah mereka justru ingin menumbangkan sistem ini. Lalu bagaimana islam memandang permasalahan ini?

Islam sangatlah berbeda dengan demokrasi, jika demokrasi gagal dalam menjamin keamanan rakyatnya justru islam sangat melindungi rakyatnya. Sebagai contoh ada kisah di zaman Rasulullah Saw seorang muslimah datang ke pasar Bani Qainuqa’ untuk memenuhi kebutuhannya.

Ia menghampiri salah satu pedagang Yahudi dan bertransaksi jual beli dengannya. Kemudian orang Yahudi ada hasrat ketika melihat wanita muslimah itu yang akhirnya ketika wanita tersebut berusaha mencegah dari gangguannya tanpa ia sadari orang Yahudi mengikat ujung jilbab ketika wanita tersebut bergegas pergi maka tersingkaplah jilbabnya.

Ketika wanita itu berteriak hingga terdengar oleh laki-laki muslim datang untuk membelanya hingga orang Yahudi yang mengganggu terbunuh. Terjadilah perkelahian antara muslim dan Yahudi dan orang-orang Yahudi tidak menerimanya. Kemudian kabar peristiwa tersebut terdengar oleh Rasulullah Saw. Beliau segera mengumpulkan para sahabat dan pasukannya untuk memerangi dan mengepung Bani Qainuqa’.

Sepenggal kisah tersebut menandakan bahwa islam sangatlah menjaga dan melindungi rakyatnya dari kejahatan-kejahatan yang menimpa. Jika kisah tersebut Rasul membela wanita muslim tentang jilbabnya lalu bagaimana dengan nyawa? Pastilah akan lebih sigap dan siap untuk membela karena dalam islam nyawa seorang muslim sangatlah berharga.

Maka jika masyarakat ingin mendapatkan rasa aman atas kejadian yang marak terjadi solusi satu-satunya adalah kembali menerapkan sistem islam dan mengubur dalam-dalam demokrasi. Tidak ada cara lain, tidak ada sistem yang lain yang mampu menjadi junnah bagi rakyatnya selain islam.  

Penulis : Ninda Mardiyanti YH. (Mahasiswi PAI Kota Banjar)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.