9 Desember 2023
10 / 100

Pagi itu, Karimah sudah bersiap pergi ke sekolah. Ia siap berangkat diantar oleh ibu tercinta.

“Karimah, ayo kita berangkat,” kata ibu kepada Karimah.

Karimah mengangguk sambil membawa perlengkapan yang dibutuhkan ke sekolah. Hari ini adalah market day atau hari pasar alias hari berjualan di sekolah. Karimah senang sekali. Ini adalah pertama kalinya ia menjajakan aneka kue yang dibuatnya semalam bersama ibu.

Meskipun Karimah masih kelas dua sekolah dasar, ia adalah anak yang cerdas dan pandai berhitung. Ia sangat menyukai pelajaran matematika. Padahal, jarang sekali teman di kelasnya yang menyukai matematika.

Pagi itu, pukul setengah tujuh pagi, Karimah dan beberapa temannya sudah datang ke sekolah. Ustazah Ina dan beberapa guru lainnya juga nampak sedang menyiapkan meja dan kursi untuk lapak dagang para siswa. Ustazah Ina tersenyum melihat Karimah. Lalu menghampiri Karimah dan mengajak Karimah untuk menyiapkan lapak dagangnya.

“Karimah silahkan disiapkan lapaknya ya. Diberi taplak meja, disusun rapi dagangannya dan jangan lupa diberi tulisan harganya,” kata ustazah Ina.

Karimah pun mengangguk tanda paham. Ia segera mengerjakan tugas ustazah Ina begitu juga teman-temannya yang juga berperan sebagai pedagang.

“Nah, anak-anak. Sekarang waktunya kita praktek ‘market day’. Yang tidak berjualan silahkan membeli dagangan teman-temannya. Yang jualan, juga boleh membeli dagangan teman yang lain,” kata ustazah Ina kepada semua siswa kelas dua SD.

Tak lama kemudian, suasana ramai meliputi area aula kelas. Semua kelas memiliki perwakilan siapa yang berjualan. Karimah mempromosikan donat, roti goreng, bakpau dan pizza mini miliknya.

“Silahkan dibeli. Harganya cuma seribu dan dua ribu rupiah. Beli tiga gratis satu,” kata Karimah.

Tak lama, lapak Karimah ramai dikunjungi oleh pembeli. Termasuk ustazah Ina juga turut membeli aneka kue buatannya.

“Karimah, kalau beli tiga tapi kuenya campur boleh tidak?” tanya Rio.

“Tentu saja boleh. Kalau beli tiga, kamu ambil empat, ya. Yang satu gratis buat kamu,” jawab Karimah.

Rio sangat senang. Ia lalu memilih aneka kue buatan Karimah.

“Karimah, apakah kamu tidak rugi memberikan bonus satu kue kepada pembeli?” tanya ustazah Ina setelah membeli kue Karimah.

“Insyaallah tidak, Ustazah,” jawab Karimah.

Setelah waktu yang diberikan untuk “market day” habis, ternyata kue jualan Karimah masih tersisa enam buah. Akhirnya, kue tersebut diberikan kepada penjaga sekolah dan bagian kebersihan sekolah. Pak Jali dan Bu Ninik senang sekali begitu juga dengan Karimah.

Bagi Karimah, berdagang bukan sekedar untuk mencari untung saja. Tapi juga berlatih untuk bersikap jujur dan berbakti. Karena, harta kita sesungguhnya adalah harta yang juga kita sedekahkan kepada orang lain.

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.