20 Februari 2024

Gerimis itu
Mewakili hatiku
Sedih dan sendu
Mulai menyatu

Bukan menangisi idola
Tapi yang kutangisi dia
Yang diabaikan
Oleh negaranya

Dia memakai baju putihnya
Pamit pada keluarga nya
Semua resiko diambilnya
Meski tahu nyawa taruhannya

Dia telah berjanji
Menyelamatkan mereka sepenuh hati
Awalnya sangat bergensi
Dia menyadari bukan sekedar profesi

Covid nineteen katanya
Sangat berbahaya
Hingga mereka lupa
Cara menghargai nyawa kita

Ya mereka…
Katanya punya kuasa
Lockdown saja gak bisa
Takut makan gratis katanya

Lalu buat apa
Ngutang sana-sini
Kan kita orang kaya
Orang kaya mah bebas
Mau ngapain aja

Dasar kapitalis
Memang palis
Rasa mengikis
Hati terkoyak habis

Penulis : Cut Zhiya Kelana, S.Kom

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.