3 Maret 2024
Buruh Makin Merana di Hari Perayaannya (Mayday)
62 / 100
Dimensi.id-1 Mei merupakan hari buruh sedunia. Di Indonesia hari buruh identik dengan para buruh yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Tak terkecuali pada hari buruh di tahun 2023 ini. Khusus di kota Bekasi sebagaimana dikutip dari Wartakotalive.com yang disampaikan oleh Bapak Dani Hamdani selaku Kombes Pol Kota Bekasi beliau menyampaikan bahwa para buruh di Kota Bekasi diperkirakan ada 920 orang yang akan bergerak ke Jakarta untuk melakukan aksi penyampaian pendapat (01/05/2023).
Adapun aspirasi yang disampaikan oleh para buruh ada tujuh poin.
  • Pertama, mencabut Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.
  • Kedua, Cabut ambang batas parlemen sebesar 4 persen dan ambang batas presiden sebesar 20 persen karena membahayakan demokrasi.
  • Ketiga, Sahkan Rancangan Undang-Undang DPR dan perlindungan pekerja rumah tangga (PPRT).
  • Keempat, Tolak RUU Kesehatan.
  • Kelima, Reforma agraria dan kedaulatan pangan di antaranya dengan menolak bank tanah dan menolak impor beras kedelai.
  • Keenam, Pilih calon presiden yang pro buruh dan kelas pekerja. Partai Buruh haram berkoalisi dengan partai yang mengesahkan UU Ciptaker.
  • Ketujuh, Hapus outsourcing tolak upah murah alias HOSTUM. (sumber : www.tempo.co , 11/05/2023)
May Day ini dari tahun ke tahun hanya bersifat seremonial. Pasalnya, kesejahteraan dan keadilan bagi para buruh masih menjadi hal yang diperjuangkan ditambah dengan polemik yang beragam mulai dari UMP, THR, jaminan kesehatan dan keselamatan, hak-hak pekerja outsorching, dan sebagainya.
Terlebih polemic besar yang saat ini telah melanda kabupaten Bekasi, dimana ditemukan satu perusahaan yang berlokasi di Cikarang yang memberi syarat para karyawati harus tidur dengan atasannya agar kontrak diperpanjang. (Sumber : Sewaktu.com, 03/05/2023)
Kehidupan dalam sistem kapitalisme yang sudah ratusan tahun ini sering bermasalah dengan perburuhan dan tak pernah menemukan solusi yang tepat. Pasalnya, di sistem kapitalisme ini hanya mengedepankan kesejahteraan bagi para pemegang kekuasaan dan pemegang cuan atau pemilik modal. Sementara hidup buruh semakin hari semakin sempit dalam berbagai aspek kehidupan.
Berbeda sekali dengan sistem Islam. Islam sebagai agama dan ideologi memiliki aturan yang rinci dalam masalah ekonomi khususnya perburuhan. Islam memiliki dasar-dasar hubungan antara pemodal dan buruh. Dalam islam majikan dan buruh berada dalam level yang sama.
Tidak ada yang lebih tinggi derajatnya diantara keduanya. Dalam islam hak-hak majikan dan buruh telah ditentukan tanpa ada yang saling mendzalimi dan sifatnya adalah tetap dalam fiqih muamalah. Islam sudah menyediakan solusi dalam perkara ketenagakerjaan yang benar-benar solutif bukan hanya sekedar selebrasi.
Penulis : Maulidia Abidin

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.