20 Februari 2024

Dimensi.id-Pekerjaan adalah Suatu Perbuatan yang sering dilakukan dan sangat dibutuhkan oleh siapa pun, dari yang muda maupun yang tua . Apalagi Pekerjaan ini sangat penting untuk menjamin serta Menyambung Hidup dan memenuhi Kebutuhan Setiap Manusia, baik yang sudah memiliki Tnggung Jawab(Keluarga) maupun Individu Itu sendiri. Tanpa bekerja manusia tak akan mendapatkan Upah untuk membiayai hidup nya , dan memenuhi Kebutuhan Hidupnya(Jasmani ataupun yang lainnya).

Namun pada faktanya masih banyak masyarakat yang tidak Bekerja(Pengangguran ) akibat tidak adanya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh Pihak Pemerintahan Sehingga banyaknya masalah kemiskinan, kelaparan atau pun kesenjangan Sosial lainnya. Di tambah lagi Saat Ini , saat Wabah Covid19 hadir di Negara Indonesia. Sehingga tak sedikit para Pekerja(Buruh) dirumahkan(PHK) Secara massal dan terdengar bahwa mereka  tak diberi Pesangon Untuk memenuhi kebutuhan Hidup Dirumah selama wabah Melanda. adapun itu orang orang tertentu saja bukan keseluruhan.

Hal Ini terjadi Seindonesia, sudah sebanyak 1,2 juta pekerja di Indonesia dirumahkan atau di PHK, Salah satunya di Daerah Sumatera Utara (SUMUT) , Sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu Media Medanbisnisdaily.com  , Bahwasanya  Sudah mulai ada 21.000 di Sumatera Utara  yang dirumahkan  dan termasuk ada yang di PHK Karena dampak Pandemi Virus Corona (Covid 19), Gubernur SUMUT , Edy Rahmayadi , mengatakan itu dalam sesi keterangan Pers  usai meninjau sekaligus  peresmian operasional 2 PCR milik RS USU, di RS USU Jalan Dr Mahsyur Medan, (17/04/2020).

Untuk itu , Kata Gubernur Edy ,salah satu upaya untuk mengatasi covid-19 ini adalah dengan membantu perusahaan-perusahaan di SUMUT agar tidak terjadi PHK walaupun saat ini sudah ada 21.000 karyawan yang dirumahkan dan ada yang di PHK, “kata Edy”. Kemudian baik pemerintah pusat dan Pemprov SUMUT , kata Edy, akan membantu  pekerja terdampak covid-19 tersebut. Pusat misalnya akan membantu lewat Kartu Prakerja. Provinsi juga akan membantu . “Sedang kita Data ujarnya”

Untuk Perusahaan , lanjut Edy , akan dibantu dengan memberikan kemudahan –kemudahan “ kita akan bantu kesulitan  perusahaan –perusahaan ini, apakah  impor, baik itu persoalan  dengan pajak kondisi seperti ini , kita akan fasilitasi sehingga perusahaan- perusahaan tersebut tidak pailit tidak kolaps sehingga para karyawan tidak di PHK atau dirumahkan ,Ujar Edy).

Sesuai arahan dari pusat maka daerah juga akan mengambil langkah membantu pekerjaan yang terdampak covid-19 tersebut dengan salah satu kartu  yakni Pra kerja sesuai yang dikatan oleh gubernur Edy Rahmayadi . Program kartu prakerja ini  mungkin saja kita anggap  sebagai penyelamat  ditengah ancaman  resesi akibat wabah corona. Namun demikian  program ini jelas nampak  sangat dipaksakan seakan akan  hanya sebagai  pemenuhan janji  yang telah digembar-gemborkan  diawal kepemimpinan. 

Padahal krisis padahal krisis ini telah dan sedang  berlangsung ditengah – tengah masyarakat . Dengan kata lain, masyarakat butuh bantuan langsung tunai agar kebutuhan mereka terpenuhi. mekanisme kartu prakerja ini  juga memperlihatkan beginilah kebijakan asal jadi dalam sistem kapitalis. Mengapa bisa dikatakan demikian? ya , kartu Prakerja inin  tidak diberikan secara gampang dan Cuma Cuma .Konsepnya korban PHK dilatih  secara online barulah diberi tunjangan.

 Bagaimana dengan pekerja-pekerja yang mereka tidak melek  teknologi karena kita tahu  tidak semua pekerja tersebut berasal sdari pekerja formal malahan banyak yang berasal dari pekerjaan informal. sementara yang menyelenggarakan  pelatihan akan  mendapat dana dari Negara . Dan dana ini akan dipotong  dari tunjangan para pekerja tadi . Artinya para pekerja tidak mendpatkan tunjangan sepenuhnya.

Maka Kita lihat dan analisis bersama dengan alat Indera dan Perasaan kita  bahwa PHK massal ditengah wabah corona saat ini menunjukkan sistem ekonomi  kapitalis  yang berdiri atas dasar kepentigan para pemodal .  Setiap Kebijakannya ditakar dengan dasar Untung-rugi sehingga kebijakan  yang dibuat pun tetap mengandung syarat . Seharusnya Negara Sudah semestinya memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Bukan hanya karena wabah Melanda.

Islam merupakan sistem yang paripurna sistem yang mampu mengurusi urusan umat dari berbagai segi aspek kehidupan .  yang akan menerapkan seluruh hukum syara’ disegela lini mengemban tata aturan yang berlandaskan konsep “Ri’ayatusy syu’unil ummah “ ( mengurusi urusan umat) yang mana Negara adalah pengurus dan dan perisai/Pelindung umat. Dengan Menerapkan sistem ekonomi yang memeiliki tujuan unntuk  memenuhi kebutuhan-kebutuhan  Primer(sandang, pangan, papan).

Secara amenyeluruh  orag per orang. Ini mtermasuk penyediaan  sektor-sektor ekonomi sumber nafkah bagi para pekerja. apa lagi saat wabah melanda  Negara akan  menyediakan  dan menyiapkan bantuan dengan jumlah yang sangat banyak dan secara  Cuma Cuma. serta mengatur SDA secara baik untuk kepentingan  umat/ rakyat banyak. Maka kita bisa menimbang Solusi mana yang Layak diterapkan , ISLAM atau KAPITALISME ?

Wallahua’alam.

Penulis : Nurul Hariani (Aktivis Muslimah Dakwah Comunity UINSU)

Editor : Fadli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.