29 Januari 2023
Korupsi

Dimensi.id-Korupsi terus menggurita dan sulit dihentikan oleh rezim yang berkuasa selama sistem demokrasi kapitalis sekuler masih saja diterapkan. Berharap dari pejabat bermoral hanyalah ilusi jika aturan hukum buatan manusia melindungi mereka yang tidak bermoral.

Meskipun banyak OTT dilakukan tapi tidak bisa memberika efek jera bagi mereka untuk menghentikan aksi mereka, mencuri uang rakyat. Bahkan Menko Polhukam yang bukan rakyat biasa mengakui bahwa korupsi sudah mengakar dan meluas disetiap sektor kehidupan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut korupsi yang terjadi saat ini justru lebih gila daripada korupsi yang dilakukan saat Soeharto menjabat sebagai presiden di era Orde Baru (Orba). Hal ini diungkap Mahfud untuk menjawab pertanyaan banyak orang terkait pernyataannya pada 2017 lalu, saat dirinya belum menjadi bagian dari pemerintah. Kala itu dia pernah menyebut bahwa di era reformasi korupsi semakin meluas. (https://www-cnnindonesia-com.)

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk merubah moral buruk dari pejabat yang menjadikan jabatan sebagai kesempatan untuk memperkaya diri sendiri. Hukum yang tidak tegas dan keras terhadap pelaku korupsi membuat mereka tidak jera untuk menghentikan perbuatannya yang merugikan negara. Kapitalisme yang memahami arti kesuksesan yang salah dengan banyaknya materi yang didapat, mendorong mereka untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara termasuk dengan cara mencuri uang rakyat, korupsi.

Gaya hidup hedonisme dalam sistem kapitalisme, membuat mereka berlomba-lomba untuk mengumpul-ngumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Apakah kita masih berharap dari para pejabat bermoral dalam sistem yang mendorang mereka untuk berperilaku tidak bermoral.

Tidak ada jalan lain untuk merubah para pejabat agar bermoral dan penuh amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara adalah dengan merubah sistem yang tidak bermoral menjadi Sistem Islam. Untuk merubah pemahaman dan moral para pejabat agar Islami, harus ada perubahan mendasar pada pemikiran mereka.

Dan untuk itu, harus ada perubahan sistem yang rusak dan tidak bermoral dengan sistem Islam yang akan menerapkan hukum Islam secara kaffah dalam kehidupan. Sistem Islam akan memperbaiki semua yang rusak sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunah.

Pertama, hukum Islam berasal dari al-Khalik yang telah menciptakan hidup, alam semesta dan manusia. Tentunya hukum Islam adalah hukum terbaik dan sempurna. Jika diterapkan dalam kehidupan akan membawa kebaikan dan memperbaiki semua yang rusak karena Islam berasal dari Yang Maha Pengatur.

Bukankah sebagai seorang Muslim sejati kita tidak boleh meragukan apa saja yang ditetapkan di dalam al-Qur’an sebagai kebenaran mutlak yang tidak bisa diganggu gugat ataupun diperdebatkan. Jika kita muslim kita harus menerima apa saja yang dibawa Rasullulah tanpa sedikitpun meresa keberatan meskipun kepentingan dunia dan nilai-nilai pragmatis yang bersumber dari pemikiran manusia yang lemah dan banyak salah tidak bisa menerimanya.

Yakinkah, apapun yang diturunkan Allah melalui rasulNya dan apapun yang dibawa rasullulah, Muhammad SAW adalah ketetapan hukum terbaik dan pasti akan membawa kebaikan, dan memperbaiki yang rusak akibat dari diterapkan sistem kapitalis sekuler demokrasi.

Kedua, hukum Islam tegas dan keras sehingga akan memberi efek jera pada pelaku kejahatan dan mencegah bagi siapa saja yang hendak melakukan kemungkaran. Hukum Islam juga melindungi manusia dari kemungkaran, karena hukum Islam akan bersikap adil pada semua orang. Tidak seperti hukum buatan manusia dalam sistem demokrasi yang mana hukum buatan manusia akan cenderung memguntungan pihak pembuat hukum, yakni penguasa. Sering, hukum berpihak pada penjahat yang dilakukan penguasa seperti halnya kejahatan korupsi.

Ketiga, penerapan Islam secara kaffah akan bisa mewujudkan kehidupan Islami yang akan membentuk penduduk suatu negeri yang beriman dan bertaqwa. Sungguh, pintu berkah dari langit dan bumi akan dibuka lebar oleh Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kehidupan Islami akan menenggelamkan kejahatan dan kemungkaran ke dasar bumi sehingga mereka tidak punya tempat untuk tumbuh.

Sebaliknya, nilai kebaikan menjulang tinggi ke angkasa, karena kebaikan yang dikaitkan dengan Islam sangat diapresiasi dan didorong oleh negara agar tumbuh di suatu negeri yang teruwujud kehidupan islami.

Keempat, sejarah sudah membuktikan bahwa sistem Islam mampu membentuk pejabat yang bermoral dan amanah. Pejabat yang memiliki kesadaran hubungan mereka dengan al-Khalik, dimanapun mereka berada, sehingga mereka takut melakukan korupsi meskipun tidak ada yang melihat. Sebagai contoh apa yang terjadi pada Umar bin Abdul Aziz yang tidak pernah memimpikan sebuah jabatan.

Apalagi untuk menduduki kursi khalifah. Sebelum diangkat menjadi khalifah, dia adalah orang yang hidup sangat berkecukupan. Namun setelah menjadi Khalifah, dia menyerahkan hartanya untuk Baitul Mal. Seorang Khalifah memilih hidup sederhana dan sangat hati-hati saat menggunakan fasilitas negera, tidak untuk urusan pribadi.

Apakah ada sosok amanah dan memikirkan urusan rakyatnya dalam sistem demokrasi saat ini. Apakah memang ada sosok pemimpin ideal dalam sistem demokrasi yang sangat perduli dengan urusan rakyatnya. Malah yang banyak kita temukan pejabat yang korup memperkaya diri sendiri dengan menyalah gunakan jabatannya.

Berharap korupsi bisa diberantas tuntas, hanya Islam solusinya, bukan demokrasi sekuler yang menyuburkan pejabat yang tidak bermoral yang suka mencuri uang rakyat. Jelas, tidak ada jalan lain untuk memberantas korupsi kecuali dengan perubahan mendasar dan menyeluruh dengan mengganti sistem yang rusak saat ini dengan sistem Islam yang akan menjamin diterapkannya Islam secara kaffah.

Seorang muslim sejati harus rela dan merasa tidak keberatan hidupnya diatur dengan Islam secara kaffah sebagai bukti dari keimanan mereka. Kemudian bersama-sama mewujudkan tegaknya sistem khilafah yang akan bertidak tegas dan keras pada pencuri uang rakyat, kemudian mengelola kekayaan alam yang melimpah untuk digunakan menjamin kesejahteraan rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir pejabat yang mengatasnamakan rakyat.

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.