6 Desember 2022
Dendang Bergoyang

 

Dimensi.id-Pemuda adalah sumber daya manusia yang begitu penting dan memiliki peran strategis dalam kehidupan. Para pemuda merupakan generasi penerus sebuah peradaban. Maka kita harus menyiapkan mereka agar mampu mengemban tugas masa depan.

Karenanya mereka harus mendapat bimbingan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang. Dan itu adalah tanggung jawab negara sebagai lembaga yang menaungi hidup masyarakat. Menyediakan lingkungan yang kondusif demi membangun karakter yang cemerlang dan berakhlak mulia.

Akan tetapi apa yang terjadi sekarang? Kehidupan para pemuda saat ini malah terpuruk. Mereka terperosok ke dalam gaya hidup hura-hura dan penuh dengan kemaksiatan. Bahkan mendapat suguhan sesuatu yang tidak mendidik dan sama sekali tidak dapat memberikan manfaat untuk membentuk karakter generasi serta membawa kerusakan, seperti Festival Musik “Berdendang Bergoyang” yang digelar di Istora Senayan mulai hari Jumat, 28 Oktober 2022.

Parahnya dalam acara itu terdapat indikasi penonton yang membawa minuman keras juga terjadi tindak kejahatan berupa pencopetan. Dan acara terpaksa dihentikan oleh Polda Metro Jaya pada hari ke dua karena pengunjungnya membludak, sehingga banyak penonton yang pingsan akibat berdesak-desakan.

Kinerja aparat yang terkesan lamban itu amat disesalkan. Mereka baru memepermasalahkan dan mengambil tindakan untuk menghentikan konser setelah nampak nyata terjadi kekacauan. Seharusnya aparat bisa melakukan mitigasi acara, sehingga penjualan tiket yang melebihi kapasitas dapat segera diktahui dan masuknya pengunjung gelap dapat dicegah.

Acara semacam ini tidak semestinya mendapatkan izin untuk diselenggarakan, karena selain tidak berfaedah juga menimbulkan kerugian. Sebaliknya, acara seperti Hijrahfest yang dapat membawa ke arah kebaikan bagi kepribadian generasi malah dicekal dan dilarang. Begitu pula acara kajian-kajian lainnya, banyak yang pada akhirnya harus dibatalkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar tidak menaruh perhatian terhadap pembangunan manusia, khusunya generasi penerus. Jika terus seperti ini, bagaimana nanti nasib para pemuda yang menjadi pilar peradaban cemerlang ini dalam menjawab dan mengatasi tantangan hidup yang kian keras?

Padahal, sebagai negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam, penguasa, dalam hal ini pemerintah justru harus lebih perhatian dalam membangun dan mengembangkan karakter generasi yang berwawasan dan berakhlak mulia agar dapat mengantarkan mereka menjadi pemimpin masa depan.

Pemerintah harus menjalankan fungsinya sebagai pengayom dan penaggung jawab dengan membuat kebijakan yang melindungi pemuda dari segala bahaya, di samping memberikan pendidikan dan bimbingan untuk bekal mereka kelak serta menyediakan situasi yang kondusif demi terciptanya pribadi unggul yang taat pada Allah.

Agar pemuda tidak semakin terjerumus dalam pola hidup yang penuh kemaksiatan, maka diperlukan langkah nyata dari pemerintah untuk mengentaskannya, yakni dengan kembali dan taat pada sistim Islam. Sebab pemuda adalah garda terdepan dalam perubahan memperjuangkan kebenaran dan melawan kebathilan. Dan Islam mampu mencetak generasi yang memiliki mental tangguh berani melawan kebathilan juga memahami hakikat kehidupan.

Pemerintahan dalam Islam jelas memiliki perhatian besar terhadap pembentukan generasi dan senatiasa memberikan lingkungan yang kondusif demi terbentuknya generasi tangguh dan produktif yang taat kepada Allah. Dalam sistim Islam, aqidah yang lurus dan kokoh ditanamkan sejak awal.

Para pemuda senantiasa diarahkan untuk berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah, sehingga terbentuk akhlak mulia dan produktif membangun peradaban camerlang. Kepribadiannya dibentuk sesuai Islam dan aspirasinya didengarkan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Sejarah pun telah mencatat bahwa penerapan sistim Islam telah mencetak generasi berkualitas dan tangguh. Sebut saja Ali bin Abi Tholib, seorang intelektual yang luas wawasannya dan menjadi teladan bagi pemuda seusianya. Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah muda yang adil dan bijaksana dalam memimpin, sehingga rakyatnya hidup sejahtera.

Zubair bin Awwam, seorang pemuda yang kokoh aqidahnya dan memiliki akhlak terpuji. Kita juga mengenal Shalahuddin Al Ayyubi, sang pembebas Pelstina dan Muhammad Al Fatih, yang mampu menaklukkan Konstantinopel. Dan masih banyak yang lainnya. Semuanya adalah pemuda-pemuda unggulan yang dilahirkan dari penerapan sistim Islam.[Dms]

Penulis : Bunda Surya

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.