7 Desember 2022
Halloween

Dimensi.id-Gemerlap uforia perayaan halloween yg sesaat pada akhirnya berubah menjadi luka dan duka. Akankah generasi hari ini lebih cenderung pada hal-hal yg unfaedah dibanding menjadi pelopor kebangkitan peradaban islam?

Halloween, perayaan yang diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober setiap tahun merupakan sebuah peringatan dalam ajaran Kristen yang didedikasikan untuk mengenang dan menghormati orang-orang yang sudah meninggal dunia, termasuk para santo. Dan malam itu disebut All Hallow’s Eve.

Perayaan Halloween ini diadaptasi dari tradisi bangsa Celtic kuno yang hidup di Eropa sekitar dua ribu tahun lalu. Tradisi itu disebut Samhain, dalam bahasa Irlandia kuno artinya akhir musim panas. Saat itu orang-orang menyalakan api unggun dan mengenakan kostum khusus untuk mengusir hantu. Karena menurut kepercayaan mereka, pada malam itu roh orang-orang yang sudah meninggal dunia akan berkunjung kembali ke rumah dan roh-roh jahat juga datang kembali ke dunia untuk mengganggu bangsa Celtic, sehingga mereka memakai topeng menyeramkan agar terhindar dari roh jahat.

 

Bisa dibilang seluruh dunia merayakan Halloween. Bahkan yang sungguh membuat syok adalah berita bahwa Arab Saudi juga ikut-ikutan, padahal sebelum-sebelumya, perayaan ini dilarang. Ya, negara yang dikenal identik dengan Islam, negara yang menjadi rumah bagi dua kota suci umat Muslim berada, turut serta dalam merayakan pesta yang kental dengan nuansa pagan itu. Perayaan Halloween digelar pada 27-28 Oktober 2022 di Riyadh Bouleverd, dengan tajuk ‘Scarry Weekend’. Sungguh ironis memang. Peserta yang hadir menganggapnya hanya sebagai hiburan semata, tidak tahu-menahu tentang halal dan haram.

 

Kita sebagai orang-orang mukmin sudah barang tentu tidak boleh ikut merayakan Halloween, yang jelas-jelas bukan berasal dari ajaran Islam. Kitak tidak boleh berpartisipasi dalam praktik agama dan budaya lain. Apabila kaum Muslim ikut merayakannya, bisa menjadi bentuk penyembahan berhala atau Syirik. Meskipun kita hanya menganggapnya sebagai huburan semata, sama sekali tidak ada unsur ritual peribadatan. Nabi Muhammad SAW pun telah melarang umat Islam untuk meniru kebiasaan orang-orang kafir.

مَنْ تَشَبَّهُ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Siapa yang meniru kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR Abu Daud)

Lagi pula kegiatan perayaan Halloween tidak dapat memberi manfaat sama sekali, terutama untuk pembangunan karakter pemuda. Dan hal yang tidak bermanfaat hanya akan mendatangkan kerugian juga petaka. Karena sudah pasti dalam kegiatan-kegiatan macam halloween akan banyak sekali ditemui beragam kemaksiatan, seperti ikhtilat, minuman keras hingga pergaulan bebas.

Seperti halnya tragedi yang terjadi di Itaewon, Korea Selatan. Para pengunjung yang hadir pada 31 Oktober 2022 malam itu berjejalan dan berdesakan, sehingga banyak yang menglami henti nafas, dan menelan korban setidaknya 154 orang meninggal dunia, dan diketahui bahwa penyebab dari henti nafas adalah karena efek minuman beralkohol. Oleh karena itulah umat Islam dilarang mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat.

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR Tirmidzi)

Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai dan terlena dalam gegap gempita dunia fana. Jangan sampai pula apa yang terjadi di Arab Saudi kita ambil sebagai kiblat untuk berubah. Karena perubahan yang hakiki adalah perubahan menuju penerapan hukum-hukum Allah, dan kita berislam tidak mengikuti Arab, tetapi mengikuti Allah dan Rasul.

Mari kita jadikan fenomena ini sabagai renungan dan pelajaran. Teetaplah berpegang teguh pada syariat islam kaffah dan istiqomah dalam langkah dakwah sebagaimana Rasulullah Saw contohkan dan para sahabat demi kebangkitan islam yg memberi rahmatan lil alamin.

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.