7 Desember 2022

Di tengah tekanan berbagai pihak, Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengumumkan pembubaran parlemen Malaysia pada Senin (10/10), membuka jalan bagi pemilihan umum dalam waktu dekat, lebih cepat satu tahun dari jadwal sebelumnya.

Sejumlah kubu menganggap Malaysia membutuhkan pemimpin dengan dukungan lebih kuat di tengah perpecahan internal. Sebelumnya Malaysia diguncang mega skandal korupsi, Mantan PM Malaysia Najib Razak dihukum karena menjadi tokoh kunci dalam penjarahan dana investasi negara 1MDB (1Malaysia Development Berhad), skandal korupsi luar biasa “Negeri Jiran”.

Kasus itu menguak para pejabat tinggi Malaysia menjarah miliaran dari kas negara, untuk pelesiran ke seluruh dunia, membiayai film blockbuster Hollywood “The Wolf of Wall Street”, serta memberi pelbagai barang mewah mulai dari kapal pesiar seharga 250 juta dollar dan lukisan van Gogh.

Apakah Malaysia mampu menindak tegas perilaku korup para pejabatnya? Apakah demokrasi Malaysia menyuburkan korupsi?

Simak perspektif Direktur Indonesia Justice Monitor, Bung Agung Wisnuwardana.

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.