6 Desember 2022

Terkait keberhasilan Rasulullah saw. memimpin manusia, cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan, Nabi berhasil melakukan transformasi spiritual dan materiel.

“Jadi, Nabi ini telah berhasil melakukan sebuah transformasi spiritual dan materiel,” tuturnya dalam Maulid Leadership Forum 1444 H yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (8/10/2022).

UIY lalu menjelaskan transformasi spiritual artinya telah membawa manusia yang pada waktu itu hidup di dalam masa kejahiliahan atau yang hanya bertumpu pada hal-hal yang bersifat materiel menjadi memiliki pandangan yang bersifat spiritual (pandangan akhirat).

“Ini penting sekali karena pandangan akhirat itulah yang membedakan antara peradaban yang dibangun oleh Baginda Rasulullah saw. dengan peradaban lain. Itulah dimensi spiritual,” jelasnya.

Kemudian, sambung UIY, peradaban materiel adalah peradaban dunia. “Artinya, kepemimpinan yang dibangun oleh baginda Rasulullah saw. itulah kepemimpinan yang bisa dijejaki di dunia ini,” imbuhnya.

Menggarap Masyarakat

UIY mengatakan transformasi yang dilakukan Rasulullah bukan hanya menggarap orang per orang, tetapi menggarap manusia secara keseluruhan, yaitu masyarakat.

“Kalau misalnya kita ukur dari segi jumlahnya saya kira-kira 1,7 miliar ini hari, itu sudah membuktikan kemampuan energi transformasi tadi. Itu berjalan terus meski Nabi sudah meninggal,”ungkapnya.

Ini, kata UIY, menegaskan bahwa Rasulullah bukan saja melakukan transformasi komunal, melainkan gerakan transformasi yang terus berjalan sampai ini hari meski upaya untuk menghentikan tranformasi itu terus dilakukan dengan berbagai cara.

“Kalau pakai bahasa George Bush (mantan Presiden AS) itu dengan soft power, hart power sampai ada yang menyebut smart power untuk menghentikan gerakan transformasi ini yang terus melakukan perubahan padahal Nabi sudah meninggal 1400 tahun lalu,” jelasnya.

UIY lalu bertanya, coba siapa di muka bumi ini yang memiliki kekuatan perubahan yang begitu besarnya melebihi Nabi saw.? Sampai-sampai sudah 1400 tahun meninggal, tetapi gerakan transformasinya itu terus mengalir. “Bahkan sampai pada taraf orang tidak bisa lagi menjelaskan kenapa sampai seperti itu melihat orang-orang bisa berubah,” tandasnya.

Tidak Mengikuti Jejak Nabi

UIY menyayangkan kepemimpinan di Indonesia yang mayoritas muslim ini tidak mengikuti jejak Nabi. “Kita semua tahu jangan lagi sudah mengikuti, wong baru mau akan diajak, diserukan saja sudah dihentikan, disebut macam-macam,” tutur UIY menyesalkan.

Mestinya, lanjut UIY, pemimpin negeri ini mengikuti kepemimpinan Nabi. Michael Hart menyebut Nabi sebagai pemimpin yang berpengaruh. Mestinya kalau ada orang yang ingin menjadi pemimpin berpengaruh kiblatnya ke Nabi.

“Michael Hart mengakui bahwa pengaruh yang diberikan oleh Nabi itu pengaruh baik, tidak mungkin tidak baik,” tegasnya.

Bahkan, kata UIY, Nabi tidak pernah tercemari oleh keburukan sebelum beliau diangkat sebagai Nabi. Itu hal yang membuat Michael hal itu sangat impresif. “Artinya jika ada pemimpin yang ingin punya pengaruh dan pengaruhnya itu pengaruh baik mestinya kan berkiblat kepada Nabinya, dan umat Islam di negeri ini menyerukan seperti itu,” tukasnya.

UIY merasa heran, kalau tidak meniru Nabi, meniru siapa? “Kalau mereka mengatakan berhasil sementara tidak mengikuti Nabi yang telah menunjukkan keberhasilan, maka bukan keberhasilan, tetapi kegagalan,” nilai UIY.

Menurut UIY, jika pun mereka berhasil dengan berkiblat kepada peradaban bukan Islam, pasti bukan kebaikan, tetapi keburukan. “Apa iya mau begitu? Bodoh sekali kalau meniru kegagalan,” kritiknya.

Merenungkan dengan pikiran sederhana saja, kata UIY, aneh kalau di negeri ini, saat ini justru ada usaha keras untuk memerangi segala hal, pikiran, seruan, gerakan yang ingin membawa negeri ini ke arah Islam.

“Ini aneh, apalagi negeri ini mayoritas muslim. Lebih aneh lagi yang memerangi itu muslim,” pungkasnya. [Dms]

Sumber artikel : https://muslimahnews.net/2022/10/08/12565/

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.