6 Desember 2022

Dimensi.id-Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia selalu teguh mendukung aktivitas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East ( UNRWA ) dan membantu pengungsi Palestina. “Indonesia selalu teguh mendukung aktivitas UNRWA dan membantu pengungsi Palestina,” kata Retno dalam pertemuan tingkat menteri tentang UNRWA di New York, Kamis, 22 September 2022.

 

Menurut Retno, ada dua hal yang dapat dilakukan untuk membantu UNRWA. Pertama, mengatasi kendala keuangan UNRWA. “Indonesia selalu berikan dukungan atas perpanjangan mandate UNRWA dan kontribusi keuangan.” Kedua, memastikan bahwa UNRWA melaksanakan tugasnya dengan baik. “Untuk hal ini, Indonesia dukung rencana Sekretaris Jenderal untuk meningkatkan anggaran UNRWA melalui kontribusi wajib.”

 

Saat ini UNRWA, menaungi sekitar 5 juta pengungsi Palestina dan mereka membutuhkan dana 1,6 miliar dolar AS. Dana itu untuk mempertahankan layanan-layanan vital bagi jutaan pengungsi Palestina tahun ini. Mereka berharap komunitas internasional dapat memberikan kontribusi.

 

Komisaris Jenderal Philippe Lazzarini mengatakan masyarakat internasional mengakui peran lembaganya dalam menyelamatkan para pengungsi Palestina. UNRWA turut berkontribusi dalam menciptakan stabilitas di Timur Tengah. Bahkan, pandemi Covid-19 yang terus menimbulkan risiko kesehatan yang serius dan memperburuk kesulitan ekonomi di seluruh wilayah, UNRWA adalah satu-satunya sumber kehidupan mereka yang tersisa.

 

Belati itu Telah Siap Terhunus

 

Mungkinkah Kaum Muslimin lupa bagaimana sejarahnya hingga Palestina bisa menjadi seperti ini? Wilayah yang dulu menjadi bagian dari Daulah Islam, kini miskin, porak poranda karena konflik yang terus-menerus. Ada campur tangan negara-negara barat imperialis atau penjajah yang berkonflik di dalamnya.

 

Setiap pemimpin muslim mestinya menyadari penyelesaian problem Palestina adalah tanggung jawabnya, bukan hanya menyokong dan bergantung pada PBB. Karena justru Lembaga ini dikendalikan pemerintah dunia Barat yang paling getol membela pendudukan Israel atas tanah Palestina. Bagaimana mungkin juga kaum Muslim bergantung pada belas kasih barat, sementara UNRWA sendiri mengemis dana kepada dunia internasional?

 

Secara logika, sebuah badan yang menyanggupi akan menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyat Palestina memiliki kewenangan penuh atas akses dana dan kemandirian. Ironinya, pemerintah Indonesia membebek tanpa memiliki kedaulatan. Ibarat penjahat, maka belati itu telah terhunus untuk rakyat Palestina.

 

Sejak runtuhnya Daulah Khilafah di Utsmani, kawasan Timur Tengah menjadi daerah jajahan Inggris. Hal itu juga karena melemahnya Perancis secara ekonomi dan politik. Dan Amerika yang masih menjalankan politik isolasionisme pasca perang dunia I. Tetapi setelah tahun 1950, keadaan berubah, terjadi konflik imperialistik antara Amerika dan Inggris hingga tongkat pengendalian Timur Tengah berhasil direbut Amerika.

 

Sejak itu, terjadilah konflik yang terus menerus diakibatkan perebutan pengaruh Amerika dan Inggris, hingga Amerika memutuskan mendirikan sebuah negara di Palestina, yaitu Israel sebagai alat penjajahan. Inggris yang masih ragu dan melihat apakah ide ini cukup baik, Amerika telah membawa masalah ini ke PBB dan mendorong agar mengeluarkan resolusi agar membentuk negara Yahudi.

 

Sebagian penguasa di Timur Tengah adalah agen Inggris, maka Amerika yang benar-benar ingin menancapkan gigi lebih dalam lagi di kawasan Timur Tengah, memikirkan cara terkutuk yaitu dengan mewujudkan penguasa tandingan, yaitu penguasa militer yang akan meletuskan revolusi-revolusi.

 

Dengan iming-iming kemerdekaan bagi negaranya, banyak dari penguasa di kawasan Timur Tengah yang tergiur untuk ikut politik Amerika, padahal ini hanyalah tipuan sebagai akibat sifat tamaknya yang ingin menguasai kekayaan alam kawasan, dan menghadang Rusia tidak berkuasa lagi.

 

 

Maka muncullah banyak konferensi, dimana para diplomat Amerika memberikan banyak rekomendasi atas nama perdamaian dan kekayaan kepada para pemimpin kawasan, dan disisi lain tetap mendukung keberadaan negara Israel. Bahkan semakin berkuasa atas Palestina dan negeri-negeri Muslim di sekitarnya. Dari sejarah ini tidakkah kita bisa mengambil pelajaran, apakah benar PBB melalui UNRWA akan benar-benat berpihak pada Palestina?

 

Islam Haruslah Berkuasa, Palestina Akan Selamat

 

Sebagaimana perkataan Sultan Hamid II, Kholifah terakhir Turki Ustmani saat tokoh pendiri negara Zionis Israel, Theodore Herzl meminta tanah di Palestina. Dengan tegas menolak, tanah itu adalah hak umat Islam. Sultan mengatakan, Umat Islam telah berjihad demi kepentingan Palestina. Mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi disilakan menyimpan harta mereka.Jika suatu saat kekhilafahan Turki Usmani runtuh, kemungkinan besar mereka akan bisa mengambil Palestina tanpa membayar harganya.

 

Dan hari ini telah terjadi, sebagai bentuk keimanan, bukan sekadar solidaritas, maka para pemimpin Muslim harus bersatu pada satu kata, mengembalikan tanah Palestina dalam pangkuan Islam. Dan itu hanya bisa diraih jika Kaum Muslim memiliki junnah atau perisai. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, ‘Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan lain-lain). Wallahu a’lam bish showab. [DMS]

 

 

 

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.