7 Desember 2022

Dimensi.id-Menko Polhukam RI Prof Muhammad Mahfud MD menasihati Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk menjaga persatuan Indonesia melalui Islam moderat.

“Kita merdeka karena dulu bersatu,” kata Mahfud membuka Kongres ke-20 IPNU dan Kongres ke-19 IPPNU, di di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8/2022) lalu.

Untuk menjaga persatuan Indonesia, IPNU dan IPPNU kata Mahfud, mesti memegang teguh Pancasila sebagai ideologi negara. Kemudian tidak perlu mengusung negara Islam, kata Mahfud.

Kongres ke-20 IPNU mengangkat tema Akselerasi Pelajar NU untuk Indonesia Maju. Sementara Kongres Ke-19 IPPNU mengangkat tema ‘Bersama Pelajar Putri, Bersama Pulih Kembali’.

Ricuh

Sayangnya, aksi tak terpuji ditunjukkan beberapa perempuan yang ikut dalam Kongres XIX IPPNU. Kongres itu ricuh dan membuat beberapa peserta membanting kursi.
Seperti yang dilihat ERA pada Senin (15/8/2022) dalam video yang viral, kongres itu diselingi teriakan pelajar NU yang seperti ketakutan.

Dikutip dari media resmi IPNU, kabarnya kericuhan dipicu karena ada orang yang tidak netral dalam kongres. Maksudnya, adanya keberpihakan antara panitia kongres dengan salah satu kandidat ketua.

Selain itu, ada juga peserta yang merasa ditekan panitia semenjak registrasi peserta yang tidak sesuai dengan tata tertib yang berlaku, pembagian ID Card yang tidak merata, hingga nama-nama peserta kongres berbeda dengan yang telah terdaftar.

Salah satu Pimpinan Wilayah IPPNU, Nhm sangat menyesalkan itu semua. “Jadi terinderifikasi para panita ini mendukung salah satu calon namanya Whasfi Velasufah dimulai dari registrasi banyaknya peserta utusan dari wilayah tidak diberikan id card, sejak semalam juga pada saat pembacaan tata tertib terjadi kericuhan karena pimpinan sidang sudah sangat jelas tidak netralkepada forum,” jelasnya sebagaimana dilansir dari BacaMalang.
https://www.harianaceh.co.id/2022/08/15/usai-dinasihati-mahfud-md-peserta-kongres-pelajar-nu-bikin-ricuh-perempuan-banting-kursi/

Permasalahan

BERAWAL DARI TIDAK NETRAL DAN TIDAK AMANAH BERUJUNG RICUH

Terkait tidak netralnya panitia dan ricuhnya peserta, saya kesampingkan, karena hanyalah masalah teknis atau kesalahpahaman.

Tulisan ini fokus terkait penasehat yang tidak amanah, karena menjaga amanah merupakan prinsip dan kewajiban dalam beragama dimana telah dilanggar oleh Pak Mahfudz sebagai penasehat.

*•Agama adalah Nasehat untuk Semua Orang Pemimpin Tertinggi maupun Rakyat Jelata*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Agama itu nasihat.” Kami bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau menjawab: ”Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.” (HR Muslim dan Bukhari,hadits Arba’in Nawawi).

Jadi tidak ada bedanya antara pemimpin dan rakyat, semuanya sama-sama punya hak mendapat nasehat dan dinasehati, juga menjadi penasehat atas dasar agama.

Penasehat Harus Amanah / Bisa Dipercaya

Nabi shallallaahu alahi wasallam bersabda :

المُسْتشارُ مؤتَمنٌ

Almustasyaaru Mu’tamanun

“Penasehat itu orang yang amanah / bisa dipercaya”.
(HR Abu Daud dan Nasa’i dari Abu Hurairoh, Tirmidzi dari Ummi Salamah dan Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).

Dan dalam hadits Tirmidzi dari Abu Hurairah ra :

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لأبي الهيثم بن التيهان : ” هل لك خادم ؟ فقال : لا . قال : ” فإذا أتانا سبي فأتنا . فأتي النبي – صلى الله عليه وسلم – برأسين ، فأتاه أبو الهيثم ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : اختر منهما . فقال : يا نبي الله ! اختر لي فقال النبي صلى الله عليه وسلم : إن المستشار مؤتمن . خذ هذا فإني رأيته يصلي ، واستوص به معروفا ” .

Bahwa Nabi SAW bersabda kepada Abu Haitsam bin Tayyihan : “Apakah kamu mempunyai budak (pembantu)?”, dia menjawab : “Tidak”. Nabi bersabda : “Apabila datang kepada kami boyongan, maka datanglah kamu kepada kami”. Kemudian didatangkan kepada Nabi dua budak laki-laki. Lalu Abu Haitsam datang kepada Nabi lalu Nabi bersabda : “Pilihlah satu dari keduanya”. Abu Haitsam berkata : “Wahai Nabiyallah, pilihkanlah untuk aku”. Lalu Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya penasihat itu orang yang dapat dipercaya (punya amanah). Ambillah budak ini, karena aku melihatnya melalukan shalat. Berwasiatlah kepadanya dengan makruf”.

Pada hadits ini, Nabi SAW sebagai seorang penasehat telah memilihkan yang terbaik untuk yang dinasehatinya, yakni baik dari sisi agamanya, yaitu budak yang senantiasa melakukan shalat.

Sedang nasehat Pak Mahfudz kepada IPNU dan IPPNU agar menjaga persatuan Indonesia melalui Islam moderat dan memegang teguh Pancasila sebagai ideologi negara. Kemudian tidak perlu mengusung negara Islam, adalah khianat dari seorang penasehat. Yakni dalam hal ini penasehat tidak amanah karena melarang menjaga persatuan dengan negara Islam.

Padahal Kita sudah sama-sama tahu, bahwa dewasa ini mayoritas negara di dunia, termasuk Indonesia, semuanya telah menerapkan salah satu dari tiga sistem pemerintahan; republik/demokrasi, sosialis/komunis dan teokrasi/kerajaan. Dan belum ada satu negara pun yang benar-benar menerapkan sistem pemerintahan Islam/khilafah atau sebagai negara Islam secara kaffah.

Indonesia sendiri dengan sistem republik / demokrasinya masih terus terjajah, SDA-nya terus dijarah dan dirampok oleh penjajah asing maupun aseng, dan SDM-nya terus dirusak mental dan agamanya. Mereka tidak berdaya melawan penjajah, bahkan tidak mengerti kalau sedang dijajah. Mereka melongo bak keledai tak ada reaksi sedikitpun melihat di depan matanya rombongan penjarah dan perampok mundar mandir mengangkuti kekayaan alam miliknya yang sangat banyak dan melimpah.

Lebih miris lagi, mereka justru rela menjadi satpam-satpam penjaga setia dan siap mati demi majikan penjajah yang terus menjarah dan merampok asalkan masih dilempari sekerat tulang dunia yang tak berdaging. Mereka girang dan tersenyum bangga bisa dekat dan dapat tulang dari penjajah, serta sombong dan congkak kepada saudara-saudara nya yang anti penjajah.

Itulah tamtsil kelompok muslim moderat sekular liberal penganut ide sesat islam mederat, sekularisme dan liberalisme produk penjajah. Mereka tidak peduli dengan berbagai kerusakan manusia dan alam akibat eksploitasi dan eksplorasi yang terus menerus dilakukan penjajah, baik asing maupun aseng, di daratan dan di lautan.

Mereka sangat reaktif dan garang ketika kepentingan majikan penjajahnya terganggu, berteriak radikal radikul sekeras-kerasnya, sembari terus menghalau dan membubarkan pengajian maupun kajian komlompok-kelompok pencari solusi dan telah mendapatkan solusi untuk menyelamatkan negeri yang kaya raya akan sumber daya alamnya, dari segala jenis penjajahan sehingga negeri ini benar-benar merdeka dan menjadi baldatun thoyyibatun warobbun ghofurun.

Apakah Pak Mahfudz sengaja menut-nutupi bahwa jargon Islam moderat yang dibenturkan terhadap Islam radikal adalah bagian kecil dari agenda besar kafir penjajah untuk mengadu domba antar umat Islam kemudian untuk menghancurkan Islam?

Saya yang formalnya tidak lulus SD saja sangat ngerti dan merasa bahwa muslim moderat dengan paham dan pemikiran Islam moderatnya itu sangat pro penjajahan dan mereka rela menjadi agen-agen penjajah dengan mengharap imbalan tulang dunia tanpa daging. Tidak akan ada persatuan Indonesia melalui Islam moderat, selain persatuan untuk diam dijajah, dijarah dan dirampok. Jadi Islam moderat tidak layak untuk menjadi pelantara maupun spirit persatuan Indonesia. Saya yakin Pak Mahfudz juga ngerti.

Selanjutnya Pak Mahfudz memberi nasehat agar IPNU dan IPPNU memegang teguh Pancasila sebagai ideologi negara. Saya kurang semangat membahas Pancasila. Karena sudah lama saya menyadari dan merasakan, bahwa yang sedang mengatur negara ini adalah ideologi kapitalisme Barat dengan sistem pemerintahan demokrasi – republiknya, dan ideologi sosialisme / komunisme Timur yang telah terkontaminasi oleh kapitalisme dengan sistem pemerintahan komunisnya yang sedang berusaha dibangkitkan kembali oleh anak-anak PKI.

Sebaliknya saya bertanya dari sisi mana dan sejak kapan Pancasila disebut sebagai ideologi? Di mana dan kapan Pancasila telah menjadi solusi untuk berbagai problem yang menimpa bangsa dan negara Indonesia dari dulu hingga saat ini? Apa solusi Pancasila untuk membebaskan negara ini dari segala bentuk penjajahan, terutama  penjajahan politik dan ekonomi? Malah saya melihat bahwa kaum moderat – liberal – sekular membiarkan negeri itu terus dijajah, dijarah dan dirampok dan tanpa malu mereka berteriak “Aku Pancasila, Pancasila Final, Pancasila Yes”, dst.

Serta melabeli dan meneriaki mereka yang siang malam berjuang untuk menyelamatkan negara Indonesia dan menjadikannya bisa benar-benar merdeka, yaitu dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah melalui penegakkan khilafah, sebagai kelompok anti Pancasila, radikal, khawarij, bahkan teroris. Jadi Pancasila hanya dipakai untuk mengokohkan penjajahan, bukan untuk mengusir penjajah.

Jadilah Penasehat Yang Amanah

Penasehat yang amanah adalah penasehat yang menjadikan Islam sebagai dasar dan standar kebaikan dan keburukan. Lalu memahami bahwa persatuan Indonesia harus bertujuan untuk kebaikan dan taqwa dan untuk kemerdekaan yang hakiki bagi Indonesia. Karena hakekat persatuan adalah adanya sikap saling tolong menolong diantara mereka yang bersatu, baik dalam kebaikan dan taqwa maupun dalam dosa dan kezaliman. Maka penasehat yang amanah pasti memberi nasehat agar menjaga persatuan Indonesia melalu penerapan syariah Islam secara kaffah.

Karena negeri Indonesia hakekatnya milik Allah dan harus diatur dengan aturan yang datang dari Allah, yaitu melalui penegakkan negara Islam dan sistem pemerintahan Islam, Khilafah. Dan dengan khilafah, politik dalam dan luar negeri Islam, juga sistem ekonomi Islam bisa diterapkan secara sempurna, dan otomatis penjajahan dengan segala jenisnya akan hengkang dan berakhir dari negeri Indonesia.

Lalu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” bisa benar-benar terwujud, kemudian berkembang menjadi “keadilan sosial bagi seluruh kaum muslimin sedunia”, kemudian berkembang menjadi “keadilan sosial bagi seluruh umat manusia dan dunia”. Inilah hakekat Islam rahmatan lil’alamin. Bukan jargon Islam rahmatan lil’alamin yang diteriakkan oleh muslim moderat.

Terakhir

Kata Pak Mahfudz (di media lain), Islam moderat dan Pancasila itu untuk menuju “Indonesia Emas di tahun 2045”. Halusinasi tingkat profesor dan mimpi pemabuk narkoba. Sekarang saja hutang Indonesia sudah berapa? Sumber daya alam Indonesia yang dikuasai asing dan aseng sudah berapa banyak dan berapa luas? Kalau negara ini masih memakai sistem demokrasi, republik, apalagi komunis, dan masih diatur oleh orang-orang moderat, liberal, sekukar, apalagi komunis, Indonesia bisa hilang dari peta dunia atau bisa berganti nama sesuai nama negara-negara penjajah. Bahkan bisa terbagi-bagi menjadi beberapa bagian. Ada Indoamrik, Indocina, Indoinggris, dst.

Hanya satu yang bisa menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia ini, bahkan menyelamatkan negeri-negeri muslim di seluruh dunia, yaitu Khilafah. Hanya khilafah yang mampu menjadikan Indonesia Emas dan tidak perlu nunggu tahun 2045. Ini bukan halusinasi dan bukan mimpi pemabuk narkoba.

Wallahu A’lam bisshawan

Sumber : https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/08/jadilah-penasehat-yang-amanah.html

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.