6 Desember 2022

Dimensi.id-Advokat Bela Ulama Islam, Ahmad Khozinuddin, menanggapi soal tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

Ahmad menyoroti kematian 127 penonton yang kemungkinan karena tembakan gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian. Kendati, Kapolda Jawa Timur mengatakan bahwa penembakan gas air mata yaitu menenangkan massa yang merangsek masuk ke lapangan.

Tetapi, fakta yang harus diakui semua pihak adalah penggunaan gas air mata di dalam stadion oleh aparat kepolisian di sana. “Apapun alasan dari Kapolda, faktanya aparat kepolisian menggunakan tembakan gas air mata. Itu fakta. Tidak bisa diingkari baik oleh kepolisian sendiri maupun kita yang menyaksikan,” ujar Ahmad di kanal YouTube-nya, Ahmad Khozinuddin, pada Minggu (2/10).

Ahmad mengatakan bahwa hal tersebut harus diusut untuk mengetahui apa faktor utama penyebab banyaknya kematian. Pemeriksaan medis harus dilakukan kepada korban meninggal untuk menentukan apa faktor determinan yang menyebabkan kematian.

“Pemeriksaan medis apakah faktor determinan yang menyebabkan kematian di 127 orang tadi. Apakah karena terinjak, atau karena dipukul atau karena apa,” ujar Ahmad.

Simak selengkapnya

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.