6 Desember 2022

Dimensi.id-Innalillahi wainnailaihi rojiun.
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) berakhir tragis.

Jumlah korban terbaru telah disampaikan oleh Menko PMK Muhajir Effendy. Total korban tragedi Kanjuruhan di Malang adalah sebanyak 448 orang. Jumlah tersebut merupakan data akumulasi 323 korban luka-luka dan 125 total yang meninggal di Kanjuruhan.

“Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban,” kata Muhadjir usai melakukan rapat koordinasi di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang, dilansir detikJatim, Senin (3/10/2022).

Mereka semua anak muda yang ditangannya membawa estafet kehidupan masa depan, semangatnya, tenaga dan pikiran inovatif mereka, berperan sebagai agen perubahan, potensi yang tidak boleh diremehkan dan di sia-siakan. Artinya dalam peristiwa Kanjuruhan kemaren, hanya sekejap, negri ini sudah kehilangan aset berharganya sebanyak 129 pemuda dengan cara yang memilukan. Padahal 10 pemuda saja jika ada di tangan pembaharua, mereka bisa mengguncang dunia. Sebagaimana kata-kata bijak Bp Soekarno tentang pemuda:”Berilah aku semilyun orang tua, maka aku akan sanggup memindahkan gunung Merapi dari tempatnya; dan berilah aku sepuluh pemuda yang bersemangat besar, niscaya aku akan sanggup menggemparkan dunia.”
Bisa kah negri ini menjaga pemudanya???

Negri dengan berjuta pemuda.

Indonesia adalah salahsatu negri yang terbesar dengan bonus demografinya.

Apa itu bonus demografi? Bonus demografi adalah sebuah fenomena saat penduduk usia produktif jumlahnya sangat banyak. Indonesia diketahui menjadi negara yang kini memiliki bonus demografi atau ledakan penduduk. Pasalnya jumlah penduduk usia produktif lebih tinggi dibandingkan usia non produktif.
Tahun 2020 -2030, Indonesia mulai memasuki bonusi demografi. Pada rentan waktu tersebut, diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia akan mencapai 70 persen dari 255 juta penduduk. Artinya setara dengan 178 orng dari 255 jiwa.
Anazing bukan?

Namun bonus demografi ini akan menjadi bencana jika tidak bisa mengelola potensinya. Bisa di lihat hari ini jika para pemuda banyak yang terjebak dalam arus budaya dan pemikiran kebebasan. Baru usai Covid-19 terjadilah tawuran remaja.

Kemana seharusnya pemuda diarahkan?

Tidak bisa dipungkiri, bahwa sistem kapitalis dengan arah sudut pandang materialismenya, mengarahkan pemuda hanya untuk mengejar materi, mengejar kebahagiaan diri sendiri.

Dengan pandangan materialismenya,kapitalis mengelola bonus demografiny, sebagai peluang untuk menikmati percepatan pertumbuhan ekonomi. Diharapkan bisa bersaing dengan negara lain. Maka dengan serius negri ini membuat program-program ekonomi seperti Skilled Youth.
Oleh karenanya, Citi Indonesia secara aktif mendukung kelangsungan program Skilled Youth agar dapat membekali dan mempersiapkan generasi muda dalam memimpin Indonesia di kemudian hari.

“Selaras dengan misi global Citi dan Citi Foundation, Pathways to Progress, kami berupaya untuk terus memberdayakan generasi muda dengan meningkatkan kesempatan kerja dan peluang ekonomi mereka. Hingga saat ini, program Skilled Youth berhasil menjangkau dan membekali sebanyak 2.850 generasi muda. Kami pun berharap agar program ini mampu terus menebarkan manfaat dan meningkatkan kemampuan kerja serta keahlian kewirausahaan para generasi muda,” lanjut Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia.

Program-program pemberdayaan pemuda yang lain seperti gerakan iklim, lingkungan, perdamaian dll, yang semua itu jika kita benar-benar mencermati akar masalahnya adalah hasil penerapan sistem kapitalis itu sendiri. Mengapa terjadi pemanasan global, mengapa konflik antar negara di dunia terus terjadi? Mengapa ekonomi nyungsep… Apa yang menyebabkan? Pernahkah pemuda dengan potensi berfikirnya pernah di ajak berfikir tentang itu semua? Yang ada adalah pemuda diajak menyelesaikan problem yang sejatinya problem itu hasil dari perbuatan sistem kapitalisme. Termasuk program-program siap kerja yang sudah mulai masuk dalam kurikulum sekolah.

Pemuda harusnya di berdayakan terutama dari potensi intelektualnya. Di arahkan dengan arah pandang sistem islam. Gambaran tentang perberdayaan pemuda dalam islam sebagai berikut:
1 Pemuda terlebih dulu di kuatkan Aqidah islamnya,termasuk tujuan hidupnya.
2 Dibangun pribadi yang bersyaksiyah islam, memiliki pola pikir dan pola sikap islam.
Standar perbuatannya jelas halal haram, kebahagiaannya hanya saat mendapat ridho Allah Swt.
3 Menancapkan visi misi yang bertujuan untuk memuliakan islam dan umat. Bukan kepentingsn pribadi dan sesaat.
Skill apapun yang dimiliki pemuda diarahkan untuk kemaslahatan umat seluruhnya.

Tentunya semua ini tidak akan mampu di lakukan oleh pemuda seorang diri, tapi harus di bantu dan difasilitasi terutama oleh negara. Karena negara sebagai pelayan dalam segala urusan rakyatnya yang akan diminta pertanggungjawaban kelak di akherat. Rosululloh bersabda:
“Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya.”
(HR Bukhori)

Maka dari itu negara harus serius mengelola potensi pemuda yang akan didapatkan berlimpah karena bonus demografinya. Jika tidak, keberadaan pemuda akan sia-sia. Saatnya selamatkan pemuda sebagai generasi masa depan.

Penulis : Ummu Aisyah

1 thought on “Tragedi Kanjuruhan, Selamatkan Generasi Masa Depan

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.