6 Desember 2022

Dimensi.id-Akhir Juli lalu, Indonesia telah resmi membuka acara Youth Twenty (Y20). Acara ini diadakan di dua kota yaitu Jakarta dan Bandung. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) khususnya Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan bahwa acara ini merupakan side event dari Indonesia sebagai presidensi G20.

Y20 merupakan bagian dari program G20 dimana Y20 lebih berkonsentrasi kepada pemuda. Ada beberapa hal yang dibahas terkait dengan Y20 diantaranya ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni serta keberagaman dan inklusi. Adapun terkait dengan ketenagakerjaan pemuda, maka ini berkaitan dengan solusi atas permasalahan pengangguran yang banyak menimpa pemuda. Sedangkan terkait dengan transformasi digital, berhubungan dengan peran sentral pemuda dalam menghadapi era digital.

Pembahasan yang berkaitan dengan planet yang berkelanjutan dan layak huni dimaksudkan untuk mencari solusi akan masalah untuk mencapai kesejahteraan hidup. Terakhir, pembahasan tentang keberagaman dan inklusi ini berkaitan dengan permasalahan intoleransi dan ketidaksetaraan ditengah-tengah masyarakat.

Secara umum, acara Y20 mendorong pemerintah untuk menggalakkan potensi pemuda agar pemuda mampu bertahan ditengah krisis ekonomi yang sedang melanda. Sehingga perlu adanya program wirausaha yang dapat memantik para pemuda khususnya kalangan mahasiswa agar mau berwirausaha. Program wirausaha usaha ini berkesinambungan dengan kuliah merdeka yang mulai diterapkan oleh pemerintah.

Dari pengamatan terkait program yang diluncurkan oleh Y20 menunjukkan bahwa potensi pemuda diarahkan untuk melanjutkan roda perekonomian. Dimana hal ini justru hanya akan membuat pemuda sibuk dalam urusan dunia dan cenderung abai dengan permasalahan lain seperti permasalahan sosial bahkan dalam permasalahan bangsa khususnya kepengurusan negara terhadap rakyatnya.

Jika hal ini terus terjadi, maka pemuda akan hilang jati dirinya sebagai agen perubahan. Dimana pemuda harus melakukan perubahan dengan melihat segala permasalahan dari akarnya. Sebagaimana permasalahan ekonomi, hal ini bukanlah dilihat dari kurang terampilnya masyarakat khususnya pemuda didalam mengolah sumber daya alam. Bukan pula karena ketidakmampuan pemuda dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang ada. Akan tetapi, adanya sistem ekonomi kapitalistik yang dijalankan di suatu negara membuat sumber daya alam dikuasai oleh para oligarki. Akibatnya rakyat yang seharusnya menjadi pemilik sumber daya alam tidak dapat menikmatinya. Sehingga rakyat harus turut menjadi pekerja dan berjuang untuk menghidupi serta memenuhi kebutuhannya sendiri.

Sudah saatnya pemuda bangkit dengan kebangkitan yang hakiki. Kebangkitan yang berasal dari aturan Yang Maha Memberi Kehidupan yaitu Allah Azza Wa Jalla. Kebangkitan yang berasal dari aqidah Islam sehingga melahirkan pemikiran cemerlang yang mampu menyelesaikan segala permasalahan kehidupan. Pemuda merupakan harapan bangsa. Karena pemuda memiliki potensi kehidupan yang mampu merubah kehidupan.

Pemuda muslim harus menyandarkan pemikirannya kepada syariat Islam sehingga terbentuk pola pikir dan pola sikap yang islami. Pola pikir yang islami akan menjadikan pemuda menjadikan Islam sebagai solusi atas segala permasalahan hidup manusia. Sedangkan pola sikap yang islami akan membuat pemuda berusaha agar syariat Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemuda muslim juga harus turut terjun menjadi pejuang Islam yang senantiasa mendakwahkan Islam agar masyarakat memahami akan kewajibannya untuk menerapkan Islam didalam kehidupan. Sehingga, pemuda muslim tidak akan mudah terjerumus kepada solusi parsial dan pragmatis yang jauh akan solusi nyata dan tuntas.

Perlu dipahami pula bahwa pemuda harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt karena sesungguhnya semua yang dilakukan pemuda akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang lima (perkara) : tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, serta bagaimana dia mengamalkan ilmunya” (HR. Tirmidzi). Wallahu a’lam bishowab. [Dms]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.