7 Desember 2022

Dimensi.id-Hari berikutnya ku masuki Nabawi dengan penuh ke galauan…bingung…ketakutan akan kehilangan pekerjaan benar2 sudah terasa walaupun aku masih di Madinah, kebingungan utk merangkai kata menjelaskan kepada isteri ku saat aku tiba di Jakarta kelak, dimana pasti sangat tidak mudah baginya untuk menerima ini, dimana dia sendiri tdk berangkat berhaji bersamaku saat itu.

Kudapati kesempatan utk berdoa di Raudhoh beberapa kali, namun lebih banyak tangisan yg aku lakukan daripada berdoa nya…bahkan untuk mengucapkan doa “Ya ALLAH kuatkan Imanku” pun aku takut…takut kalau ALLAH mengabulkannya dan akhirnya aku akan tinggalkan pekerjaan ku…Ya ALLAH maafkan hamba MU ini…

Malam terakhir di Madinah,

Selesai shalat magrib aku memang berniat utk tidak pulang ke hotel krn aku berniat utk beli kebab yg di jual di dekat hotel yg selalu aku lihat ramai pengunjungnya. Dan selalu saat setelah shalat magrib, jamaah akan segera kembali ke hotel utk makan malam sebelum nanti saat Isya kembali lagi ke masjid krn kadang kalau terlambat datang ke hotel makanan yg tersedia hanya tinggal sisa2 saja.

Terasa lengang sekali Nabawi yg besar itu di tinggalkan para jamaah…terlihatlah hamparan karpet merah yg biasanya selalu sesak oleh jamaah…sambil menunggu shalat Isya aku pun membaca kembali terjemahan Al Quran yg selalu aku bawa dan karena sepinya jamaah akupun membaca sambil merebahkan diri (posisi tidur).

10 menit aku sdg menikmati posisi “PW” …dari kejauhan aku melihat ada 3 orang berkebangsaan arab yang jalan menuju ke arah ku. Satu orang yg tertua berjalan sedikit didepan dari 2 orang yg lebih muda. Sampailah si orang tua ini di dekatku lalu diapun menunduk dan mencolek pundakku yg masih dalam posisi berbaring seraya berkata..”boleh saya duduk di sebelah mu ?” dengan bahasa Inggris yg sederhana. Dan akupun mempersilahkannya dengan hanya menggunakan bahasa isyarat tanpa merubah sedikitpun posisi ku yang berbaring itu.

Si orang tua itu aku lihat mengeluarkan Al Quran kecil dari dalam kantong bajunya dan sambil duduk bersila disebelahku dia membaca Al Quran tsb, sementara aku pun masih asik membaca Al Quran ku sambil berbaring. Sedangkan ke 2 orang yg muda juga bersila tdk jauh dari orang tua itu.

10 menit kemudian si orang tua kembali mencolek pundak ku krn memang kami posisi nya cukup berdekatan. Lalu dia pun membuka pembicaraan dengan kalimat tanya ” Indonesia….Indonesia ?”..sambil jarinya menunjuk pada ku dan langsung aku jawab ” yes I am Indonesia”….lalu dia menyambungnya dgn pertanyaan ke dua, pertanyaan kedua nya inilah yg sebenarnya tdk pernah aku sangka2 krn menurutku ini pertanyaan yg kurang pas di lakukan pada pertemuan pertama seperti ini tanpa ada pembicaraan awal sebelumnya…. “Kamu bekerja dimana ? “…akupun menjawab dengan kalimat yg saat itu ada di otakku tanpa memikirkan apakah dia akan mengerti maksud ku “Perbankan” …dan begitu sadar akupun menegaskan kembali jawaban ku ” in bank…I am Banker”.

Si orang tua itupun terdiam sejenak mendengar jawabanku. Tidak berapa lama diapun bicara lagi…” KAMU BEKERJA DI TEMPAT YG SALAH…SAUDARAKU”……

Mendengar kalimatnya ini akupun langsung merespon dalam hati ku sendiri…” Ya ALLAH …apalagi kah ini ?”

Kalimat berikutnya yg keluar dari mulut si orang tua itu adalah ” Untuk apa kamu jauh2 datang dari Indonesia kesini ? …saya yakin kamu datang ke sini karena kamu percaya kepada ALLAH…tapi mengapa kamu tidak percaya pada kalimat ALLAH ?…dibukanya Quran kecil yg tadi dibaca nya pada surat AL BAQARAH ayat 275, sambil menunjukkannya pada ku.

Disaat bersamaan kedua orang muda yg duduk di sebelahnya berdiri kearah ku dan meminta aku utk bangun dari posisi berbaring dengan isyarat tangan (memang kurang ajar sekali aku saat itu krn ada orang tua ngomong dan aku masih berbaring). Dan aku pun duduk bersila di sebelah si orang tua tadi.

Lalu si tua itu menunjukkan surat Al baqarah tadi dengan tangannya sambil menterjemahkan arti surat tersebut dlm bahasa Inggris yg setengah2…dia tdk memperhatikan aku yg sudah mulai menitikkan air mata dengan perasaan yg berkecamuk sambil jariku mencoba mencari surat Al Baqarah di Quran ku yg sudah aku tandai halamannya …lalu aku tunjukkan halaman itu pada orang tua ini sambil aku ngomong ” yang inikan maksud mu !”…lalu diapun melihat Al Quran ku yg di sebelah tulisan arab nya ada tulisan berbahasa Indonesia sambil bilang….”bukankah ini bahasa mu ?…lalu alasan apalagi kamu utk tdk mengerti ?…

Pecahlah tangisanku di hadapan orang tua ini…..

Aku hanya menjawab…” aku sdg berusaha…aku sdg berusaha “…diselingi suara tangisku.

Dan yg membuat tangis ku semakin menjadi …ketika dia merangkulku sambil berucap “aku akan doakan kamu..” lalu diapun menepuk2 perlahan pipiku sambil berucap “kamu harus kuat saudaraku..kamu harus kuat”….seperti anak kecil dia memperlakukan diri ku dan akupun merasa di pundak ku basah…ternyata si orang tua ini pun menangis saat dia memelukku…..

Adzan Isya pun berkumandang, jamaah sudah mulai banyak berdatangan …dan kamipun harus berdiri utk mengisi syaf yg kosong, disitulah kami terpisah dan tidak kulihat lagi mereka bertiga.

Lengkaplah sudah ALLAH membolak-balikan hati ku…mulai dari hari pertama memasuki Nabawi hingga hari terakhir. Seolah2 ALLAH tidak memberikan aku ruang utk berdebat lagi…

Ke 3 orang arab tadi sebenarnya bisa memilih tempat utk duduk dimana saja di masjid Nabawi ini yg saat itu sdg sepi…lalu mengapa mereka memilih duduk disebelah ku…

Lalu apa perlu nya si orang tua itu bertanya mengenai pekerjaanku ?…bahkan namaku saja tidak dia tanyakan.

Aku teringat kalimat Aa’ Gym waktu aku temui beliau yg ke 3…” Tidak ada satupun kejadian di dunia ini terjadi tanpa ada izin ALLAH, bahkan daun jatuh pun terjadi atas izin ALLAH…apakah kamu tidak percaya kalau pertemuan kita waktu subuh di lift saat akan ke masjid itu adalah skenario ALLAH ?”…

ALLAH benar2 ingin membuatku tidak bisa mengelak lagi…..sehingga saat itu pilihan ku hanyalah …HIJRAH…atau …TUNGGU DATANGNYA AZAB ALLAH.

Baca cerita sebelumnya :  https://dimensi.id/2022/09/27/jangan-gadaikan-akhirat-mu-untuk-dunia-mu-1/

Penulis : El Candra

Sumber : https://www.xbank-indonesia.com/jangan-gadaikan-akhirat-mu-untuk-dunia-mu-1/

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.