7 Desember 2022

Dimensi.id-Musim haji tahun 2010, undangan itu datang di bulan November, hari pertama ku di Madinah, ku masuki masjid Nabawi yg megah di waktu dhuhur dan saat berangkat dari hotel tidak lupa ku bawa Al Quran terjemahan terbitan Daarul Tauhid yg masih gres dibungkus plastik.

Selesai sholat dhuhur sebagai shalat ku yg pertama dalam rangkaian sholat arbain, akupun berniat menunggu ashar di Nabawi, sambil menunggu waktu akupun iseng utk membuka halaman Al Quran itu secara acak hanya sekedar ingin tahu surat dan ayat apa yg akan terbuka …ternyata Al Baqarah 275, akupun menutup kembali halaman itu dan mulai membaca Al Quran terjemahan itu mulai dari Surat Al Fatihah.

Hari kedua di waktu yg sama aku ulangi lagi membuka Al Quran tersebut secara acak dan terbuka kembali Al Baqarah 275, mulailah rasa penasaran itu muncul utk mengetahui menyampaikan apa sebenarnya Al Baqarah 275 itu….ternyata ayat mengenai riba.

Saat itu aku pun jadi teringat ibu ku, aku teringat kejadian tahun 2004 dimana ibu ku disaat sakitnya memanggilku ke rumah nya hanya utk bertanya ” Apakah kamu bekerja di tempat yg benar ?”, dan akhir dari pertemuan itu di tutup dengan pesan ibu ku ” Jangan kau gadaikan akherat mu hanya utk dunia mu “…dan 2 bulan dari pertemuan itu ibu ku pun pulang menghadap ALLAH.

6 tahun lebih aku tidak menghiraukan pesan terakhir ibu ku itu, bahkan hampir aku lupakan…tapi di hari ke 2 di Nabawi inilah kalimat itu terngiang2 di telingaku dan membuat perasaan ku jadi gelisah tidak jelas.

Hari ke 3 setelah sholat Isya akupun berniat dalam hati utk bertemu dengan Aa Gym yg saat itu menjadi pimpinan rombonganku, ingin bertanya mengenai riba dan kegelisahanku ini. Maha besar ALLAH…saat akan sholat subuh ke Nabawi akupun bertemu dengan Aa Gym saat beliau keluar dari kamarnya utk subuhan juga, di lift hotel akupun meminta waktu nya utk berdiskusi dan beliau langsung bilang kenapa harus cari waktu…sekarang aja kita ngomong sambil jalan ke masjid. Akupun menyampaikan kalau aku bekerja di bank dan ibuku pernah menasehati ku serta kejadian 2 hari sebelumnya di Nabawi, harapan ku beliau akan menjelaskan pada ku mengenai riba , tapi ternyata tidak…beliau hanya menjawab dengan satu kalimat pembuka yg diluar dugaanku. Dengan enteng beliau menjawab …”Itu artinya kamu harus Hijrah” …walaupun aku mendengar dengan jelas jawaban itu tapi aku mengulangi pertanyaan ” Maaf A’…maksud Aa apa ?”. Beliaupun menjawab dengan tegas ” Cari pekerjaan lain…semua kejadian itu sudah dengan jelas memberi petunjuk kamu utk hijrah, yang bicara pada mu itu Ibu mu…ibu mu !! siapa lagi yg kamu tunggu utk mengingatkan kamu kalau wakil ALLAH di dunia ini (ibu mu) sudah menyampaikan nya”….

Bagaikan ditampar dengan besi aku mendengar jawaban itu….bertahun2 aku bekerja sebagai pegawai bank dengan penghasilan yang sangat mencukupi dan segala fasilitas yg aku dapatkan dan dengan enteng Aa Gym menyuruh aku utk meninggalkan itu semua….diriku belum mau menerima kenyataan ini.

Setelah ke jadian di subuh hari itu , aku masih mencoba untuk bertemu lagi dengan Aa Gym…suatu hari saat akan pergi ke masjid Quba aku lihat beliau duduk di kursi bus bagian belakang dan aku pun mencoba mendatanginya, belumlah sampai ke tempatnya beliau sudah bilang ” masih mau tanya tentang yg kemarin ?….tanpa menunggu jawabanku beliau pun langsung menjawab sendiri ” jawabannya tetap sama…hijrah”.

Dan usaha ini aku lakukan bukan hanya sekali tapi 3 kali dan jawaban beliau selalu sama HIJRAH tanpa memberiku waktu utk berdebat.

Semakin galau diriku….sholat selalu diiringi oleh tangisan, tangisan itu bukan krn aku bersyukur, bukan krn aku mencintai ALLAH….tapi krn aku takut kehilangan pekerjaan, jabatan, gaji dan fasilitas serta membayangkan kesulitan hidup aku dan keluarga ku…apabila aku meninggalkan pekerjaan ku.

Ya ALLAH mengapa Engkau berikan kejadian ini padaku.

Penulis : El Candra
Sumber : https://www.xbank-indonesia.com/jangan-gadaikan-akhirat-mu-untuk-dunia-mu-1/

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.