3 Oktober 2022

Kitab Al-Islam wa Ushululhukmi (الإسلام وأصول الحكم) ditulis setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah oleh Musthafa Kemal Attatruk tahun 1924 M. Pada kitab tersebut penulisnya Ali Abdur Roziq (1888 – 1966) yang ketika itu masih menjabat sebagai syaikh Al Azhar menyatakan, bahwa Islam itu agama tanpa negara, Islam itu risalah spiritual yang tidak punya kaitan dengan pemerintahan, politik dunia, pengelolaan alam dan pengaturan masyarakat. Dan bahwa Muhammad shollallahu `alaihi wasallam tidak mendirikan negara, tidak memimpin pemerintahan, tidak mengatur masyarakat dan tidak pernah mengajak kepada hal itu. Muhammad shallallahu `alaihi wasallam hanyalah seorang rasul penyampai wahyu.

Intinya, Ali Abdur Roziq telah menyamakan agama Islam dengan agama Kristen dan lainnya, dan mengajak kepada akidah sekularisme yang memisahkan antara agama (Islam) dan negara.

• Tujuh Kesesatan Kitab Al Islam wa Ushulul Hukmi.

Setelah terbitnya kitab Al Islam wa Ushulul Hukmi Dewan Ulama Besar Al Azhar Cairo Mesir melakukan penelitian kemudian mengadili penulisnya sehingga ia dikeluarkan dari jajaran Ulama Al Azhar.

Dewan Ulama Besar Al Azhar Mesir  yang ditandatangani oleh 24 ulama besar telah merilis Tujuh Penyimpangan Besar dalam kitab Al Islam wa Ushulul Hukmi sebagai berikut :

١. جعل الشريعة الإسلامية شريعة روحية محضة لا علاقة لها بالحكم والتنفيذ في أمور الدنيا.
1. Menjadikan syariah Islam sebatas syariah spiritual yang tidak punya kaitan dengan pemerintahan dan pelaksanaan urusan dunia.

٢. وأن الدين لا يمنع من أن جهاد النبي صلى الله عليه وسلم كان في سبيل الملك لا في سبيل الدين ولا لإبلاغ الدعوة إلى العالمين.
2. Bahwa agama (Islam) tidak melarang bahwa jihadnya Nabi shallallahu alaihi wasallam itu di jalan kekuasaan, bukan di jalan agama, dan tidak untuk menyampaikan dakwah ke seluruh dunia.

٣. وأن نظام الحكم في عهد النبي صلى الله عليه وسلم كان موضوع غموض أو إبهام أو اضطراب أو نقص وموجباً للحيرة.
3. Bahwa sistem pemerintahan di masa Nabi shallallahu alaihi wasallam itu topik yang tidak jelas, samar, kacau, kurang dan membingungkan.

٤. وأن مهمة النبي صلى الله عليه وسلم كانت بلاغاً للشريعة مجرداً عن الحكم والتنفيذ.
4. Bahwa tugas utama Nabi shallallahu alaihi wasallam hanyalah menyampaikan syariah yang terlepas dari pemerintahan dan pelaksanaan urusan dunia.

٥. إنكار إجماع الصحابة على وجوب نصب الإمام، وعلى أنه لابد للأمة ممن يقوم بأمرها في الدين والدنيا.
5. Mengingkari Ijmak Sahabat atas kewajiban mengangkat Imam A’zham (khalifah), dan bahwa umat harus memiliki Imam yang mengatur urusannya, baik urusan agama maupun dunia.

٦. إنكار أن القضاء وظيفة شرعية.
6. Mengingkari bahwa peradilan itu tugas pelaksanaan syariah.

٧. وأن حكومة أبي بكر والخلفاء الراشدين من بعده رضي الله عنهم كانت لا دينية.
7. Dan bahwa pemerintahan Abu Bakar dan para khalifah setelahnya radhiyallahu anhum itu bukan pemerintahan agama.

(Lihat; Hukmu Haiati Kibaaril ‘Ulamaai fii Kitaabil Islaami wa Ushuulil Hukmi, hal. 5-6).

•Kemudian sejumlah Ulama Besar juga satu persatu membantah kitab Al Islam wa Ushulul Hukmi dan diantara kitab bantahannya ialah :

1. Kitab Haqiiqotul Islaami wa Ushuulul Hukmi (حقيقة الإسلام و أصول الحكم), karya Syaikh Muhammad Bukhait Al Muthi’iy.

2. Kitab Naqdhu Kitaabil Islam wa Ushuulil Hukmi (نقض كتاب الأسلام وأصول الحكم), karya Syaikh Al Khidhir Husain, terbit tahun 1926 M.

3. Kitab Naqdun ‘Ilmiyyun likitaabil Islaami wa Ushuulul Hukmi (نقض علمي لكتاب الإسلام وأصول الحكم), karya At Thahir bin ‘Asyur.

4. Al Islaam wal Khilaafah (الإسلام والخلافة), karya Dr. Muhammad Dhiyauddin Arrais.

Sangat wajar dalam kitab-kitab bantahan para Syaikhul Azhar yang merupakan panutan utama Ulama Ahlussunnah wal jama’ah, mereka sangat membela Khilafah dan sepakat memecat Ali Abdur Roziq dari jabatan Syaikhul Azhar karena kesesatan pemikirannya yang tertuang dalam kitabnya itu. Ali Abdur Roziq sendiri tercatat sebagai tokoh Muslim sekuler pertama dan menjadi rujukan bagi kaum sekular setelahnya dari mereka yang anti khilafah serta cinta sejati kepada sistem demokrasi – republik atau mulai main mata dengan sistem sosialis – komunis yang notabene sangat kontradiksi dari sistem khilafah.

• Lebih tegas lagi, Prof. Dr. Assayyid Taqiyuddin Assayyid telah menulis kitab berjudul: “Raddu Haiati Kibaaril ‘Ulamai ‘ala Kitaabil Islami wa Ushulil Hukmi li ‘Ali Abdir Roziq” (رد هيئة كبار العلماء على كتاب الإسلام وأصول الحكم لعلي عبد الرازق). Dimana kitab itu memuat bantahan telak para Ulama Al-Azhar terhadap pemikiran sesat Ali Abdur Roziq.

Dan di bagian akhir kitab tersebut, beliau menjelaskan sanksi atas Ali Abdur Roziq:

“Maka, berdasarkan sebab-sebab tersebut, kami jajaran Ulama Al-Azhar berdasarkan ijma (kesepakatan) dua puluh empat Ulama dari Haiatu Kibaril Ulama menghukum Syaikh Ali Abdur Roziq, yang merupakan salah seorang Ulama Universitas Al-Azhar dan Hakim di Mahkamah Syar’iyah, dengan mengeluarkannya dari jajaran ulama, yakni dari jabatan Syiakhul Azhar dan Kehakiman.

Sanksi hukuman tersebut ditetapkan di Dar al-Idarah al-‘Ammah al-Ma’ahid ad-Diniyyah, pada hari Rabu, 22 Muharam 1344 H/12 Agustus 1925 M.” [Radd Hay’at Kibar al-‘Ulama ‘ala Kitab al-Islam wa Ushul al-Hukm li Ali Abd al-Roziq].

*Ternyata Azab Kaum Sekular Sama Dengan Azab Kaum Munafik Dan Raja Fir’aun Beserta Keluarga Dan Tentaranya. Gak Percaya?*

Kaum sekular dan raja Fir’aun beserta keluarga dan bala tentaranya sama-sama akan mendapat azab yang sangat berat (أشد العذاب). Allah berfirman :

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
“Apakah kalian beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripada kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat [asyaddil ‘adzaab]. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat” (QS. Al-Baq|arah [2]:85).

Allah juga telah berfirman :
ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ
“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat berat [asyaddil ‘adzaab]”.(QS. Al-Mu’min [40]:4).

Penulis : Abulwafa Romli

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: