30 September 2022

Dimensi.id-Selama masa Pandemi Covid-19 moda transportasi ojek online sangat digemari, demikian juga bisnis ekspedisi pengiriman barang. Sebab perpindahan manusia dan barang jadi lebih murah dan praktis. Bahkan ketika usaha lain sudah gulung tikar, para pegawai yang kena PHK langsung banting setir menjadi pengemudi ojol.

Meski dibatalkan , namun tak urung harapan masyarakat untuk lebih mudah sepertinya bakal sirna. Tarif Ojek Online (Ojol) akan mengalami kenaikan pada tanggal 29 Agustus 2022. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Aturan itu diteken pada 4 Agustus 2022.

Tarif yang awalnya akan diberlakukan pada 15 Agustus 2022, pelaksanaannya pun diundur ke tanggal 29-30 Agustus 2022 karena dibutuhkan masa sosialisasi yang lebih panjang (SINDOnews.com, 28/8/2022).

Pakar ekonomi Universitas Airlangga, Rumayya Batubara berpendapat, kenaikan tarif ojol 30-50% bisa membuat masyarakat meninggalkan transprotasi ini. Bukan tanpa alasan, merujuk pada riset dengan 1.000 koresponden di tiga wilayah, 53,3% diantaranya memilih akan menggunakan moda transportasi umum lain atau pribadi jika tarif ojol naik.

Dampak lain juga disampaikan Pakar dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda, yaitu prediksi Inflasi akan meningkat drastis jika tarif ojek online naik. Menurutnya ada dua faktor yang mendorong inflasi menjadi lebih tinggi.

Pertama, krisis energi dan pangan yang saat ini masih terjadi dan membuat harga komoditas naik. Kedua, kebijakan pemerintah atau aturan yang ikut andil berkontribusi mengerek inflasi. Daya beli masyarakat juga diprediksi menurun dan membuat konsumsi rumah tangga turut terdampak signifikan. Jika sudah demikian, maka perekonomian nasional akan kena imbasnya, padahal baru saja Covid-19 mereda (suara.com, 2/9/2022).

Kita juga baru merayakan hari kemerdekaan Indonesia, dengan mengambil slogan “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat!”. Dan fix hanya sekadar slogan, lagi-lagi rakyat menjadi tumbal kebijakan pemerintah. UMKM yang digenjot dan digadang menjadi tulang punggung perekonomian bakal menjerit. Sebab, kenyataan tak seindah rencana.

Kenaikan tarif ojol mencapai 35% akan berdampak besar membebani pengguna dan menurunkan omset UMKM yang mengandalkan penjualan online. Lantas siapa yang diuntungkan dengan kenaikan ini? Jelas perusahan penyedia jasa ojek online, driver sendiri jelas tidak mendapatkan keuntungan sebanyak perusahaan.

Dan yang lebih pasti lagi, jumlah pengguna yang berkurang akan mempengaruhi secara langsung pendapatan driver, bahkan bisa kehilangan pekerjaan. Makin banyaknya masyarakat yang berprofesi driver ojol dan makin besarnya penggunaan ojol baik utk transportasi maupun utk distribusi produk telah membuat para pemilik perush ojol ‘semaunya’ terus menaikkan tarif.

Keuntungan yang mereka dapatkan tak pernah membuat mereka puas, justru yang mereka lihat adalah peluang bertambahnya pendapatan dengan modal sesedikit mungkin. Mereka tak mau terbebani dengan besaran biaya produksi, namun mau untung yang lebih besar, pilihan jatuh kepada kenaikan tarif.

Kemana peran negara? Terpaksa kita menelan pil pahit, negara hanya menjadi stempel melegalkan kerakusan kaum kapitalis. Kesejahteraan pasti bakal turun drastis. Padahal, transportasi adalah bagian dari kebutuhan publik dimana pelaksanaannya harus dijamin oleh negara. Ketika negara berlepas tangan, bahkan menyerahkan urusan ini kepada swasta atau asing, mindset mereka seketika akan mempengaruhi pelayanan. Demi keuntungan, semua cara dihalalkan, termasuk jika itu mempersulit rakyat.

Pepatah Jawa mengatakan “ Ono Rupo Ono Rego” ada rupa ada harga, maksudnya setiap apa yang penampakannya bagus pasti berbiaya mahal. Dalam sistem kapitalis sangat bisa diterapkan. Sebab sistem ini meniadakan keadilan , setiap orang dianggap memiliki kemampuan yang sama, padahal jika sudah berbicara kebutuhan dasar publik tidak bisa hanya dilakukan sendiri kecuali oleh negara.

Dalam pandangan Islam, transportasi adalah salah satu kebutuhan dasar rakyat sebagaimana sandang, pangan, papan, kesehatan,pendidikan dan keamanan. Maka negara harus menjamin ketersediaannya, mudah dan murah. Pada masa kekhalifahan, para pemimpin Islam sangat memperhatikan hal ini, tak hanya jalan, kendaraan, bahkan tempat singgah para musafir pun dibangun untuk memudahkan urusan setiap orang.

Negara diharamkan menjadikan fasilitas umum ini sebagai bisnis atau jasa komersial, yang ketiadaannya berakibat bahaya atau dharar bagi masyarakat. Negara juga haram memposisikan diri hanya sebagai regulator dan fasilitator. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw,” Siapa saja yang mengambil satu jengkal saja dari jalan kaum Muslimin, maka pada hari kiamat kelak Allah SWT akan membebaninya dengan beban seberat tujuh lapis bumi”. (HR. Imam Thabrani).

Perhatian para Khalifah sangatlah besar, setiap ilmuwan, insinyur dan para ahli di bidang masing-masing akan di dorong mengkontribusikan tenaga dan pemikirannya untuk kenyamanan dan efisiensi perjalanan manusia, baik untuk berdagang, rihlah, ibadah dan lain sebagainnya. Hasilnya, banyak penemuan baru yang oleh ilmuwan Eropa dilanjutkan beberapa ratus tahun kemudian. Sungguh! Dunia Eropa berutang banyak pada peradaban gemilang Islam.

Seperti misalnya jalur kereta api Hejaz yang menghubungkan Damaskus ke Madinah, dibangun untuk mendekatkan Kekaisaran Ottoman dengan semua wilayah yang dilaluinya. Sesuai perintah Sultan Abdul Hamid II pada tahun 1900, jalur kereta api Hejaz dibangun untuk memudahkan bagi jemaah haji saat menuju Mekkah. Sebelumnya, mereka melakukan perjalanan selama berminggu-minggu, dan bahkan berbulan-bulan, dengan menunggangi unta. Kehadiran jalur kereta api Hejaz itu dapat memperpendek perjalanan dari 40 hari menjadi lima hari.

Maka, untuk kenyamanan transportasi publik, tidak mungkin bisa terwujud dalam sistem hari ini. Melainkan harus mencabutnya dan mengganti dengan sistem aturan yang berasal dari pemilik alam semesta. Allah SWT. Wallahu a’lam bish showab. [DM]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: