7 Desember 2022

Dimensi.id-Kebangkrutan Sri Langka dalam jeratan kapitalisme menjadi viral di dunia internasional dan harusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk kembali pada aturan Pencipta manusia, yang selama ini ditinggalkan karena kesombongan manusia, menerapkan aturan selain yang diturunkan olehNya. Aset negara, sumber daya alam jika dikelola dengan baik menggunakan syariat Allah SWT. akan menjadi sumber pendapatan negara yang harusnya tidak ada alasan satu negara Bangkrut. Belum lagi pajak dijadikan sumber pemasukan Negara, anehnya negara masih diambang kebangkrutan.

Saatnya negeri yang mayoritas penduduknya Muslim, menggunakan syariat Islam untuk mengatur dan mengelolanya. Negeri mempunyai potensi luar biasa, keindahannya bagaikan penggalan tanah surga dan kekayaan alamnya luar biasa terkandung dalam perut bumi, biru lautnya dan juga permukaan bumi yang sangat subur sehingga bisa menumbuhkan berbagai macam tanaman dan menghasilkan apa saja yang kita butuhkan untuk ketahanan pangan.

Tapi sayangnya negeri ini enggan menerapkan hukum Allah, karena virus sekularisme telah menjangkiti para penguasanya, yang takut kehilangan kursi kekuasaan sehingga memilih aturan buatannya sendiri yang menghasilkan celah agar bisa dimainkan atas nama hukum untuk melindungi kekuasaan. Sifat tamak atas kekuasaan dan kekayaan membuat mereka menghalalkan segala cara meskipun harus menjual aset negara dan membiarkan negeri ini masuk dalam jeratan hutang luar negeri dengan riba yang membuat negeri ini tidak berdaya, diambang kebangkrutan seperti Sri Langka. Jeratan kapitalisme membuat negara tidak berdaya. Penjajahan gaya baru membuat negeri ini tidak mampu menghasilkan kebijakan sendiri tamg melindungi rakyatnya. Intervensi asing begitu kuat yang menghilangkan kemerdekaan baik secara politik maupun ekonomi.

Bagaimana bisa bangkrut? Sebenarnya kemana dan untuk apa ribuan trilliyun utang luar negeri. Apakah benar rakyat yang menikmati atau para pejabat yang harusnya tugasnya mengurusi rakyat bukan untuk menghabiskan uang rakyat. Sebagai contoh untuk merenovasi ruang kerja butuh 6 Milliar. Apa dana sebesar itu logis hanya untuk merenovasi ruang kerja. TEMPO.CO, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendadak membatalkan renovasi ruang kerja Ketua Dewan Pengarah Megawati Soekarnoputri dan 9 pengarah lainnya yang menelan biaya Rp6 miliar lebih. Pembatalan diumumkan setelah kabar renovasi itu viral. Apakah jika tidak viral dan banyak yang protes, rencana yang tidak logis itu akan terus berjalan.

Begitu pula sebelumnya, pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR juga menelan biaya yang besar. JAKARTA, KOMPAS.com – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai, pengadaan gorden untuk rumah jabatan anggota DPR dengan pagu anggaran Rp 48,7 miliar menunjukkan wajah parlemen yang jauh dari rakyat. Sungguh menyakiti hati rakyat, dana negara mudahnya digunakan bukan untuk kebutuhan mendesak dan tidak pula untuk rakyat. Rakyat diminta berhemat bahkan disarankan makan eceng gondok agar tidak melakukan pemborosan.

Belum lagi untuk pengadaan yang sengaja diada-adakan agar bisa menyerab dana yang harusnya bisa dihemat untuk rakyat. Bahkan untuk dana bansos saja juga mengalami kebocoran dan salah sasaran. Kitapun tahu berapa banyak uang negara yang sudah digarong oleh para koruptor. Sungguh negara bangkrut bukan rakyatnya yang boros. Bahkan yang aneh negara berhitung-hitung pada rakyat dengan menghilangkan subsidi yang pada hakekatnya negara berbisnis untuk mengambil keuntungan dari rakyat. Bahkan aneh, jika PLN punya hutang tembus sampai 500 trilliyun meskipun rakyat terus bayar listrik dan tidak pernah hutang.

Kebangkrutan satu negara bukan karena rakyatnya yang susah diurus, tapi penguasa satu negara yang salah urus dengan menetapkan hukum atau aturan selain yang ditetapkan oleh Pencipta manusia. Banyak penyimpangan dan kemaksiatan dipromosikan, begitu pula dosa besar dipraktekkan dalam kehidupan secara nyata, sehingga bisa mengundang adzab Allah yang sangat pedih. Pintu berkah dari langit dan bumi tertutup karena ajaran Islam tidak diterapkan dalam kehidupan, bahkan penistaan terhadapnya dibiarkan sebagai bentuk kebebasan berbicara dalam sistem demokrasi. Sementara yang ingin diatur dengan Islam secara kaffah dianggap intolerant, anti kebhinekaan dan bahkan diancam dan dipersekusi dengan tuduhan teroris.

Negeri muslim harusnya menerapkan Islam secara kaffah sebagai solusi untuk menyelesaikan semua masalah. Negeri muslim yang penduduknya bertaqwa akan membuka pintu berkah dari langit dan bumi. Pemimpinnya amanah, takut menggunakan dana untuk hal yang tidak jelas alokasinya. Potensi dan sumber kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat. Negera aman, makmur, rakyat hidup sejahtera jauh dari kebangkrutan meskipun dunia sedang mengalami resesi. Kehidupan Islami inilah yang kita cita-citakan bersama sebagai muslim sejati hanya dengan penarapan Islam secara kaffah dalam sistem khilafah.[Dms]

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.