7 Desember 2022

Dimensi id-Agar kita bisa mengerti kondisi satu masyarakat, suatu negeri bahkan suatu negara bisa dikatakan baik atau buruk itu timbangannya adalah syariat Islam, syariat Allah SWT. Rusaknya suatu rezim memang harus diganti dengan yang lebih baik. Namun apakah cukup hanya mengganti rezim kemudian kondisi akan berubah menjadi lebih baik. Terbukti, gerakan reformasi yang sudah mampu menumbangkan dan mengganti rezim yang sangat kuat, tapi ternyata tidak memperbaiki kondisi yang rusak, bahkan ada sebagian orang rezim saat ini tidak lebih baik bahkan lebih buruk daripada rezim sebelum reformasi. Artinya ganti rezim tidak cukup bisa memperbaiki kerusakan yang ada, tapi juga harus ganti sistem.

Marilah kita berfikir apakah kondisi umat Islam saat ini baik-baik saja, terlebih yang kita rasakan di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sudahkah kita berada dalam kondisi baik sebagaimana yang sudah Allah sebutkan dalam al-Qur’an surat Al-A’raf Ayat 96, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Sudahkah kita mendapatkan keberkahan seperti yang Allah janjikan. Ataukah malah sebaliknya kita mendapatkan adzab pedih berupa bencana yang datang bertubi-tubi, dan masalah yang membelit negeri, karena ayat-ayat Allah telah didustakan, tidak diterapkan secara kaffah. Dalam surat Arum ayat 41, Allah SWT. berfirman,” telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Kita tahu bagaimana kerusakan yang terjadi saat ini pada bidang politik, ekonomi, moral, akhlak dan semua aspek kehidupan. Fasad ini terjadi, karena ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang dicontohkan rasullulah, Muhammad SAW.

Perlu diketahui bahwa Islam datang tidak hanya sekedar menawarkan kemajuan, karena diketahui bahwa sebelum datangnya Islam, Romawi dan Persia sudah cukup maju dari sisi teknologi, dan juga ilmu pengetahuan. Lebih dari itu Islam datang untuk memperbaiki rusaknya moral, akhlak, dan kedzaliman. Kesyirikan adalah sesuatu yang sangat jahat dan keji, dan kedzaliman ada didalamnya. Kesyirikan disini bukan berarti sama sekali meninggalkan Islam, tapi tidak secara kaffah menjalankan aturan-aturan Allah. Dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 85,”Apakah kamu beriman kepada sebagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tidaklah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antaramu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”

Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh mengambil setengah-setengah atau sebagian, tapi kita diperintahkan untuk berislam secara kaffah sebagaimana Rasullulah pernah menerapkan Islam dan diikuti oleh para sahabat, penerus beliau, Khulafaur Rasyidin. Inilah fakta yang dialami kaum muslimin saat ini karena tidak menerapkan aturan-aturan Allah secara kaffah akibatnya kita saksikan kerusakan yang membahayakan kaum muslimin dan mendzalimi kaum muslimin karena mengambil satu hukum yang datangnya tidak dari Allah SWT.

Marilah kita melihat fakta saat ini. Kenapa hutang sampai menggunung, kemaksiatan merajalela, carut marut kekuasaan karena pemimpin kita yang tidak bertaqwa, dan sistem yang diterapkan di negeri ini bukan warisan dari Rasullulah, Muhammad SAW. Inilah kemaksiatan terbesar, sehingga menyebabkan fasad di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim. Kerusakan yang ada saat ini baik dalam hal politik, ekonomi, pendidikan atau secara fisik berupa bencana alam; banjir, tanah longsor, gunung meletus yang semua itu diluar prediksi manusia. Semua itu terjadi karena pelakunya yang tidak beriman, tidak mau menerapkan hukum syara’ dan juga sistem yang diterapkan adalah demokrasi yang menjadikan umat Islam jauh dari syariat Allah, dan mereka menjauhi syariat Islam.

Maka ketika Allah menampakkan kondisi yang rusak ini agar mereka bisa menyadari dan kembali pada syariat Allah. Seperti saat ini, banyak masyarakat hidup didalam kesulitan, stress, sehingga nekat untuk membunuh , dan merampok. Sementara, mereka yang sudah kaya, para pejabat, masih saja korupsi. Mereka tidak merasakan kedamaian, tapi resah dan merasa kurang. Mereka tidak merasakan nikmat dengan kekayaan yang dimiliki, sementara mereka yang miskin tambah susah. Inilah akibat dari apa yang dikatakan oleh Allah agar mereka merasakan dari apa yang mereka perbuat.

Diharapkan dengan kondisi sulit yang dirasakan saat ini, umat di negeri ini khususnya umat Islam mau kembali ke jalan Allah seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasullulah dan diteruskan oleh para sahabat sehingga mereka bisa menjadi khoiruh umat, generasi terbaik. Jadi tidak cukup hanya ganti rezim, tapi sistem yang buruk ini harus juga diganti dengan sistem yang baik, sistem yang betul-betul menerapkan aturan Allah, yakni khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. (ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.