7 Desember 2022

Dimensi.id-Sistem demokrasi pasti akan hancur begitu pula sistem sekular, kaisar dan kerajaan juga akan hancur. Keniscayaan bahwa Khilafah ajaran Islam akan menggantikan Demokrasi, Mulkan Jabriyah dengan izin Allah. Kerusakan yang disebabkan oleh demokrasi hanya akan bisa diperbaiki jika syariat Allah diterapkan secara kaffah dalam kehidupan.

Dalam surat Al Anbiya ayat 107, Allah berfirman,“Tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai Rahmat untuk semesta alam”. Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad membawa agama Islam bukan untuk membinasakan umat manusia, melainkan untuk memperbaiki kondisi yang rusak, jangan sampai manusia itu hancur lebur kerena mereka menerapkan sistem diluar dari apa yang diturunkan oleh Allah SWT.

Jika ingin kehidupan lebih baik, negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini harus mau diatur dengan aturan Allah dalam naungan sistem khilafah. Inilah yang menjadi kebanggaan dan sekaligus karunia paling besar yang diberikan oleh Allah SWT dengan datangnya Rasullulah, Muhammad SAW kepada umat Islam agar manusia terselamatkan dari kehancuran.

Penguasa saat ini bukan mencari solusi, tapi hanya mengalihkan isu dengan membuat masalah-masalah baru. Inilah keadaan yang terjadi saat ini banyak kerusakan terjadi di semua aspek kehidupan, dan jika tidak segera ditangani, negeri ini akan menuju kehancuran. Bahkan tidak salah ada yang pernah menyampaikan dalam kampanye pilpres beberapa tahun lalu bahwa Indonesia akan hilang pada tahun 2030. Itu bisa saja terjadi jika tidak diperbaiki dengan menerapkan syariat Allah SWT.

Kita semua merasa kkuwatir yang luar biasa dengan datangnya banyak imigran asing dari China yang menetap di negeri ini dan tidak mau kembali ke negeri asalnya. Jangan sampai negeri kita seperti yang terjadi di Angola, Tibet dan negeri-negeri yang lain yang dikuasai oleh Asing dan kaum menjadi orang asing yang terpinggirkan. Tentunya, kita tidak ingin manusia-manusia serakah, liberal dengan pemikiran kapitalistik menguasai dunia dengan menerapkan satu sistem yang bukan berasal dari Allah SWT., dunia akan rusak dan hancur. Oleh karena itu Allah SWT berfirman dalam surat al-Ahzab ayat 36,”Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

Tidak pantas bagi umat Islam apabila Allah dan RasulNya sudah menetapkan suatu perkara, mereka ada pilihan lain atau alternatif yang lain. Ketika Allah sudah menentukan hukum perundang-undangan yang mengatur ekonomi, sosial budaya, dan semua aspek kehidupan dengan Islam, tidak seharusnya ada pilihan selain dari apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya. Allah sudah menetapkan14 abad yang lalu, barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka termasuk orang yang tersesat dengan kesesatan yang nyata. Artinya jika kita memilih dan mendukung demokrasi, satu sistem selain dari sistem Islam, kita termasuk orang-orang yang tersesat. Sungguh, tersesat jika kita memilih UU liberal, UU yang melegalkan LGBT dan perilaku yang menyimpang lainnya. Demokrasi sekuler berusaha menghapus peran Islam dalam kehidupan, dan menjauhkan umat Islam dari agamanya. Tentunya, jika kita masih punya iman dan mampu berfikir cemerlang, kita akan memilih satu sistem yang bisa menerapkan Islam secara kaffah, bukan sistem demokrasi yang ingin menghilangkan Islam dari kehidupan.

Ayat Ini jelas disampaikan 14 abad abad bahwa orang-orang yang tidak menggunakan al-Qur’an dan hadist Muhammad SAW, mereka yang tidak menggunakan syariat Allah SWT., dan yang tidak bernaung dalam sistem Khilafah Rasyidah min haj nubuwah, mereka adalah orang-orang tersesat. Suatu keniscayaan akan muncul di akhir zaman, dan berita itu disampaikan banyak hadis gambaran satu sistem yang akan menggantikan demokrasi, Mulkan Jabriyah.

Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Sesungguhnya Nabi bersabda: ‘Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian (khilafah ‘ala minhajin nubuwwah) pada waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian.’ Lalu Nabi diam.”

Dari hadis di atas semua fase sudah benar-benar terjadi, dan tinggal fase terakhir yakni, sistem khilafah akan kembali lagi. Sebentar lagi, khilafah akan segera tegak di muka bumi, menggantikan sistem demokrasi. Ini butuh perjuangan kita semua umat Islam bersama para ulama’, pewaris para nabi dan rasul untuk memperjuangkan Islam agar demokrasi yang rusak dengan izin Allah akan segera berakhir dan diganti dengan khilafah, yang akan menerapkan syariat Allah secara kaffah. (ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.