3 Oktober 2022

Polemik LGBT menyita perhatian publik pasca tampilnya pasangan LGBT Ragil Mahardika dan Frederick Vollert yg di fasilitatori oleh salah seorang publik figur sekaligus konten kreator Deddy Corbuzier ada beberapa judul yg pernah tayang dlm podcast nya yg terang-teranganan mengkampanyekan LGBT. Namun, baru kali ini kecaman keras datang dari berbagai pihak.

Sampai saat ini Deddy Corbuzier belum di tangkap dan masih bisa menghirup udara segar di luar.apakah hukum di negri ini menyetujui/bahkan melindungi eksistensi perilaku keji dan gerakan mengkampanyekan LGBT.

Bahaya LGBT…

Dampak kesehatan,ada seorang ibu yg menceritakan anknya.bahwa anknya yg seorang mahasiswa terlibat hubungan sesama jenis dengan dosen kharismatik yg d kenal dekat oleh keluarga mereka.orang tua syok mengetahui hasil medical check up anknya,ternyata anknya terinveksi hiv aids.

Sementara dampak sosial mengakibatkan perpecahan hubungan keluarga dan seks bebas yg meningkat.dampak pendidikan, para pelaku LGBT akan alami putus sekolah termasuk dampak keamanan dimana di indonesia tahun 2014-2016 terjadi 25 kasus pembunuhan sadis yg di lakukan oleh pelaku homoseksual.

Istilah LGBT muncul untuk mengganti istilah komunitas Gay, sebuah komunitas homoseksual yang berkembang di negara Barat.

Dalam Islam, kita mengenal istilah Liwath. Apa itu Liwath?

Liwath adalah perbuatan yang serupa dengan perbuatan kaumnya Nabi Luth. Perbuatan apa yang telah dilakukan oleh kaumnya nabi Luth? Homoseksual. Persis seperti perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang saat ini kita kenal dengan LGBT.

Para ulama sepakat, baik lesbian, gay, biseksual, transgender, atau perbuatan apa pun yang semakna dengan liwath hukumnya adalah haram. Bahkan, perbuatan tersebut tergolong sebagai seburuk-buruknya perbuatan buruk. Perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh manusia sebelum zaman nabi Luth.

Allah berfirman,

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).’” (QS. Al-A’raf: 80)

Perbuatan keji apa yang telah dilakukan oleh kaumnya Nabi Luth? Allah subhanahu wata’ala berfirman pada ayat selanjutnya,

اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

“Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81)

Orang yang melakukan perbuatan homoseksual Allah sebut sebagai orang yang melampaui batas.

اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ

“Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),”

وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ

“Dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan oleh Rabbmu untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166)

Perbuatan keji yang dilakukan oleh kaum nabi Luth inilah yang akhirnya menjadi sebab Allah subhanahu wata’ala menurunkan azabnya yang sangat pedih.

فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ

“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar,”

مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَۗ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ

“Yang diberi tanda oleh Rabbmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.” (QS. Hud: 82-83)

Peringatan Allah subhanahu wata’ala yang dapat kita baca dalam al-Quran sebagaimana yang kita simak barusan lebih dari cukup menjadi peringatan dan penyadaran spiritual kita tentang bahaya perbuatan homoseksual semisal penyakit LGBT ini.

Masalahnya, saat ini penyakit LGBT begitu mudahnya masuk ke dalam rumah kita. Penyakit penyimpangan seksual ini mudah sekali menjangkiti anak-anak kita.

Bagaimana Cara Homoseksual Masuk ke Rumah Kita?

Setiap kita, terutama orang tua, memiliki kewajiban untuk menjaga keluarga masing-masing dari penyakit penyimpangan seksual semisal LGBT ini.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Anak-anak kita adalah generasi bangsa. Mereka adalah generasi umat yang akan meneruskan perjuangan dan peradaban di masa mendatang.

Apa jadinya jika di antara anak-anak kita akhirnya ada yang terjangkiti penyakit homoseksual atau LGBT ini. Na’udzubillah.

Bagaimana cara penyakit homoseksual ini menjangkiti anak-anak kita?

Anak-anak kita dapat terjangkiti penyakit ini melalui handphone atau gadget yang saat ini menjadi benda yang paling sering mereka pegang setiap hari.

Perlu waspada ketika kita terlalu membebaskan anak-anak kita dalam menggunakan handphone, mengakses internet, melihat tayangan youtube, atau pun media sosial.

Kenapa? Karena melalui platform itulah penyakit homoseksual dipromosikan.

Saat ini, promosi perbuatan homo seksual atau LGBT dilakukan secara massif dan sistematis.

Ada yang berbentuk tulisan untuk menyasar masyarakat yang suka membaca, ada yang berbentuk gambar kartun untuk menyasar kalangan anak-anak yang suka gambar, ada yang berbentuk video untuk menyasar masyarakat yang suka nonton youtube, ada pula yang berbentuk suara untuk menyasar masyarakat yang biasa mendengar radio.

Pihak-pihak yang mempromosikan perbuatan homoseksual semisal LGBT ini tidak main-main. Mereka serius mempromosikan.

Oleh karena itu, kita, para orang tua juga jangan kalah serius dalam melindungi generasi muda kita dari perbuatan yang jelas-jelas dilaknat oleh Allah ini.

Ikhtiar Melindungi Keluarga dari Penyakit Homoseksual

Melindungi masyarakat dari penyakit penyimpangan homo seksual semisal LGBT ini tidaklah mudah. Seluruh elemen mulai dari perangkat pemerintah, presiden hingga pengurus RT, ormas, parpol, dan tokoh agama harus bahu membahu menyelamatkan generasi mudah kita.

Dalam lingkup terkecil, keluarga, kita bisa mengupayakannya. Bahkan, lingkup keluarga merupakan kunci terpenting dalam menyelamatkan anak bangsa dari penyimpangan moral yang mengundang azab Allah subhanahu wata’ala ini.

Apa saja yang perlu diperhatikan oleh kepala keluarga dalam melindungi anak-anak dari penyakit homoseksual atau LGBT?

Pertama, terapkan adab islami dalam keluarga. Mulai dari adab berpakaian, adab tidur, adab bertutur kata, dan adab bergaul.

Dalam Islam, ada perintah untuk memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan. Dalam Islam seorang laki-laki tidak boleh berpenampilan seperti perempuan, begitu juga sebaliknya. Dalam Islam, ada syariat tentang mahram.

Semua syariat Islam ini tujuannya adalah menghindarkan manusia dari berbagai macam dampak negatif.

Orang tua harus benar-benar bisa menjadi contoh dalam hal ini.

Kedua, bagi orang tua yang memberi keleluasaan kepada anak untuk menggunakan smartphone, jangan biarkan anak terlalu bebas dalam menggunakannya.

Orang tua harus berusaha memahami perkembangan teknologi supaya bisa mengendalikan anak dalam menggunakan smartphone dan mengakses internet, youtube, sosial media, atau pun game online.

Ketiga, mari berusaha memilihkan lembaga pendidikan terbaik bagi anak-anak kita.

Lembaga pendidikan terbaik bukan hanya sekedar lembaga pendidikan yang memiliki peringkat bagus dalam prestasi nilai, namun lembaga pendidikan yang terbaik adalah lembaga pendidikan yang telah terbukti berhasil membentuk karakter positif pada diri anak di samping keberhasilan dalam mengukir prestasi belajar.

Apa artinya anak mendapat rangking satu tapi hobinya nonton pornografi? Apa artinya anak berprestasi di kelas jika durhaka kepada orang tuanya? Apa artinya anak mendapat predikat siswa cerdas jika shalat wajib lima waktunya tidak terjaga?

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita semua dalam membentuk generasi  yang taat kepada Allah subhanahu wata’ala dan taat kepada Rasul-Nya. Amin.

 

Wallahu’alam

Penulis : Bu Yuni

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.
%d blogger menyukai ini: