7 Desember 2022

Dimensi.id-Forum diskusi yang menjadikan Islam sebagai landasan berfikir hanya untuk mencari kebenaran hakiki dan solusi untuk masalah negeri sungguh menyenangkan untuk diikuti. Kedzaliman yang menjadi-jadi, bencana terus membelit negeri, padahal kita tinggal di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim. Harusnya kita sadar untuk mengambil solusi Islam, bukan yang lain tidak juga demokrasi. Inilah yang menjadi keprihatinan kita bersama bahwa banyak umat Islam masih percaya dengan demokrasi. Bahkan khilafah yang jelas ajaran Islam dianggap ancaman. Padahal jelas didepan mata demokrasi telah menciptakan banyak masalah di negeri ini, dan banyak penistaan terhadap ajaran Islam dilakukan terang-terangan sebagai bentuk kebebasan berfikir dalam demokrasi.

Masalah pengangguran dan PHK masal nampak didepan mata. Rakyat hidup dibawah garis kemiskinan meskipun mereka hidup di dalam satu negeri yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan keindahan alamnya bagaikan penggalan tanah surga. Itu semua karena sumber kekayaan alam diserahkan pada swasta, asing dan aseng. Apakah kita akan terus menutup mata atas berbagai masalah yang membelit negeri. Ganti president ternyata bukan solusi. Terbukti pergantian president tidak membuat kondisi menjadi lebih baik. Masihkah kita menutup mata dan telinga kita bahwa demokrasi bukanlah solusi tapi sumber dari berbagai masalah di negeri ini Tidakkah kita mau mengkaji dan memahami khilafah sebagai solusi fundamental untuk semua permasalahan. Sebagai seorang muslim harusnya yakin bahwa apa yang berasal dari Islam adalah terbaik untuk diterapkan. Hanya sistem khilafah yang mampu menerapkan Islam secara kaffah, oleh karena itu khilafah adalah solusi untuk semua masalah.

Perhatikan fakta Penyimpangan perilaku bebas dipromosikan. Sesuatu yang haram dibiarkan untuk dipertontonkan. Ketidakadilan nampak didepan mata karena Islam tidak diterapkan secara kaffah. Keprihatinan kita adalah banyak umat Islam memiliki pemikiran yang bermacam-macam. Harusnya mereka bersatu jika landasan berfikir mereka adalah ajaran Islam yang lurus dan mulia. Aneh, terkadang mereka bangga dan sangat terbuka dengan pemikiran barat agar terkesan moderat. Tapi mereka enggan mengkaji Islam, bahkan menutup mata dan telinga saat diseru untuk berislam kaffah. Bahkan tidak sedikit yang menganggap khilafah sebagai ancaman.

Padahal jika kita mau berfikir jernih khilafah adalah ajaran Islam. Sudah terbukti dalam sejarah, khilafah menjamin kebutuhan dasar rakyat, keamanan dan kesejahteraan. Khilafah menjamin hak setiap warga negara termasuk juga non-Muslim. Tidak ada paksaan bagi mereka untuk memeluk Islam. Sebaliknya dalam sistem demokrasi, islamophobia terus digencarkan bahkan dilakukan oleh umat Islam sendiri. Bukti nyata, seorang Profesor, Budi Santosa Purwokartiko, guru besar yang juga Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menjadi perbincangan publik karena diduga telah melakukan tindakan rasisme dan melecehkan ajaran Islam. Dia menulis, “Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun,” sindirnya. Tidak hanya sekali sikap nyinyir dan tidak suka pada Islam ditunjukkan oleh orang-orang di lingkaran kekuasaan. Dan seolah-olah mereka sengaja dipelihara untuk menghilangkan Islam dalam bernegara. Racun-racun pemikiran sekularisme terus disuntikkan pada pemikiran umat agar mereka memisahkan Islam dari negara. Sementara mereka bebas membuat aturan yang hanya menguntungkan oligarki. Mereka paham betul, jika Islam diterapkan secara kaffah, tidak ada lagi tempat bagi panguasa untuk berbuat dzalim. Tidak pula ada kesempatan bagi para oligarki menguasai kekayaan negeri ini.

Khilafah adalah solusi untuk semua masalah di negeri yang mayoritas muslim. Itu sudah pasti dan tidak usah diragukan lagi. Saat Islam dijadikan landasan berfikir, tidak ada perbedaan diantara umat Islam bahwa khilafah solusi semua masalah. Kedzaliman yang semakin menjadi-jadi, akan berubah menjadi keadilan yang dirasakan oleh semua rakyat. Namun, banyak umat Islam yang pemikirannya terjangkiti pemikiran sesat, sehingga menolak solusi terbaik yang berasal dari Al-Khalik, Yang Maha Sempurna.

Ada juga narasi yang sengaja disuarakan secara berulang-ulang oleh kelompok tertentu yang tidak menginginkan Islam hadir dalam sebuah negara. Sekularisme pemikiran barat terus disuntikkan dalam pemikiran umat agar bukan Islam yang mengatur kehidupan. Kedzaliman terus ingin berkuasa dengan menyingkirkan Islam dari kekuasaan. Sehingga mereka bebas melakukan apa saja dengan aturan yang mereka buat sendiri untuk menguasai negeri ini. Kebangkitan para oligarki dengan menggunakan penguasa dzalim mencoba mempertahankan cengkramannya dengan pemikiran barat sekularisme demokrasi.

Hanya Islam yang mampu menyuarakan perlawanan terhadap kedzaliman penguasa. Oleh karena itu Islam dibersihkan dari politik dan kekuasaan agar mereka para penguasa dan oligarki bebas melakukan apa saja tanpa ada yang menghalang-halanginya, karena hanya Islam yang mampu menghancurkan kedzaliman, sehingga Islam dikebiri dan dibatasi hanya d tempat ibadah saja tanpa bisa mempengaruhi keputusan penguasa meskipun dzalim secara ugal-ugalan. Banyak umat Islam memiliki pemikiran bermacam-macam yang tidak hanya mengambil dari sumber hukum Islam. Sehingga umat sulit disatukan, karena pemikirannya tidak lagi murni untuk memperjuangkan Islam. Saat umat Islam terpecah belah mereka bagaikan buih di lautan, meskipun jumlahnya banyak tapi tidak mampu mewarnai kehidupan dan menjadi Rahmat bagi seluruh alam. Berbeda jika umat Islam bersatu bagaikan satu tubuh karena pemikirannya sama untuk memperjuangkan Islam dan hanya menggunakan dasar pemikiran yang bersumber dari hukum Islam. Saat itulah Islam akan jaya dan membawa kebaikan untuk seluruh manusia di muka bumi. Hanya khilafah yang mampu menyatukan perbedaan dalam satu semangat dakwah untuk menyebarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia dan yang mampu merubah kegelapan menuju cahaya serta menghancurkan kemungkaran dan kedzaliman. (ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.