6 Desember 2022

Suatu hari, di negeri antah berantah, tersiar kabar bahwa para punggawa negeri tersebut tengah bersukacita melakukan sayembara pergantian jerjak kaca dengan biaya fantastis. Sungguh tak dinyana, kabar itu rupanya mengundang tangis histeris para penduduk di negeri tersebut. Hal ini karena, sayembara tersebut dilakukan oleh para pembesar di kala rakyat sedang hidup dalam kondisi mati segan hidup tak mau, akibat terhimpit ekonomi pasca wabah penyakit mematikan melanda.

Tampaknya sepenggal kisah di atas mampu menggambarkan kondisi rakyat Indonesia kini. Betapa tidak, di saat kehidupan rakyat negeri ini kian terjepit di segala sisi, pemerintah justru mengadakan lelang pengadaan gorden rumah dinas DPR yang nominalnya sangat mencengangkan.

Dilansir oleh detinews.com (8/5/2022), akhirnya lelang penggantian gorden rumah dinas jabatan anggota DPR RI telah selesai digelar dan dimenangkan oleh PT Bertiga Mitra Solusi. Sontak saja hal ini mengundang sorotan tajam dari publik. Salah satunya dari Koordinator MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia), Boyamin Saiman. Menurutnya semestinya proses tender berjalan kompetitif dan perusahaan yang menawarkan harga murah serta memenuhi persyaratan yang seharusnya menang. Diketahui dari 49 peserta lelang, PT Bertiga Mitra Solusilah yang menawarkan harga paling tinggi yakni Rp43,5 miliar.

Luka Rakyat di Balik Pengadaan Gorden Rumah Dinas Anggota DPR

Sungguh, lelang penggantian gorden rumah dinas anggota DPR menyulut luka di hati rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, pengadaan tender tersebut dilakukan di saat kondisi rakyat hampir sekarat akibat terhimpit ekonomi pasca pandemi.

Sejatinya, pembelian gorden rumah dinas anggota DPR perlu kita pertanyakan kembali urgensitasnya. Mengingat besaran proyek tidak menimbang keprihatinan kondisi ekonomi masyarakat. Seharusnya pemerintah bisa menunda atau bahkan membatalkan tender pengadaan gorden tersebut karena penanganan ekonomi rakyat adalah hal yang sangat urgen.

Namun sungguh ironis, para penguasa seolah tidak mempunyai hati nurani. Melalui lelang pengadaan gorden rumah anggota DPR ini, tampak jelas bahwa bagi pemerintah memenuhi kebutuhan para elitnya lebih penting daripada memenuhi kebutuhan pokok rakyat.

Sistem Kapitalisme-demokrasi, Jadikan Harta Rakyat Sebagai Ajang Bancakan

Seyogyanya, negara dan pemerintah berperan sebagai pengurus dan pelayan rakyat. Negara dan pemerintah sudah semestinya berjuang sekuat tenaga mengerahkan segala upaya dan kemampuan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat.

Namun fakta hari ini sungguh ironis, sistem Kapitalisme-demokrasi telah menyuburkan negara dan para penguasa yang hilang rasa empatinya terhadap rakyat. Sistem ini benar-benar tak punya hati dan nurani. Dalam sistem Kapitalisme-demokrasi harta rakyat bisa menjadi ajang bancakan banyak pihak demi keuntungan segelintir elit dan penyokongnya. Hal ini terbukti dari tetap berlanjutnya proyek pengadaan gorden meski sudah ditentang publik dan mencuatnya aroma ‘korupsi’ di balik menangnya PT Bertiga Mitra Solusi. Lumrahnya, pemenang pengadaan barang dalam sistem tender adalah dia yang memiliki kualitas tertinggi, namun dengan harga paling ekonomis. Bukan malah sebaliknya, penyodor tawaran harga tertinggilah yang menang.

Ancaman bagi Pemimpin yang Abai Mengurusi Rakyat

Islam sangat mengutamakan kepentingan rakyat. Rakyat dalam sistem Islam, dipandang sebagai amanah yang harus diurus dan dijaga. Baik harta, kehormatan, akal hingga nyawanya, semua menjadi tanggungan siapapun yang menerima amanah kekuasaan.

Hal ini karena kepemimpinan dalam Islam bukanlah perkara main-main, bukan pula sekadar jabatan dan ladang meraih keuntungan. Melainkan tugas agung yang akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja yang diserahi oleh Allah untuk mengatur urusan kaum muslim. Kemudian dia tidak memedulikan kebutuhan dan kepentingan mereka, maka Allah tidak akan memedulikan kebutuhan dan kepentingannya (pada hari kiamat).” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Hadis di atas menggambarkan begitu beratnya beban seorang pemimpin, sehingga Allah memberikan ancaman keras bagi siapa saja yang memimpin, tetapi tidak memedulikan kebutuhan dan kepentingan rakyatnya, maka Allah tidak akan memedulikannya. Ini menandakan bahwa jabatan seorang pemimpin adalah perkara besar. Karena itulah, para penguasa dalam sistem pemerintahan atau kepemimpinan Islam dikenal dengan sikap takutnya dalam urusan rakyat. Hingga mereka selalu berusaha mendahulukan kepentingan rakyatnya dibandingkan diri dan koleganya.

Hanya Pemimpin dalam Sistem Islam yang Memprioritaskan Urusan Rakyat

Di kala krisis ekonomi melanda, pemimpin Islam (khalifah) akan berjuang sekuat tenaga agar krisis segera berakhir. Karena ekonomi rakyat adalah masalah urgen, maka pemimpin Islam akan menjadikan penyelesaianya sebagai prioritas utama.

Itung-itungan dalam Islam bukanlah untung dan rugi, tetapi ridha Illahi. Itulah sebabnya pemimpin dalam Islam tidak akan pernah tega melukai perasaan rakyatnya dengan hal apapun. Apalagi hal itu yang akan merugikan rakyat dan menguntungkan segelintir golongan.

Demikianlah penjelasan tentang betapa sempurnanya Islam dalam mengurusi urusan rakyat. Dari sini, maka jelas tak dapat diragukan lagi hanya Islamlah yang akan melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman dan masalah kehidupan.

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi umat untuk kembali kepada Islam beserta aturannya serta menerapkanya dalam seluruh kehidupan. Dan sudah saatnya pula umat mencampakkan sistem gagal Kapitalis-demokrasi, biang segala kerusakan dan penderitaan.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Oleh Reni Rosmawati
Ibu Rumah Tangga

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.