6 Desember 2022

Dimensi.id-Tidakkah kamu tahu bahwa berbagi itu indah. Saat kamu bisa mengulurkan tanganmu untuk membantu orang lain dan memberikan sesuatu yang dibutuhkan sungguh nikmat luar biasa. Mungkin kamu hidup dalam serba kelebihan, dengan menyisihkan sesuatu yang kau punya, rezeki dari Allah, begitu menyenangkan jika itu bisa kau lakukan. Padahal bisa jadi sesuatu tidak diperlukan, hanya kau simpan dan dikumpulkan tanpa memberi manfaat apa-apa, baik untuk diri sendiri atau orang lain. Rugi gaes, punya barang mahal, harta benda yang tidak bermanfaat hanya untuk pamer dan agar terlihat hebat. Padahal, semua nikmat yang kita dapat akan ditanyakan dan dimintai pertanggung jawaban nanti di pengadilan akhirat. Apakah harta kekayaan kita dimanfaatkan untuk kebaikan di jalan Allah SWT., atau hanya simpan dan pamer saja.

Gaes, jangan ikut-ikutan yang suka pamer dengan barang mewah ratusan juta, hanya untuk beli sepatu atau baju. Sederhana saja yang penting bisa nyaman dipakai dan bisa menutup aurat ketika harus pergi keluar rumah. Banyak saudara kita yang lebih membutuhkan, malah banyak uang dihambur-hamburkan untuk hal yang tidak penting. Hanya ingin pamer, viral dan dipuja banyak orang menghabiskan uang ratusan juta bahkan milyaran untuk sesuatu yang sepele. Lupa jika banyak orang disekitarnya membutuhkan uluran tangan kita. Mengejar barang branded dan hanya untuk pamer kekayaan dan kebanggaan adalah orang-orang yang celaka, di dunia tidak merasakan kebahagiaan, di akhirat masuk neraka.

Padahal jika mereka tahu sungguh rugi, karena semua yang kita kumpulkan dan banggakan akan segera kita tinggalkan semuanya. Bahkan keluarga yang kita cintai, tidak bisa kita bawa mati. Sudahlah gaes, sangat rugi jika kita enggan berbagi dengan kelebihan yang kita miliki. Padahal gaes, jika kamu mau berbagi, tidak hanya nikmat di dunia yang kau dapat, tapi semua kebaikan yang kau lakukan dengan berbagi pada sesama akan menjadi bekal dan penolong mu nanti saat tidak satupun yang bisa menolong kecuali jejak-jejak kebaikan yang dikaitkan dengan Islam selama kamu hidup di dunia.

Sungguh nikmat saat bisa berbagi sebagian rezeki dari Allah untuk bisa membantu sesama yang membutuhkan. Gak usah ragu dan bimbang, buktikan saja kebahagiaan hakiki akan kau rasakan. Harta dan apa saja yang merupakan rezeki dari Allah didalamnya ada hak orang lain yang harus kau tunuaikan agar hidup berkah dan terasa indah. Dan tidak perlu menunggu nanti kalau kaya kebiasaan berbagi kita lakukan. Mulailah dari sekarang dengan segala keterbatasan,m kita masih bisa berbagi, itu baru luar biasa. Jadikan berbagi dan suka menolong sesama menjadi kebiasaan. Mulai dari sekarang dari hal kecil yang bisa bagi, jadi tidak perlu menunggu kaya, karena belum tentu saat kita kaya, hati tergerak untuk berbagi dan membantu sesama.

Saat kamu punya kelebihan makanan di rumah kenapa tidak berbagai dengan tetangga atau dengan teman dekat. Indahnya berbagi, karena apa yang kau lakukan bisa membangun hubungan baik dengan orang-orang dekat yang kamu sering berinteraksi dengan mereka. Hidup terasa nyaman ditengah tetangga dan teman yang baik karena kamu suka berbagi dengan mereka. Dalam ajaran Islam, berbagai makanan dengan kerabat atau tetangga hukumnya adalah sunah. Jika dilakukan akan mendapatkan pahala. Rasulullah SAW kerap mencontohkan untuk berbagi makanan dengan kerabat dan tetangga meskipun jumlahnya tak banyak. Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya.” (HR At-Thabrani).

Gaes, tidakkah kau merasa bahagia saat melihat senyum mereka setelah kau memberinya sesuatu yang mereka butuhkan. Saat seorang pengemis datang ke rumah, jangan kau usir mereka dengan kasar. Bagikan sedikit rezeki yang kau punya, insyaallah hidupmu akan berkah, rezeki lancar dan terasa indah bisa memberi sesuatu. Gaes, tidak ada yang sia-sia, sekecil kebaikan yamg dilakukan ikhlas karena Allah. Bersyukurlah, kamu punya kesempatan untuk berbagi dengan harta yang kau miliki. Mungkin dengan kedatangan mereka, kesempatan bagimu untuk berbagi dan berbuat kebaikan. Berbagi dengan sedikit kau punya, tapi besar artinya bagi mereka, dan begitu pula buat kamu, nikmat akan terasa memenuhi relung hatimu. Kebahagiaan yang luar biasa karena sudah mengulurkan tangan untuk membantu sesama.

Gaes, dengan memberi tidak akan mengurangi harta yang kau punya, bahkan rezeki mu akan ditambah dan berkah. Tentunya, syaratnya harus ikhlas dan yakin bahwa Allah akan mengembalikan semua yang sudah kita berikan dengan imbalan banyak kebaikan, rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Rezeki tidak selamanya dalam bentuk uang atau harta kekayaan, jika itu yang kita harapkan artinya kita tidak ikhlas melakukanya, sehingga saat sesuatu yang diharapkan tidak juga kau dapatkan, kau akan berhenti untuk melakukannya.

Ingat gaes, apa yang sudah kau dapatkan saat ini adalah rezeki dari Allah yakni: nikmat sehat, nikmat iman dan Islam serta nikmat kebahagiaan karena memiliki hati yang pandai bersyukur. Apalagi jika kita mau berbagi, kita juga akan rasakan kebahagiaan hakiki, nikmat yang dirasakan bagi orang-orang yang mau berbagi dan ikhlas membantu sesama. Hanya orang-orang bertaqwa yang bisa merasakan kebahagiaan hakiki saat berbagi. Kebahagiaan tertinggi saat mendapatkan kemuliaan karena bisa menjadi pribadi bertaqwa. Kikir bukanlah ciri orang bertaqwa dan bahkan keimanan mu juga dipertanyakan jika kau simpan penyakit kikir, enggan untuk membantu sesama padahal punya kelebihan harta yang bisa dibagikan. Sungguh, merugi jika tidak mau berbagi, karena cahaya keimanan bisa meredup di dalam hati dan bahkan pada akhirnya mati. Padahal, iman dan Islam adalah nikmat tertinggi di dalam hidup yang bisa mengantarkan kita menjadi sebaik-baik makhluk. (ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.