7 Desember 2022

Merayakan lebaran tanpa mudik memang rasanya tak afdal. Karena mudik bagi setiap perantau adalah momen pelepasan kerinduan akut akan kampung halaman. Namun di antara sekian kali mudik lebaran, mudik tahun 2022 inilah yang dicatat oleh Jasa Marga sebagai pemecah rekor lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini karena 1,7 juta kendaraan diketahui meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek). Menurut Jasa Marga, angka tersebut naik 9,5 persen dibanding saat mudik lebaran tahun 2019 (sebelum pandemi). (detikNews, 3/5/2022)

Sementara itu, Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri mencatat ada 2.945 kecelakaan lalu lintas selama periode mudik lebaran 2022. Sebanyak 51 kecelakaan terjadi di ruas jalan tol dan 2.894 terjadi di jalan non-tol. Angka tersebut dianggap menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Korlantas sendiri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dan lawan arus (contraflow) untuk mengurangi potensi kepadatan saat arus balik. (Kompas com, 3/5/2022)

Tak hanya itu, yang menambah mudik kali ini berbeda dengan mudik tahun-tahun sebelumnya adalah karena di Sumatera Utara mudik lebaran tahun 2022 diwarnai dengan aksi program mudik bareng Pemkot Medan. Dalam aksi tersebut Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden Jokowi sekaligus Walikota Medan terlihat membagi-bagikan kaos bergambar dirinya dan wakilnya, Aulia Rachman. Meskipun demikian, Bobby mengaku tak ada niat lain di balik kegiatan ini selain untuk memperkuat silaturahmi dan agar warga Medan bisa mudik. Diketahui ada ribuan pemudik yang diberangkatkan melalui program tersebut. (Kompas, 2/5/2022)

Mudik Diprediksi Membludak, Namun Sarana dan Prasarana Transportasi Terbatas

Sebenarnya, mudik lebaran 2022 sejak awal disinyalir oleh pemerintah akan membludak (sekitar 79 juta orang). Namun sayang, tidak dibarengi oleh penyiapan fasilitas sarana dan prasarana transportasi yang maksimal. Dilansir oleh Merdeka.com (22/4/2022), Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan sarana dan prasarana pemerintah masih terbatas dan tidak didesain untuk menghadapi puncak arus mudik dan balik. Karena itu kemacetan arus mudik dan balik sebuah keniscayaan.

Sejauh ini langkah-langkah yang dilakukan pemerintah baru sebatas optimalisasi. Sebab, jika melakukan pembangunan biayanya besar dan akan mubazir ketika sudah tidak lebaran. Itulah alasan yang dikemukakan oleh Sekretaris Jendral Kementerian Perhubungan, Sugihardjo.

Penyebab Terulangnya Kecelakaan Lalulintas Ketika Mudik

Menyaksikan fakta di atas, membludaknya angka pemudik di tahun 2022 hingga menyebabkan banyaknya korban kecelakaan semestinya menjadi perhatian besar bagi pemerintah. Karena pada faktanya, kecelakaan ketika mudik di negeri ini memang seolah telah menjadi lagu lama. Dari tahun ke tahun korban kecelakaan selama ritual mudik terus berguguran. Meskipun tahun ini korban kecelakaan jumlahnya diklaim turun, tapi nyatanya angkanya pun masih terbilang fantastis.

Sejatinya, tingginya angka kecelakaan selama mudik selain dipicu oleh kesalahan manusia (human eror) juga dipicu oleh minimnya fasilitas sarana dan prasarana transportasi. Tetapi sungguh ironis pemerintah seolah menutup mata akan hal ini. Dengan dalih takut mubazir, pemerintah enggan membangun sarana dan prasarana transportasi memadai bagi masyarakat. Sehingga kemacetan dan kecelakaan lalu lintas masih terus terjadi dan menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

Mudik Dalam Sistem Kapitalisme-demokrasi, Tak Ubahnya Ladang Meraup Keuntungan

Dari fakta ini, kita bisa melihat bahwa sistem Kapitalisme-demokrasi yang diadopsi di negeri ini, telah melahirkan penguasa dan negara yang gagal menjamin keselamatan dan memberikan perlindungan kepada rakyatnya. Hitung-hitungan materi yang menjadi landasan sistem ini, telah menjadikan momen mudik tak ubahnya sebagai ajang untuk meraup keuntungan bagi segelintir orang (oligarki/pemilik modal). Baik keuntungan ekonomi maupun politik.

Hal ini terbukti dari mahalnya biaya transportasi umum menjelang dan pasca hari raya serta adanya aroma kepentingan politik di balik program mudik gratis. Menurut pengamat politik Herry Mendrofa, fenomena kegiatan mudik gratis yang digelar beberapa partai politik belakangan ini adalah bentuk kreatif parpol dalam mendulang suara. (Republika.co.id, 30/4/2022)

Seyogyanya, seorang penguasa wajib bertanggung jawab, mengurusi, dan mengupayakan segala cara demi keselamatan nyawa rakyat. Negara dan penguasa pun wajib melayani kebutuhan vital rakyatnya, termasuk dalam hal transportasi. Tetapi sayang, selama sistem Kapitalisme-demokrasi masih diterapkan, semua itu hanyalah angan-angan kosong.

Hanya Sistem Islam yang Mampu Melayani dan Memenuhi Kebutuhan Vital Rakyatnya

Karena itu kita membutuhkan sistem yang mampu menjamin keselamatan rakyat dan memberikan perlindungan serta keamanan tanpa adanya embel-embel kepentingan. Sistem itu tiada lain adalah Islam.

Menurut pandangan Islam, negara dan penguasa wajib melayani seluruh kebutuhan rakyatnya. Tak terkecuali dalam hal menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur yang layak untuk transportasi ketika mudik maupun kehidupan sehari-hari.

Bagi Islam, adanya infrastruktur serta sarana dan prasarana transportasi semata-mata demi kepentingan rakyat. Itulah sebabnya, penguasa Islam tidak akan membiarkan siapapun mengeksploitasinya ataupun menjadikan sebagai ajang bisnis/meraup keuntungan.

Negara yang berlandaskan Islam pun akan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi rakyatnya dalam segala aspek. Dalam hal mudik lebaran, maka negara Khilafah akan melakukan berbagai persiapan untuk meminimalisir terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Seperti membangun sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman dan memadai, menyediakan berbagai fasilitas publik, menyediakan kendaraan yang cukup, dan lain sebagainya. Sehingga mudik berjalan lancar dan aman. Uniknya semua sarana dan prasarana transportasi ini bisa dirasakan rakyat setiap saat, bukan hanya ketika hari raya saja.

Semua pelayanan terbaik ini dilakukan negara Khilafah semata-mata demi meraih rida Allah. Karena keselamatan dan keamanan rakyat merupakan kebutuhan penting bagi rakyat yang wajib menjadi tanggung jawab penguasa dan akan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Rasulullah saw. bersabda: “Seorang imam (pemimpin) adalah raa’in (pengurus), ia bertanggung jawab atas kepengurusan rakyatnya.” (HR. Bukhari)

Kembali Kepada Islam, Niscaya Seluruh Kebutuhan Vital Rakyat Terjamin

Demikianlah penjelasan tentang betapa sempurnanya sistem Islam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Dalam sistem Islam, negara dan penguasa benar-benar memosisikan dirinya sebagai pelayan rakyat yang mengurusi dengan segenap jiwa. Bukan hanya sekadar mencari keuntungan apalagi mencari muka ataupun mengambil simpati dengan memanfaatkan situasi dan kondisi.

Karena itu, sudah saatnya kita kembali kepada Islam dan menerapkannya secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Serta membuang sistem Kapitalisme-demokrasi, biang kesengsaraan. Dengan demikian, niscaya seluruh kebutuhan vital kita akan terjamin, termasuk dalam hal mudik lebaran.

Wallahu a’lam bi ash-shawwab.

Oleh Reni Rosmawati
Ibu Rumah Tangga

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.