6 Desember 2022

Dimensi.id-Alhamdulilah bisa menghadiri acara halal bi halal bersama teman seperjuangan. Saling berjabat tangan untuk memaafkan lahir dan batin atas segala kesalahan dan berharap bahwa semua do’a dan harapan bisa terkabul, dan semua amalan kebaikan bisa diterima oleh Allah SWT sebagai bekal nantinya di kehidupan setelah mati. Senang bertemu mereka melepas kangen dengan saling menanyakan keadaan serta berbincang sesuatu yang dikaitkan dengan Islam. Mereka terlihat bersemangat saat berbicara tentang agamanya. Banyak fenomena politik, ekonomi maupun sosial yang menarik untuk dikupas dan dibicarakan dengan menggunakan sudut pandang Islam. Tidak ada percakapan sia-sia ataupun dusta karena semua didasarkan pada fakta dan dikaitkan dengan Islam sebagai landasan berfikir.

Tersedia kue, minuman, dan juga buah-buahan yang bisa dicicipi sambil berbicara tentang Islam. Senang sekali berbicara dengan mereka karena topik pembicaraannya bukan ghibah atau perbincangan yang tidak ada artinya. Sungguh menyenangkan berkumpul dengan teman seperjuangan yang membela Islam. Waktu sungguh berarti dengan mereka, setiap kata yang terucap bukan suatu yang sia-sia, tapi untuk tegaknya Islam, mimpi besar umat Islam yang harus diwujudkan.

Halal Bi Halal yang tidak biasa karena ada tausiyah untuk menambah dan meningkatkan pemahaman kita tentang Islam. Pesan dari pembicara agar tetap semangat untuk memperjuangkan Islam meskipun tidak mudah dan banyak tantangan. Setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, berlatih menahan hawa nafsu agar bisa menjadi pribadi bertaqwa. Bukan baju baru, tapi meningkatnya ketaqwaan kita, itulah suatu yang penting di hari lebaran setelah satu bulan menempa diri di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan kebaikan. Dijelaskan pula keutamaan orang bertaqwa, yang tidak sama dengan orang biasa. Sungguh beruntung menjadi orang bertaqwa, karena Allah SWT akan senantiasa memberikan rezeki bagi hamba-Nya yang bertakwa dari arah yang tidak disangka – sangka. Maka dengan memahami hal ini seharusnya kita mengerti bahwa segala kunci penyelesaian masalah di dunia ini adalah ketaqwaan, bukan melimpahnya kekayaan atau tingginya jabatan. Dengan kita menjadi orang yang bertakwa, kita akan selalu mendapatkan RahmatNya. Tidak hanya itu, orang bertakwa dipermudah setiap Permasalahan dan kesulitannya serta dilancarkan rezekinya. Yang terpenting adalah orang bertaqwa dicintai Oleh Allah SWT dan diberi ilmu dari sisiNya, ilmu yang bermanfaat. Sebagai muslim sejati harus terus berusaha menempa diri agar bisa meraih predikat taqwa di dunia ini untuk bekal kehidupan akhirat yang kekal.

Dijelaskan pula tentang perbedaan awal dan akhir Ramadhan yang seharusnya tidak akan terjadi saat ada institusi negara, khilafah yang akan menyatukan umat. Perbedaan itu ada, karena semangat nasionalisme yang berlebihan terbukti telah memecah belah umat. Karena batasan nation state, ada perbedaan dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Padahal, dulu sebelum umat Islam dipisahkan batas teritorial satu negara, mereka bersatu dan tidak ada perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan. Harusnya teknologi yang begitu canggih dan informasi yang begitu cepat, perbedaan itu tidak ada selama kita kembali pada hukum fiqih yang benar dan ada institusi negara yang menyatukan perbedaan itu, yakni sistem khilafah.

Berat rasanya meninggalkan mereka yang mana ada cahaya Islam di sana. Asyik berbincang dengan mereka membahas tentang perkembangan berita yang hangat dibicarakan di sosial media dengan menggunakan sudut pandang Islam. Meskipun ada perbedaan tapi semua dikembalikan pada Islam untuk mencari kebenaran. Tidak ada emosi untuk saling menyalahkan tapi berusaha saling memahami agar bisa menemukan kebenaran hakiki. Terlihat senyum mereka yang bersahaja dan siap menerima perbedaan dengan landasan berfikir Islam. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa bukan karena pekerjaan atau jabatan yang disandang bukan pula karena status sosial atau harta kekayaan yang dimiliki, tapi keberpihakan mereka pada kebenaran Islam membuat mereka berbeda dari orang biasa. Keikhlasan mereka memperjuangkan Islam telah mengangkat derajat mereka pada kemuliaan, menjadi sebaik-baik makhluk.

Acara halal bi halal di akhiri, dengan bakar-bakar ikan. Menikmati makanan dan ikan bakar sungguh nikmat bersama teman seperjuangan. Minum jeruk hangat sungguh menyegarkan badan dan pikiran. Ikan bandeng bakar besar sungguh nikmat dimakan bersama teman seperjuangan. Ada juga ikan mujaer dan udang bakar tidak kalah lezat dinikmati dengan rancam timun dan petai, seumua adalah rezeki dari Allah yang patut untuk disyukuri agar nikmati terus bertambah dari Allah SWT, Yang Maha Pemberi Rezeki. Semua akan segera menjadi kenangan indah, halal bi halal bersama teman seperjuangan.

Namun akhirnya waktu, harus memisahkan kita tapi semangat untuk memperjuangkan Islam tidak boleh terpisah dari jiwa-jiwa pejuang khilafah dan syariah. Terus berjuang meskipun tidak mudah, banyak tantangan dan hambatan, namun perjuangan ini tidak boleh terhenti agar Islam bisa diterapkan secara kaffah dalam kehidupan nyata dalam sistem khilafah, sehingga cita-cita besar untuk mengembalikan kehidupan Islami bisa segera terwujud.(ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.