6 Desember 2022

Dimensi.id-Saat tubuh terasa capek, pikiran penat oleh aktifitas yang melelahkan, memang asyik jika kita pergi jalan- jalan bersama keluarga. Menikmati perjalan di atas mobil dengan melihat lalu lalang manusia dengan berbagai macam tujuan dan usaha dalam hidup. Entah, kemana mereka pergi dengan mengendarai motor atau menggunakan mobil yang membuat jalan sibuk dengan lalu lalang pengguna jalan. Terlihat juga para penjual makanan dan minuman sepenjang pinggir jalan. Semua berharap rezeki dari Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Begitu banyaknya penjual, tapi semua mendapatkan rezekinya masing-masing. Setiap jiwa yang hidup dijamin rezekinya nya oleh Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Alun-alun, taman kota dipadati pengunjung yang ingin menikmati indahnya kota. Terlihat gemerlap lampu dan penjual mainan, makanan dan minuman yang siap menjajakan barang dagangan mereka. Anak-anak tertawa lepas gembira bersama keluarga. Mereka melepaskan kepenatan sejenak setelah beberapa lama hidup dalam ketakutan pandemi. Mereka mencoba melupakan sejenak bahaya yang mungkin mengancam dengan isu covid-19 dan sekarang berganti Hepatitis akut yang siap mengancam mereka. Mereka coba melupakan sejenak ketakutan atas bahaya yang selama ini mengancam selama lebih dari dua tahun.

Harapan kehidupan normal ini semoga terus terwujud. Duduk santai menyaksikan anak-anak berjalan lepas, dan sesekali berlari tanpa adanya ancaman disekitar. Merasa aman bermain ditanah lapang yang menyenangkan. Terlihat bulan sabit di langit mengintip menyaksikan kebahagian mereka bersama keluarga. Indahnya malam saat itu dengan badut menggunakan kostum pikacu berwarna kuning mencoba menghibur anak yang berlalu lalang disana. Terkadang ada anak baik yang memberikan sejumlah uang untuk berbagi rezeki. Ada pula pengamen jalanan dengan wajah tetutup topeng yang berkeliling untuk mencari rezeki dari orang-orang yang tersentuh hatinya sehingga mau berbagi rezeki dengan sesama. Indahnya malam tanpa pademi dan bahaya yang mengancam, sehingga mereka bebas mengungkapkan kebahagiaan mareka tanpa ketakutan dan ancaman.

Jalan-jalan bersama keluarga sungguh mengasyikkan. Berbincang sambil mencicipi makanan serta meneguk minuman segar yang dibeli dari penjual disekitar. Selama ini, mereka terisolasi di rumah masing-masing karena takut terpapar virus, sekarang mereka mulai berani keluar untuk jalan-jalan menikmati indahnya malam dan gemerlapnya lampu kota. Suasana malam kota, mulai hidup dengan keluarga yang ingin menghirup udara kebebasan setelah sekian lama hidup dalam suasana pandemi yang mengancam.

Kebutuhan dasar manusia yang ingin merasa aman dan bebas dari ancaman sudah lama terenggut oleh pandemi yang berlarut-larut. Solusi yang tidak tuntas dan tidak Islami membuat pandemi tidak juga berakhir. Bayang-bayang ketakutan terus disebar telah merenggut rasa aman dari ketakutan yang akut. Mulai dari virus Corona dan sekarang mulai tersebar barita Hepatitis akut yang menjangkiti negeri ini.

Saat solusi Islami ditinggalkan dengan mengambil solusi yang tidak jelas yang tidak berpihak pada keselamatan rakyat, membuat pandemi tidak segara teratasi. Berlarut-larut bahkan terkesan ada yang bermain diatas penderitaan rakyat dengan mengambil keuntungan untuk memperkaya diri sendiri. Pejabat yang tidak amanah mengambil kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Jangan biarkan senyum kebahagiaan terenggut, karena Pandemi yang berlarut, tidak segera teratasi. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dari segala permasalahan pandemi atau bencana yang membelit negeri ini. Semua yang kita anggap harga mati selain Allah tidak bisa menolong kita. Saat bencana datang melanda dan penyakit mengancam satu jiwa, hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan. Sesuatu selain Dia yang kita banggakan dan kita puja selama ini tidak lagi bisa memberikan pertolongan. Saatnya kembali mendekat kepada Al-Khalik Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan mengambil hukum dariNya, dan membela agamaNya, agar hidup ini indah dan penuh berkah serta jauh dari bencana bertubi-tubi. Sudah saatnya, Islam diterapkan secara kaffah agar penduduk negeri ini bisa bertaqwa, sehingga pintu berkah terbuka lebar dari langit dan bumi dan pandemi bisa terhenti sehingga hidup normal bisa terjadi dan bisa dirasakan semua orang.

Jalan-jalan bersama keluarga sudah selesai hari ini, dan kembali pulang ke rumah. Meskipun sedikit capek, tapi pikiran menjadi segar dan pemahaman tercerahkan oleh pelajaran hidup yang kita dapatkan dari jalan-jalan bersama keluarga. Dengan menyerahkan segala sesuatu pada Pemilik hidup, hati akan akan merasa tenang jauh dari ketakutan dan ancaman. Jalan-jalan hari akan segera menjadi kisah hidup yang bisa diceritakan kepada yang lain. Semoga bermanfaat dan bisa diambil pelajaran dari kisah jalan-jalan bersama keluarga. Bermimpi indah setelah menikmati indahnya jalan-jalan bersama keluarga, sehingga besok pagi siap melangkahkan kaki untuk menciptakan jejak-jejak kebaikan di atas bumi dan menyongsong masa depan cemerlang terbebas dari pandemi, ketakutan dan ancaman, sehingga bisa merasakan hidup normal yang menyenangkan.(ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.