7 Desember 2022

Dimensi.Id Pergelaran MotoGP Indonesia yang menjadi balapan seri kedua musim ini dilangsungkan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara, pada tanggal 18-20 Maret 2022. Pada hari Minggu, tanggal 20 Maret 2022 hujan lebat mengguyur Sirkuit Mandalika jelang dimulainya balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia. Di tengah hujan ada seorang pawang hujan muncul di jalur pitstop dan memasuki tengah sirkuit. Aksinya mengundang perhatian penonton dan juga para pembalap yang menunggu hujan reda.

 

Hal ini sesuai dengan berita yang dilansir oleh Liputan6.com tanggal 20 Maret 2022. Nama Rara Istiati Wulandari menjadi sorotan publik berkat aksinya menjadi pawang hujan dalam ajang MotoGP 2022 yang digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok. Aksinya menuai perhatian ketika hujan mengguyur sirkuit yang membuat balapan tertunda.

 

Koordinator Sirkuit Mandalika dari MGPA, Denny Pribadi menjelaskan bagaimana Rara beraksi dengan menaruh sesajen di sekitaran sirkuit. “Sebelum event, Mbak Rara muter. Nanti dia menyimpan sesajen di mana, seperti di pintu race control, di tempat start, dan di dalam,” lanjut Denny. Sosok Rara Wulandari bukanlah pawang hujan sembarangan. Sebelumnya, ia sempat menjadi pawang hujan di acara kampanye Presiden Joko Widodo. Rara pun sudah beberapa kali menjadi pawang hujan di acara kenegaraan. Tak heran jika sosoknya dekat dengan para pejabat. Untuk di MotoGP, Rara mengaku memang secara resmi dipekerjakan Indonesia Tourism Development Corporation selaku perusahaan BUMN pemilik Sirkuit Mandalika yang juga membawahi MGPA selaku panitia penyelenggara. Rara juga dikabarkan melakukan ritual menolak hujan di Mandalika karena rekomendasi dari Menteri BUMN Erick Tohir.

 

Miris, negara yang dengan penduduk muslim terbesar dunia masih mempercayai perdukunan, mempercayai ada kekuatan lain selain kekuatan Alloh.SWT. Apalagi pemimpin negara ini adalah seorang muslim, pejabat yang merekomendasikan penggunaan pawang hujan ini juga muslim, wakil pemimpin negara ini malah seorang kyai yang tentunya faham dengan ajaran agama Islam. Kalau prilaku pemimpin seperti ini bagaimana mereka bisa memimpin rakyatnya ke jalan yang benar?? Kejadian ini seperti menampakan aib sendiri dimata dunia.

 

Pandangan Islam Tentang Pawang Hujan

 

Manusia sama sekali tidak bisa memindahkan apa yang sudah menjadi ketetapan Allah. Awan, angin, matahari, dan hujan sudah ditetapkan oleh Allah pada tempatnya masing-masing. Ia akan bekerja sesuai dengan kehendak Allah tanpa ada yang mengaturnya. Allah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 57, yang artinya “Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” 

 

Mengundang pawang hujan hukumnya sama seperti mengundang dukun (paranormal). Maka kaum muslimin perlu mengetahui bahwa dukun, ahli nujum, paranormal, siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, sejatinya ia adalah pendusta, karena mengetahui perkara yang ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah, sebagaimana disebutkan dalam Quran surat Al An’am ayat 59, yang artinya ”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri”. Begitu pula dalam ayat lainnya disebutkan, “ Katakanlah, Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (QS. An Naml : 65).

 

Karena yang mengetahui perkara ghaib hanya Allah, maka syari’at Islam melarang umatnya mendatangi paranormal atau dukun. Seperti contoh orang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib, mampu meramal apa yang akan terjadi, mampu menahan hujan, mampu menerawang tempat barang yang hilang atau yang dicuri, mampu melihat isi hati orang, dan semacamnya. Walaupun di masyarakat dikenal dengan sebutan kyai, orang pintar, paranormal, orang tua, atau lainnya. Semua itu tetap haram hukumnya.

 

Maka siapa yang meminta atau mempercayainya, maka shalatnya selama 40 hari tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa mendatangi tukang ramal (orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib, termasuk dukun dan tukang sihir), kemudian bertanya tentang sesuatu hal kepadanya, maka tidak akan diterima shalat orang tersebut selama 40 hari. (HR. Muslim, no : 2230)

 

Bahkan apabila ia sampai membenarkan atau meyakini semua itu berkat usaha atau kehebatan sang dukun, maka ia dianggap telah mengkufuri Al-Quran yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghaib. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532).

 

Semoga Alloh senantiasa melindungi kita dari hal-hal yang berbau kesyirikan yang membawa kita kepada kerusakan. Dan semoga para pemimpin ini segera menyadari kekeliruannya kemudian segera bertaubat kembali kepada jalan yang benar dan menerapkan Islam secara kaffah. Wallohualam biashwab. [DMS]

Penulis: Sunti

 

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.