6 Desember 2022
dimensi.id

Belum selesai polemik edaran menteri agama Yaqut Cholil Choumas no 5 tahun 2022  tentang pedoman penggunaan pengeras suara masjid dan mushala yang menuai pro kontra beberapa waktu yang lalu, kini umat islam kembali dilukai hatinya dengan pernyataan menag  yang kontroversial yaitu membandingkan  suara azdan dengan gonggongan anjing. Menurutnya hidup di masyarakat yang plural diperlukan toleransi, sehingga perlu pedoman bersama agar kehidupan tetap harmoni,termasuk tentang kebisingan pengaturan pengeras suara atau apapun yang membuat tidak nyaman. “Kita bayangkan, saya muslim hidup di lingkungan non muslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari 5 kali dengan keras diwaktu yang bersamaan itu rasanya bagaimana? Yang paling sederhana lagi kita ini hidup di dalam kompleks, kanan, kiri, depan, belakang itu pelihara anjing, misalnya menggongong dalam waktu yang bersamaan, terganggu nggak? Artinya apa? Suara suara apapun harus kita atur supaya tidak menjadi gangguan” ujar Yaqut di balai serindit, komplek gubernuran dalam kegiatan bertajuk temu tokoh agama se-provinsi Riau bersama menteri agama, Rabu siang, 23 Februari 2022.

Semestinya sebagai menag harus bisa bertutur kata yang baik,narasinya tersebut telah melukai hati seluruh umat muslim.jika maksut dan tujuannya untuk menjaga toleransi, jelas ini adalah toleransi yang kebablasan. Semestinya para pejabat negara itu lebih memikirkan tugas tugas lain yang lebih urgent, bukan soal adzan yang sebenarnya tidak pernah ada masalah dari dulu.

Adzan merupakan ijtihad kaum muslimin untuk memanggil umat beribadah secara berjamaah.menurut syariat adzan berarti pemberitahuan tentang waktu sholat dengan lafaz yang ditetapkan dengan syariat. Dalam ensiklopedia sholat menurut al qur’an dan as sunnah, dr Sa’id Bin Ali Bin Wahf Al Qahthani menjelaskan, hukum adzan merupakan fardhu kifayah.

Penetapan hukum tersebut didasarkan pada firman Allah swt:

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ٱتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.” (Qs Al-Maidah: 58).

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jumat, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah.” (Qs Al-Jumuah: 9).

Hukum fardhu kifayah untuk adzan pun didasarkan kepada perintah rasulullah saw dalam sebuah hadis.

“jika telah tiba waktu shalat, hendaklah salah seorang di antara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian, dan hendaklah orang yang paling tua di antara kalian yang menjadi imam.” (HR Bukhari).

 

Hukum fardhu kifayah menjadikan umat islam harusnya berlomba-lomba menjadi muadzin untuk mengumandangkan adzan. Sebagai penyeru shalat, muadzin dipuji oleh Allah sebagai orang yang paling baik perkataannya.

Keutamaan adzan antara lain sebagai berikut:

  1. Adzan adalah seruan yang paling dasyat, sebagai pengingat diri dan untuk melawan hawa nafsu. Adzan merupakan suara indah yang dikumandangkan lima kali dalam sehari semalam. Suara adzan yang bersahut sahutan di seluruh belahan dunia semua sama lafaznya yaitu mengagumi kebesaran Allah, mengajak untuk sholat dan, menggapai kemenangan.adzan adalah pengingat kita semua untuk menghadap Allah swt dan meninggalkan sejenak seluruh aktivitas di dunia.
  2. Pahala adzan sangatlah besar
    Dari Abu Hurairah Ra. Bahwasanya Rasullulah Saw. Bersabda:  “Seandainya manusia mengetahui pahala yang terdapat pada adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali harus mengikuti undian, niscaya mereka akan mengikuti undian itu.  (HR. Bukhari Dan Muslim).
  3. Setan akan lari terkentut kentut
    Dari Abu Hurairah Ra. Berkata, Rasulullah Saw. Bersabda:  “Apabila diserukan adzan untuk sholat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia terkentut kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila mu’adzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqomat ia berlalu lagi.” (HR. Bukhori, muslim).
  4. Leher muadzin ini akan dipanjangkan di hari kiamat
    “Para  muadzin adalah orang yang lehernya panjang pada hari kiamat.” (HR. Muslim).
  5. Para muadzin akan dia masukkan oleh Allah ke dalam surga
    Dari abu hurairah berkata.: “Kami pernah bersama rasulullah saw, lalu bilal berdiri mengumandangkan adzan, lalu ketika selesai, Rasulullah saw bersabda ‘barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga.’”

Adzan adalah suara mulia sebagai panggilan sholat dan pertanda waktu sholat, sehingga sangat tidak pantas disandingkan dengan gonggongan anjing.kasus lama sukmawati soekarnoputri juga pernah membandingkan azan dengan kidung. Itu tertuang dalam puisi sukmawati berjudul “Ibu Indonesia”. Puisi itu dideklamasikan sukmawati dalam ajang indonesia  fashion week 2018. Dalam ilmu ushul fiqh, qiyas semacam ini disebut dengan qiyas ma’al faarid atau qiyas yang tidak benar perbandingannya karena jelas keduanya tidak sama/tidak sebanding.

Ironis memang di negara indonesia yang mayoritas muslim, begitu bebasnya berargumen sesuka hati tanpa memikirkan perasaan umat muslim. Mirisnya lagi mereka adalah para pejabat negara, panutan para rakyat nya, sebagai pengabdi masyarakat seharusnya pola pikir dan pola sikap mereka bisa menjadi contoh baik bagi rakyat nya. Bagaimana mungkin toleransi bisa ditampilkan, dalam saat yang sama, pernyataan yang dihadirkan  bukan sekadar kontraproduktif tapi justru berpotensi menyakiti hati seluruh umat muslim,dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdalih atas nama toleransi dan keberagaman akhirnya semua dicampur adukan antara haq dan yang bathil. Rasanya tidak pantas persoalan toa (suara azan) di analogikan dengan binatang tertentu apalagi anjing, atau hal-hal lain yang tidak sejalan, tidak senapas, bahkan tidak sampai kepada logika, ini sangat menyakiti hati umat muslim.

Menag seharusnya membuat kebijakan yang substansial, esensial, tepat guna, yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.persoalan-persoalan kecil yang tidak membutuhkan perhatian besar selevel menteri kiranya menyerahkan kepada pajabat daerah atau lingkungan terkait. Dan masalah toa itu sedang tidak urgent dan dari dulu tidak pernah ada masalah. Sebaiknya energi dikerahkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan bangsa yang lebih kompleks dan jelas ada di depan mata saat ini.seperti kelangkaan minyak goreng padahal negara indonesia adalah penghasil terbesar kelapa sawit di dunia sejak tahun 2006 (suara.com), bagaimana mungkin sampai mengalami kelangkaan? Belum lagi masalah kebutuhan bahan pokok yang melonjak naik, kenaikan harga bbm, gas non subsidi ditambah pandemi yang belum juga usai hingga saat ini. Serta bencana dari alam, seperti gempa, gunung meletus, hingga banjir bandang dan longsor. Permasalahan permasalahan ini yang harus segera diselesaikan dan di cari solusi nya karena menyangkut hajat hidup seluruh rakyat indonesia.negara harusnya menjamin kebutuhan rakyatnya baik itu kesehatan, pendidikan, keamanan dan kebutuhan publik lainnya.negara harus memastikan tidak ada rakyat nya yang sampai kelaparan, negara harus bertindak tegas, dan membuat efek jera, serta menghukum para oknum yang terbukti melakukan kecurangan-kecurangan, seperti menimbun, menaikkan harga yg tidak wajar, yang membuat rakyat khususnya menengah kebawah menjadi susah.

Semua problematika umat di atas lahir dari pencampakan hukum Allah swt,yaitu karena menerapkan sistem sekularisme kapitalisme, hukum buatan manusia yang serba lemah dan terbatas. Sejatinya semua kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan rakyat ini disebabkan oleh sistem yang rusak. Dalam sistem kapitalis, penguasa dan pemilik kebijakan mengatur roda kehidupan berdasarkan asas manfaat, yaitu kekuasaan dan harta, sehingga tanggung jawab diabaikan. Tak mengherankan jika akhirnya kebutuhan dasar rakyat tidak dipenuhi dalam sistem rusak ini. Masalah masalah utama belum diselesaikan dengan benar akan muncul masalah baru lagi yang lebih kompleks sebagai akar dari permasalahan utama tadi. Hanya syariah islam yang akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan permasalahan yang dihadapi umat yang begitu kompleks saat ini. Syariat Allah swt merupakan obat atas berbagai penyakit yang diderita umat. Penerapan islam secara kaffah adalah wujud dari ketaqwaan. Ketaqwaan pasti akan mendatangkan ragam keberkahan. Firman Allah swt:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ.

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan (Qs. Al-a’raf ayat 96).

Dengan tegaknya khilafah islamiyah, hukum hukum Allah swt dijadikan sebagai pemutus perkara sesama warga negara, baik muslim maupun non muslim (ahlu dzimmah). Juga, antara rakyat dengan para penguasa termasuk khalifah sendiri sebagai kepala negara. Dalam sistem khilafah, hukum-hukum kufur akan disingkirkan.semua rakyat akan diperlakukan sama sesuai syariah islam. Negara khilafah akan menghapus paham sekularisme dan melindungi akidah umat, negara akan memastikan tidak ada para penista agama, para koruptor,pejabat negara yg membuat kebijakan seenaknya sendiri,semua akan ditindak tegas sesuai dengan syariah islam. Dalam bidang ekonomi khilafah akan memberantas  praktek bisnis yg tidak sehat, monopolis dan kecurangan lainnya. Negara islam akan melindungi seluruh rakyatnya tanpa membeda bedakan baik kaya ataupun miskin. Sehingga semua rakyat mendapatkan hak yang sama. Sistem islam menjamin seluruh kebutuhan rakyatnya baik itu kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan publik lainnya.  Negara akan memberikan secara gratis untuk rakyatnya. Begitu sempurnanya ketika hukum shohih buatan Allah swt yaitu islam  kaffah mampu bangkit dan ditegakkan dalam naungan khilafah. Karena hanya dengan khilafah maka seluruh syariat Allah akan  mampu dilaksanakan.

 

Wa’alllahu a’lam bishowab

Penulis : Ummu Maryam (Aktivis Dakwah)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.