6 Desember 2022
https://foto.tempo.co/read/95111/aksi-wanita-india-protes-larangan-hijab-di-sekolah

Dimensi.id- Baru-baru ini viral vidio pelecehan dan penyerangan yang dialami oleh Muslimah yang ada di Negara bagian Karnataka, India selatan. Muslimah behijab  dipaksa melepaskan hijab mereka ketika menghadiri kelas di beberapa sekolah/kampus, Mereka dianggap tidak mengikuti aturan seragam yang ditetapkan oleh menejemen sekolah.

Bahkan pemerintah di sana mendukung aturan diskriminatif tersebut . Dikutip dari (Suara.com) – BC Nagesh, menteri pendidikan Karnataka mengunggah perintah tersebut di Twitter. Ia mengatakan aturan berpakaian sekolah ditetapkan setelah meninjau keputusan pengadilan dari seluruh India.

Dia mengatakan kepada BBC jika mendukung sekolah yang melarang penggunaan selendang safron dan hijab.

Tentu saja larangan tersebut memicu kemarahan kaum Muslim di India. Aktivis mahasiswa dan kelompok hak asasi menuduh administrasi perguruan tinggi bias terhadap minoritas Muslim. “Ini adalah Islamofobia. Itu apartheid,” kata aktivis Afreen Fatima, sekretaris Gerakan Persaudaraan di New Delhi, kepada Al Jazeera.

kasus diskriminasi terhadap minoritas Muslim di India bukan baru kali ini saja, bahkan rezim penguasa dari partai radikal Hindu telah banyak mengeluarkan kebijakan anti Islam.

Jelas bahwa, tindakan pelaranggan hijab dikawasan pendidikan ini merupakan tindakan Islamofobia rezim terhadap kaum Muslim. Dan merupakan penghinaan terhadap kaum Muslimah karena hijab merupakan identitas kita sebagai muslimah.

kasus diskriminasi dan penyerangan terhadap kaum Muslim sesungguhnya akan terus terjadi di sistem Sekulerisme-Liberalisme karena jelas sistem sekularisme sangat bertentang dengan Islam dan membenci Islam.

Islamofobia sengaja diaruskan oleh mereka agar membenci Islam dan kaum Muslim semakin jauh dari identitas dan agama mereka.

Karena mereka sadar, bangkitnya Islam akan menghentikan orang – orang kafir untuk menguasai dan melakukan penjajahan terhadap negri-negri kaum Muslim.

Mereka sadar, ketika umat Islam itu bangkit mereka tidak bisa mendikte kaum Muslimin untuk mengikuti aturan mereka.

Dan larangan hijab ini, semakin memperjelas bahwasanya kaum Muslim tidak bisa berharap kepada sistem hari ini, untuk memberikan keadilan dan perlindungan terkhusus bagi para Muslimah.

Bahkan saat ini, pemimpin – pemimpin negri Muslim tidak bisa berbuat banyak karna adanya sekat  nasionalisme sehingga kita tidak bisa bersatu untuk membantu saudari Muslim kita yang tertindas diluar sana.

Oleh karena itu, yang kita butuhkan saat ini adalah semua umat Muslim bersatu dalam satu kepemimpinan yaitu sistem Islam dalam naungan Khilafah yang akan menjadi perisai dan akan melindungi dan membela kehormatan para Muslimah.

Seperti bagaimana seorang Muslimah dibela kehormatannya pada masa Khalifah Mu’tashim Billah.

Pada tahun 837, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi.

Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim Billah dengan lafadz yang legendaris: “waa Mu’tashimaah!” yang juga berarti “di mana kau Mutashim…tolonglah aku!”

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki).

Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki), karena besarnya pasukan.

Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 lainnya ditawan. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Itu baru ‘seorang muslimah’ bagaimana dengan hari ini bahkan bukan hanya satu orang saja saudari kita yang dilecehkan ?!!!

Maka, hanya dengan Menegakkan kembali sistem Islam dalam naungan Khilafah yang mampu menolong dan memberikan perlindungan terhadap Muslimah India bahkan kaum Muslim diseluruh dunia. Wallahualam bissawab

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.