6 Desember 2022

Dimensi id_Kedua pipimu tertarik ke atas dan terlihat kau memercingkan kedua mata dan mulut terbuka lebar hingga terlihat gigi besarmu. Kau nampak lucu dan menggemaskan saat tertawa dengan expresi kegembiraan yang membuatku bahagia. Hidup terasa menyenangkan saat bermain dengan mu. Rasa capekpun hilang, berganti dengan rasa senang yang mengalirkan energi positif dalam tubuhku. Luar biasa, kau adalah anakku yang tercinta. Hidup terasa berwarna, penuh makna dan inspirasi saat bersamamu dan melihat wajahmu yang lucu. Wajah lugu tanpa dosa selalu kau tunjukkan padaku sehingga meredam kemarahanku. Keluh kesah dan amarah berubah menjadi rasa tenang dan syukur karena memilikimu dalam hidupku, anakku Hafiz.

Terkadang kau menciumku dan memberikan aku sepatu, sebagai isyarat bahwa kamu ingin diajak jalan-jalan. Berkeliling bersepeda denganmu sungguh menyenangkan, apalagi melihat kamu nampak senang dan menggemaskan. Saat diajak ke masjid juga kau begitu bergembira dengan bahasa tubuh dan teriakanmu, ekspresi luapan kegembiraan. Aku harus belajar darimu dalam menyikapi setiap hal dalam hidup. Senang, bukan bersedih apalagi terucap kata-kata berkeluh kesah yang merupakan ungkapan rasa tidak syukur pada Allah yang sudah menitipkan seorang anak spesial sepertimu kepada ku.

Kubuka al-Qur’an dan mulai kubaca didepan anakku. Tampak dia merasa tenang dan sepertinya mendengarkan dan mengerti lantunan ayat suci. Aku baca ayat demi ayat sampailah pada surat Ibrahim Ayat 7 yang memerintahkan kita untuk selalu bersyukur agar ditambah nikmat, bukan adzab karena sudah kufur nikmat. Sungguh Hafiz mampu menerapkanya dalam kehidupan nyata tentang perintah Allah untuk bersyukur atas segala sesuatu. Terbukti, dia tidak pernah nampak sedih, yang ada hanya luapan ungkapan kegembiraan di setiap keadaan.

Hampir dia tidak pernah menangis dan bersedih. Dia nampak bersemangat saat melihat teman-temannya bermain. Luapan kegembiraan juga dia tampakkan pada orang-orang baru, tamu yang datang ke rumah. Luar biasa, anakku menyambut tamu dengan rasa senang meskipun saat ini kau masih belum bisa mengucap kata-kata. Senyumnya dan ungkapan kegembiran sudah cukup untuk menyampaikan pada orang lain bahwa dia menerima kedatangan mereka yang berkunjung ke rumah. Begitu pula saat makan, dia begitu menyenangkan. Bentuk rasa syukur atas nikmat berupa makanan, rezeki dari Allah. Dia selalu merasa bahagia dalam kondisi apapun dan itu yang menginspirasiku untuk selalu bersyukur atas segala hal dalam hidup.

Dia juga sangat senang untuk membantu, meskipun bagi yang tidak tahu dianggap mengganggu. Dia sungguh menyenangkan sehingga setiap pekerjaan akan terasa mudah saat dia bersama dan memberi semangat untuk terus berbuat banyak kebaikan. Sungguh, anakku, hafiz sumber inspirasiku untuk terus berkarya dan berbuat kebaikan. Berharap, dia bisa tumbuh normal dengan kemampuan komunikasi lancar saat dia dewasa nanti. Akupun berharap bisa menghafalkan al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata secara kaffah sebelum hari menutup mata untuk selama-lamanya.

Senang bersama hafizku, hidup terasa berwarna dan semangat untuk menuntut ilmu. Keinginan menghafalkan al-Qur’an juga selalu bergelora di dalam dada. Meskipun usia sudah senja, keinginan untuk meningkatkan tsaqofah keislaman tidak boleh mati. Bersyukur sudah dikaruniai anak special seperti Hafiz dan kesempatan berupa usia dan kesehatan sehingga bisa terus beribadah. Rasa syukur harus terus dijaga didalam dada agar hidup terasa indah dan nikmat terus bertambah. Setidaknya saat melihat kedua tatapan mata Hafiz yang berbinar penuh kebahagiaan, tidak sepatutnya aku mengeluh dan berkeluh kesah. Anak sekecil Hafiz saja tahu artinya bersyukur yang diterapkan dalam kehidupan nyata. Bersyukur atas segala hal adalah kunci kebahagiaan, bukan limpahan harta atau tingginya jabatan. Banyak nikmat dari Allah yang melingkupi hidup kita, namun terkadang hati yang tidak pandai bersyukur, mengabaikan semuanya sehingga tidak dapat mengantarkan pada kebahagiaan hakiki. Sebaliknya, adzab pedih, keluh kesah dan penderitaan dirasakan meskipun dilingkupi oleh materi yang berlebih.

Kebahagiaan ada pada pandainya hati untuk mensyukuri setiap nikmat yang datang dalam hidup. Bukankah kesehatan adalah nikmat yang patut disyukuri, begitu pula nikmat Islam dan iman yang merupakan nikmat tertinggi dalam hidup yang patut kita syukuri. Dan sering kita lupa nikmat umur yang masih kita rasakan yang artinya pintu taubat masih terbuka lebar dan hendaknya segera bertaubat dan berubah menjadi lebih baik. Sungguh indah hidup ini, jika kita mampu bersyukur disetiap kondisi dan keadaan. Hafiz juga karunia luar biasa yang tidak sepatutnya aku lupa untuk bersyukur. Allah pasti memberikan terbaik dan pasti ada hikmah dibalik kekurangan yang ada pada Hafiz dibanding anak normal lainnya. Namun harapan tidak boleh pupus dan Do’a terus dipanjatkan untuk Hafizku agar suatu saat nanti dia bisa bicara lancar seperti anak normal lainnya dan mulai belajar mengenal Islam dan menjadi penghafal al-Qur’an seperti do’a kami yang melekat pada namanya, Hafiz, Sang Penghafal al-Qur’an. (ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.