6 Desember 2022

Dimensi.id-Dalam Islam kita dituntut untuk berbuat kebaikan dalam batas kemampuan bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Sebagai bukti keimanan, kita harus berbuat banyak kebaikan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam agar tidak dalam kerugian. Kita juga perlu saling menasehati agar tidak salah jalan dan tetap lurus di jalan yang benar, Islam. Namun, sering niat baik tidak terwujud dalam hidup, hanya karena kita sering menundanya. Oleh karena itu, segerakan niat baik yang terlintas dalam pikiranmu, agar lebih banyak jejak-jejak kebaikan yang tercipta yang bisa mengantarkan kita ke surgaNya.

Sungguh, dalam kerugian membiarkan waktu tanpa goresan kisah yang meninggalkan jejak-jejak kebaikan yang bisa menjadi bekal setelah mati nanti. Padahal, semua itu dilakukan dalam batas kemampuan karena Allah tidak akan membebani hambaNya diluar batas kemampuanya. Terhalang pada kebaikan padahal jika dilakukan secara Istiqomah akan menjadi mudah dan menyenangkan untuk dilakukan. Terkadang, pikiran kita sendiri yang menjadikan semua menjadi sulit dan berat untuk dilakukan.

Merasa tidak punya waktu untuk membaca al-Qur’an padahal masih sempat bermain dengan HPnya sepanjang hari. Sholat sunah enggan padahal tidak ada kesibukan yang sedang dilakukan. Bersantai dan rebahan tanpa melakukan apa-apa, sungguh rugi. Belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan mengasah kemampuan tidak juga dilakukan, hanya membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa mewarnainya dengan kebaikan yang dikaitkan dengan Islam.

Awalnya memang sulit, namun tidak, kalau sudah terbiasa dan menjadi kebiasaan. Kebaikan harus diistiqomahkan agar mudah untuk dilakukan. Jangan biarkan kita terhalang pada kebaikan karena tidak mau menyegerakan. Kita sering menunda kebaikan, sehingga pada akhirnya tidak satupun kebaikan bisa dilakukan. Padahal sepanjang hari hanya santai dan rebahan di kamar. Berbuat kebaikan terasa berat, karena tidak ada niat dan usaha untuk bangkit dan segera berbuat.

lakukan kebaikan terus-menerus dan jangan berhenti hanya karena merasa tidak punya waktu. Seringnya, kita menunda sesuatu sehingga pada akhirnya kebaikan tidak jadi dilakukan, dan terus membiarkan bisikan hati yang enggan dan malas melalukan sesuatu karena berhitung untung rugi. Sekecil apapun kebaikan pasti terbalas, jadi jangan kuwatir rugi. Pasti semua kebaikan yang ikhlas dilakukan dan sesuai dengan ajaran Islam akan berbuah kebaikan, bahkan tidak hanya satu tapi berlipat ganda yang akan kita dapatkan.

Bangkitlah dan berbuat kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Jangan ditunda sekecil apapun kebaikan tidak ada yang sia-sia. Jangan hanya bermimpi melakukan hal yang besar, tapi tidak pernah dimulai untuk dilakukan. Hanya keinginan tapi tidak pernah dilaksanakan, karena selalu ditunda dan tidak segera dilakukan. Menunda hanya akan menumpuk derita, karena semua akan menjadi beban dan terasa berat untuk diselesaikan. Lakukan sekarang juga, jangan menunggu besok atau nanti saat sudah tua. Padahal kesempatan untuk melakukan kebaikan terbuka lebar saat masih muda. Tubuh cukup kuat dan tidak banyak penghalang dan pertimbangan. Tinggal kesungguhan untuk berbuat kebaikan dan semuanya akan berbuah manis dan mengantarkan pada masa depan yang gemilang.

Tidak usah ditunda saat ada kesempatan dan kemampuan untuk berbuat kebaikan, karena bisa jadi besok kesempatan tertutup untuk kita berbuat kebaikan. Nikmat yang kita rasakan harus disyukuri dengan melaksanakan semua perintahNya dan sekuat tenaga menjauhi semua yang dilarang. Sebenar-benar taqwa harus ada didalam dada dan terus dijaga jangan sampai lepas dari diri kita sepanjang hidup kita. Sungguh nikmat luar biasa saat bisa menjaga iman dan Islam didalam dada dan bisa membuktikan dalam amalan yang meninggalkan jejak-jejak kebaikan.

Saat hidup berjalan sesuai dengan tujuan, nikmat apa lagi yang kita inginkan. Nikmat luar biasa dalam hidup saat mampu menggoreskan kisah hidup yang sesuai dengan tujuan yang benar. Saat kaki ini ringan melangkah dalam ketaqwaan dan mudah untuk beribadah kepada Allah, itulah arti sesungguhnya dari kebahagian hakiki, bukan mereka yang terlena dengan nikmat dunia hingga lupa tempat mereka kembali setelah mati. Saat kaki ini bisa melangkah di jalan yang lurus, itulah nikmat yang sesungguhnya, bukan kesenangan semu dan menipu yang menjauhkan diri dari petunjukNya, bahkan berani melakukan hal-hal yang mengudang murkaNya. Jangan kita mengikuti langkah-kangkah syaitan yang membawa pada kesesatan dan pada seburuk-buruk tempat kembali, neraka jahanam.

Mumpung masih diberi umur, kesehatan dan kekuatan di masa mudamu, jangan kau sia-siakan waktumu hanya untuk hal-hal mubah, tapi segerakan untuk menggoreskan jejak-jejak kebaikan agar hidupmu tidak merugi. Tetap jaga iman dan Islam dan buktikan dalam amalan yang baik yang dikaitkan dengan Islam serta ikhlas dalam melakukannya sehingga setiap langkah kita bernilai ibadah yang akan membawa ke SurgaNya. Jangan ditunda tapi segerakan setiap kebaikan agar lebih banyak jejak-jejak kebaikan yang tercipta sebagai bekal kita nanti setelah kita mati. (ME)

Apa pendapatmu?

This site uses User Verification plugin to reduce spam. See how your comment data is processed.